Selasa, 08 April 2014

DPRD Kota Depok Menerima LKPJ Walikota Tahun 2013


Kota Kembang, Depok - DPRD Kota Depok menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Depok Tahun 2013 melalui Rapat Paripurna Istimewa pada Senin (07/04/2014) di ruang sidang Gedung DPRD Kota Depok.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto dan dihadiri oleh Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il, Wakil Wali Kota Idris Abdul Shomad, para anggota dewan, muspida serta perwakilan dari masing-masing OPD.

Pembahasan keterangan pertanggung jawaban dibacakan oleh Ketua Pansus. Dalam laporan kinerja di tahun 2013 ini ada beberapa hal yang harus dilakukan pengawasan dan perbaikan seperti bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur Kota Depok.

Senada dengan hal tersebut, setelah dibacakan secara detail isi dari LKPJ 2013, interupsi dilontarkan dari beberapa anggota dewan. Mereka meminta agar beberapa masalah tersebut diatas segera diselesaikan bersama. Agar segala pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat maksimal.

Masukan-masukan tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah agar dapat melakukan kinerja yang lebih baik lagi di masa yang akan datang, tentunya dengan pemimpin yang baru. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, diakhir sidang paripurna, LKPJ tahun 2013 diterima.

Dalam pidatonya, Walikota tak lupa kembali mengingatkan bahwa pemilu 9 April tinggal 2 (dua) hari lagi, diharapkan kepada seluruh parpol supaya tidak melakukan kampanye hitam maupun terselubung agar nantinya tercipta hubungan yang bersih dan jujur.
 
 “Diharapkan agar sampai berakhirnya pemilu nanti tidak ada gejolak yang berarti” tandas Walikota.
 

HASIL PEMILU LEGISLATIF 2014: PKS Berjaya, PDI-P & Golkar Keok


Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemungutan suara pemilu legislatif di daerah pemilihan luar negeri sudah rampung beberapa hari sebelum hari pencoblosan di Tanah Air yang berlangsung 9 April 2014.

Di dapil Hongkong yang melaksanakan pemungutan suara pada 30 Maret lalu, Partai Keadilan Sosial berhasil mengumpulkan suara terbanyak dengan perolehan suara sebanyak 2.153 suara, disusul oleh PDI-Perjuangan dengan 501 suara, Golkar 393 suara.

Berikut ini rekapitulasi perolehan suara di dapil Hongkong yang diperoleh Bisnis.com: 

Perolehan Suara di Hongkong

ParpolPerolehan suara
PKS2.153
PDI-P501
Golkar393
Demokrat259
PAN138
PKB121
Gerindra106
Nasdem83
Hanura66
PPP51
PBB-
PKPI12

Jumat, 04 April 2014

PKS Peringkat Pertama di Media Sosial

PKS dan PDIP Bersaing Ketat di Media Sosial
Sejumlah siswa melakukan simulasi pencoblosan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada kampanye didepan SMA Negeri 1 Semarang, Jateng, Selasa (1/4/2014). Kampanye dengan melakukan simulasi pencoblosan partai PKS ini mengarah kepada pemilih pemula untuk mengetahui tata cara pemilihan suara. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)
 
JAKARTA - Seperti yang diberitakan TribunNews,Com, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersaing ketat di di media sosial selama bulan Maret-April 2014, dimana PKS menempati peringkat pertama dan PDIP peringkat kedua. 
 
Hal itu diungkapkan Mulyadi Nurdin, MH, ketua Independent Research Institute, Kamis (3/4/2014) setelah melakukan survey popularitas partai politik periode Maret-April 2014. 
 
Menurut keterangan Mulyadi Nurdin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Menguasai 25 persen pembicaraan di media sosial selama bulan Maret-April 2014, disusul PDIP sebanyak 19,5 persen, sekaligus menempatkan PKS sebagai partai paling populer di media sosial selama bulan tersebut.
 
Ketua Independent Research Institute, Mulyadi Nurdin, MH juga mengatakan bahwa popularitas partai politik selama bulan Maret-April 2014 rata-rata mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga merubah posisi popularitas partai dibandingkan bulan Februari lalu. 
 
Bulan Februari 2014 partai paling populer masih dikuasai Demokrat, tapi bulan April Demokrat sudah bergeser ke peringkat tiga karena disalip PDIP dan PKS,” jelas Mulyadi Nurdin.
 
Mulyadi Nurdin, MH selanjutnya menjelaskan bahwa selama periode 1 Maret sampai 1 April yang disurvey lembanganya, terdapat 2.129.591 pembicaraan tentang partai politik nasional, dimana PKS dibicarakan sebanyak 535.937 kali (25,2 persen), disusul PDIP 414.328 kali (19,5 persen), Demokrat 380.611 kali (17,9 persen), Golkar 254.571 kali (12 persen), Gerindra 186.477  kali (8,8 persen), kalau dikumpulkan total pembicaraan lima partai ini saja sudah mencapai 83,2 persen dari total pembicaraan, selebihnya baru partai lain. 
 
Mulyadi Nurdin, MH menjelaskan bahwa Independent Research Institute mengatakan survey berkala terhadap popularitas partai politik di media sosial dengan menganalisis lebih dari 240 Juta akun media sosial di seluruh dunia terhadap topik terkait.
 
Survey tersebut dilakukan mulai tanggal 1 maret sampai dengan 1 April 2014 dengan tingkat kepercayaan 99 persen, dan margin of error 1 persen.
 
Berikut daftar total pembicaraan tentang partai politik selama periode Maret-April 2014 sesuai peringkat:
 
1.      PKS: 535.937 kali
2.      PDIP: 414.328 kali
3.      Demokrat: 380.611 kali
4.      Golkar: 254.571 kali
5.      GERINDRA: 186.477 kali
6.      PKB: 110.475 kali
7.      NASDEM: 109.920 kali
8.      HANURA: 79.923 kali
9.      PKPI: 24.865  kali
10.  PPP: 16.109 kali
11.  PAN: 12.173  kali
12.  PBB: 4.202 kali