Selasa, 02 April 2013

Meraih Kemenangan di Mata Allah


| Oleh: KH. Hilmi Aminuddin

Dakwah ini adalah proyeknya Allah, dan kita hanyalah pelaksananya saja. Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) rabbaniyyah wa-nnabawiyah (Rabb dan Nabi), kita akan dimenangkan oleh Allah SWT, insya Allah…

Karena dengan selalu disiplin terhadap manhaj rabbani, dengan taujihat rabbaniyyah, irsyadat rabbaniyah yang diberikan Al-Qur’an dan sunnah, maka kita sebelum dinilai menjadi pemenang di hadapan manusia, insya Allah telah dinilai menjadi pemenang di hadapan Allah.

Ikhwan wa akhwat fillah…meraih kemenangan di mata Allah harus menjadi target utama dan pertama sebelum meraih kemenangan menurut penilaian manusia. Na’udzubillah, kalau meraih kemenangan menurut penilaian manusia, sementara kalah menurut penilaian Allah, maka faqad khasira khusraanan mubiina. Rugi serugi-ruginya.

Saya pernah menjelaskan rumusan kemenangan rabbani yang sangat sederhana, seperti disampaikan oleh Imam Ahmad bin Hambal yang mengatakan bahwa definisi kemenangan itu adalah ‘Maa laazumul haqqu qulubana’ artinya: ‘selama kebenaran masih tetap kokoh di dalam hati kita.” Luzumul haq fi qulubina, itulah kemenangan. Itulah intishar. Itulah keberhasilan. Dalam percaturan, pertempuran, apakah ma’rakah siyasiyah, ma’rakah fikriyah, atau ma’rakah intikhabiyah, bentuknya apakah Pilkada di Kabupaten, Kota, Provinsi, Pemilu Nasional, Legislatif atau Presiden, pertama-tama yang harus diraih adalah kemenangan menurut penilaian Allah.

Insya Allah, jika kita dinilai Allah sebagai pemenang, Allah akan memberikan kemenangan yang dinilai oleh manusia. Itu rumusan dasar yang harus kita pegang. Jangan sampai target kemenangan-kemenangan pilkada atau pemilu nasional, membuat kita kalah menurut perhitungan Allah SWT. Kalah karena godaan-godaan jabatan jadi gubernur, bupati, walikota, bahkan presiden. Menang menurut manusia, kalau kemudian dalam posisi itu adalah hasil kecurangan, kezaliman dan ketamakan, maka maghlub ‘indallah, itu kalah menurut Allah.

Sebab ada inkhila-ul haq minal qalb, tercabutnya kebenaran dari hati. Tercerabutnya amanah dari hati. Inkhila-ul shidq, tercerabutnya kejujuran dari hati. Itu adalah kekalahan di sisi Allah. Tentu semua itu tidak kita inginkan. Karena itu kader-kader yang sudah memasuki lembaga-lembaga Negara, yang jadi gubernur atau wagub, atau walikota, atau wakil, agar mempertahankan kemenangan di sisi Allah dalam posisi itu. Agar tetap mustahiq (berhak) mendapatkan kemenangan berikutnya di arena perjuangan dan pergaulan antar manusia. [Al Intima'] 
 

Gembleng Rohani Kader, PKS Gelar Pengajian

SEMARANG - Setelah berhasil melakukan kampanye unik dan kreatif di berbagai media dan wilayah. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus melakukan perbaikan dan rehabilitasi di sisi internal maupun eksternal Partai.

Salah satunya, dengan menggelar pengajian bersama, yang diikuti puluhan kader PKS Kabupaten Semarang di Tengaran belum lama ini. Selain diikuti para kader PKS, jajaran pengurus PKS tingkat Desa sampai dengan Kabupaten, agenda ini juga diikuti oleh para anggota dewan PKS Kabupaten Semarang, seperti Agus Warsito dan Nur Fathan.

Menurut Penanggung jawab acara, Agus Setyawan, acara ini adalah sebagai bentuk memberikan taqwiyah (penguatan) dan tarbiyah fikriyah dan harakiyah peserta khususnya dalam hal berinteraksi dengan Alquran.

“Mukhoyyam Alquran ini mirip dengan kegiatan PKS di bulan Ramadhan, yaitu i’tikaf.  Setiap bulan kami memantau ruhiyah kader, melalui laporan kegiatan pekanan. Dengan latar belakang tersebut kami luncurkan program mukhoyyam Alquran ini untuk lebih menyemangati kader PKS dalam mengkhatamkan Alquran setiap bulannya,” kata Ketua Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Semarang.

Dalam pengajian ini, setiap peserta dibebankan selama sehari semalam ini ditarget mampu menyelesaikan tilawah Alquran sebanyak 10 juz minimal, yang pada akhir acara akan diberikan doorprize untuk peserta yang mampu menyelesaikan pembacaan Alquran dengan jumlah juz terbanyak.
Hal ini cukup memotivasi peserta yang tentu tetap mengutamakan ilmu tajwid dalam pembacaan Alquran tersebut.
 
sumber : suaramerdeka.com  
illustrasi : pks-beni.blogspot.com

Stok Bakal Caleg PKS Melimpah!

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta

JAKARTA -- Meski Pemilu 2014 masih satu tahun lagi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menyiapkan 15.462 bakal calon legislatif. Seluruh bakal caleg itu akan mengikuti pemilu legislatif baik untuk tingkat pusat maupun provinsi dan kabupaten/kota.

Presiden PKS Anis Matta mengatakan, sebelum didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), para bakal caleg tersebut akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk uji kelayakan.

"Seluruh caleg tersebut saat ini tengah menyiapkan berbagai persyaratan administratif untuk didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik tingkat pusat maupun daerah secara serentak pada tanggal 9 April 2103 mendatang," ujar dia di Jakarta, Senin (1/4).

Dari semua caleg, sebanyak 476 orang merupakan bakal caleg DPR, 1,816 orang untuk DPRD Provinsi, dan 13,170 untuk Kabupaten/kota. Secara umum, menurut Anis, PKS tidak menemui kendala dalam memenuhi persyaratan caleg yang ditetapkan KPU. Sebab, kata dia, PKS memiliki banyak sekali kader yang memenuhi persyaratan.

"Stok kader PKS melimpah ditambah dengan unsur-unsur tokoh yang sejalan dengan garis perjuangan partai, maka kami tidak kesulitan memenuhi jumlah maksimal dengan kualitas caleg yang mumpuni pula," ujar Anis.