Jumat, 04 April 2014

PKS Optimistis Menang di Malaysia



Kuala Lumpur (4/4) - Pemilihan Umum 2014 Indonesia mulai dilaksanakan di negeri jiran, Malaysia. Salah satu tempat pemilihan suara di Pabrik Western Digital, Petaling Jaya sejak pukul 8 pagi waktu setempat, Kamis (3/4/2014) telah dipenuhi oleh para pemilih WNI.


Para pekerja yang telah memenuhi aula pabrik tersebut mulai berdatangan dan berbaris 2 line untuk menunggu giliran mencoblos.

Hari ini merupakan hari ke-2 pencoblosan. Hari pertama dilakukan pada Senin (30/3/2014) dan diikuti oleh 580 pencoblos sejak pagi.

Diperkirakan sekitar 1.100 peserta pemilu yang semuanya perempuan berpartisipasi dalam pesta 5 tahunan tersebut.

Berdasarkan saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di lapangan. Bisa dipastikan banyak yang memilih partai berlambang bulan sabit kembar tersebut. Loyalis PKS yang terdiri dari para pekerja pabrik tersebut telah bekerja keras turun ke lapangan untuk memperkenalkan PKS di wilayah tersebut.

Hari pertama berjalan cukup alot karena ketidaksiapan PPLN dalam menyelenggarakan proses pemilihan. Tidak tersedianya kertas segel pada hari pertama menjadi catatan tersendiri karena waktu pelaksanaannya dimulai pagi hari. Namun pada akhirnya proses berjalan dengan lancar.

PKS punya empat caleg Hindu dari Bali

Bertemu dan berbincang dengan Masyarakat Gianyar. Disini mayoritas Hindu, tapi PKS disambut dengan sangat hangat.. (foto: twitter @gen_ampm)
Gianyar, Bali - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki empat calon legislatif (caleg) beragama Hindu di Bali yang akan maju pada Pemilu Legislatif 9 April mendatang.

"Ini pertama kalinya PKS punya caleg dari teman-teman Hindu di Bali," kata Presiden PKS Anis Matta dalam pertemuan dengan para caleg PKS di Gianyar, Bali, Jumat.

Menurut Anis, bergabungnya keempat caleg beragama Hindu tersebut merupakan suatu kemajuan besar karena PKS memang mendorong Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Bali untuk terus membuka diri.

"Kami sudah ada ide PKS partai terbuka sejak 2008," kata Anis.

Anis yang juga bakal calon presiden dari PKS tersebut juga mengakui ide partai terbuka menjadi suatu cara untuk mendongkrak citra PKS sebagai partai yang inklusif dan demokratis.

Keempat caleg PKS yang beragama Hindu tersebut adalah Made Sutirta (DPR Provinsi), Komang Giri (DPRD Dapil II Belahbatu), Ngakan Made Rai (DPRD Dapil I Gianyar), dan Ni Nyoman Ayu Yudiani (DPRD Dapil II Belahbatu-Tapak Siring).

Sementara untuk caleg PKS di DPR RI adalah Oktan Hidayat, Ketua Wilayah Dakwah Bali, Nusa Tenggara dan Papua PKS Oktan Hidayat.

"Semoga keempat-empatnya bisa masuk, supaya wajah Bali lengkap seperti wajah Bali yang sesungguhnya. Itu akan menjadi bukti bahwa tidak ada mayoritas dan minoritas dalam pola pikir PKS," kata Anis.

Bali, NTT, Papua, dan Sulawesi Utara menjadi fokus PKS untuk mendulang satu kursi dari wilayah yang mayoritas penduduknya bukan Islam.

Pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, PKS memiliki 26 anggota legislatif beragama Kristen yang duduk di DPRD provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. 

Rabu, 02 April 2014

Walikota Depok Ajak Warga Ciptakan Sungai yang Bening

Nur Mahmudi Ismail

Saat memimpin apel pagi di Lapangan Balaikota beberapa waktu lalu,  Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il menghimbau agar dinas-dinas terkait segera melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai. 

“Sejatinya, dinas terkait agar lakukan pembinaan dan pengawalan pada seluruh masyarakat umum untuk tidak melakukan pembuangan sampah, diikuti sosialisasi Peraturan Daerah (perda) yang berlaku agar mereka melakukan pemilahan dan pengolahan sampah yang benar,” tegasnya.

Menjadikan sungai bening merupakan cita-cita bersama sebagai bagian dari perwujudan kesempurnaan, keberadaan, perilaku hidup bersih, sehat dan peduli terhadap lingkungan kita. Diawali dari daerah hulu disekitar Cipayung atau sebelum Cipayung hingga ke hilir.

Senada dengan hal tersebut, mengoptimalkan peralatan-peralatan yang sudah ada dan terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah secara terintegrasi ini, harus segera diwujudkan, sehingga kawasan Cipayung, Pancoran Mas dan Beji benar-benar dapat terwujud sebagai kawasan yang bersih, dan masyarakat benar-benar peduli mengimplementasikan pengelolaan sampah yang baik.

“Dengan begitu, bukan tidak mungkin cita-cita yang selama ini kita impikan untuk mewujudkan sungai yang bening dan bebas dari sampah dapat terealisasi, dengan dibarengi keseriusan pemerintah menanggulangi masalah tersebut,” tambah Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan ini berharap.