Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Juni 2015
Kamis, 17 Juli 2014
Buka Bersama di Bawaslu, Aher Ajak Pertahankan Disiplin Puasa
BANDUNG - Safari silaturahim
buka puasa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pada Rabu, 16 Juli
2014, bersama keluarga besar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar.
Hadir beberapa pejabat Pemprov Jabar, jajaran Bawaslu, dan perwakilan
kedua kontestan Pemilu Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto dalam
sambutan sebelum berbuka puasa menyatakan terimakasih pihaknya atas
pemilihan kantor Bawaslu dalam rangkaian silaturahim Ramadhan.
"Semoga
pertemuan seperti ini semakin mengakrabkan kita semua sebagai bagian
komponen anak bangsa," kata Harminus.
Sementara Aher mengatakan ibadah puasa
membangun kedisiplinan umat muslim. Selama menunaikan puasa, katanya,
kaum muslim dilatih menaati tahap-tahap pelaksanaan ibadah tanpa
dikontrol oleh siapapun.
"Selama puasa, kita menaati kapan harus
berbuka puasa, kapan imsak. Kita taat tanpa harus dikomando siapapun.
Semua bertindak disiplin," ujar Aher.
Ditambahkan, penting bagi siapapun untuk
mempertahankan dan membangun kedisiplinan selepas Ramadhan. Bila hal
ini dijalankan, tegas Aher lagi, produktivitas sumberdaya manusia (SDM)
dipastikan akan meningkat.
Sehubungan dengan pelaksanaan pilpres,
Gubernur Jabar menegaskan harapannya semoga presiden-wakil presiden yang
terpilih bakal membawa Indonesia jauh lebih baik dibanding hari
kemarin.
"Pilpres sekarang pertama kali
dilaksanakan pada bulan puasa. Semoga berkah Ramadhan juga berimbas pada
terpilihnya presiden dan wakil presiden yang terbaik bagi Indonesia.
Dengan demikian warga Jabar juga semakin sejahtera, insyaAllah," papar
Aher.
Buka puasa di Bawaslu Jabar, yang juga
dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar yayat Hidayat, ditutup
dengan salat berjamaah.
Kamis, 26 Juni 2014
Jelang Ramadhan, Wali Kota Depok Sidak Pasar Sukatani
Tapos, Depok - Seperti diketahui ketersediaan dan kestabilan harga barang kebutuhan pokok di Kota Depok menjelang bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri
1435 H naik turun. Hasil monitoring oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) Kota Depok per 20 Juni 2014, terjadi kenaikan
harga daging ayam Broiler, telur ayam Broiler, dan bawang merah,
sedangkan yang mengalami penurunan harga adalah daging sapi murni, cabe
merah kriting dan cabe rawit merah.
Terkait hal tersebut, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il bersama Disperindag melakukan Monitoring
Harga di Pasar Sukatani, Tapos Depok pada Rabu (25/06/2014), pagi tadi.
Turut mendampingi Wali Kota, Asisten Ekbangsos, DKUP, Distankan, Bagian
Ekonomi serta Kepala OPD terkait.
Disela kunjungan Orang nomor satu di Kota Depok itu, beliau sempat
berinteraksi dengan pengunjung pasar. Mereka bersyukur dan senang atas
renovasi yang dilakukan di Pasar Sukatani ini hingga terasa nyaman dan
bersih.
Dalam paparannya, Pemimpin Kota belimbing itu mengatakan operasi
pasar hanya akan dilakukan disaat-saat tertentu dan saat dibutuhkan,
untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Terkait makanan yang
mengandung bahan-bahan kimia, dirinya menghimbau kepada seluruh konsumen
agar pintar memilih makanan siap saji dan yang perlu diingatkan
sebenarnya adalah para pedagang, hendaknya dapat memperhatikan komposisi
yang ada di dalam makanan. Jika memang terbukti ada oknum nakal, maka
Pemkot siap memberikan sanksi dan dihukum sebagaimana mestinya.
“Diharapkan masyarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas dengan
memilih jenis pangan alternatif yang lebih murah jika harga bahan pokok
melonjak, mengingat kejadian ini menjadi rutinitas menjelang bulan suci
ramadhan dan Idul Fitri,” tandasnya.
Pemkot Depok juga menghimbau kepada para pedagang untuk tidak
menaikan harga barang kebutuhan pokok terlalu tinggi dan mengambil margin
keuntungan yang terlalu besar serta tidak melakukan penimbunan barang
kebutuhan pokok selama ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Selasa, 16 Juli 2013
Safari Ramadhan Kang Aher: Laporkan Jika Ada Kesulitan Pengembangan Usaha
BANDUNG – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sabtu (13/7) menghadiri Safari
Ramadhan Menteri Perindustrian di Trans Hotel Bandung. Selain dihadiri
langsung oleh Menteri Perindustrian RI, M.S Hidayat, acara diskusi
jelang buka puasa itu dihadiri juga oleh para pengusaha di Jawa Barat.
Dalam diskusi itu, ada beberapa keluhan soal birokrasi yang masih menghambat pengembangan usaha.
“Segera laporkan ke Saya jika ada kesulitan dalam pengembangan usaha
dari birokrasi. Sejauh usaha itu menunjang perkembangan ekonomi dan
kesejahteraan rakyat, kita tidak akan mempersulit” ujar Gubernur.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan juga mengungkapkan, beberapa produk
makanan dan minuman menjadi andalan Jawa Barat dalam menunjang
perkembangan ekonomi di Jawa Barat.
“Produk makanan, minuman dalam kemasan, industri kreatif, Jawa Barat
mensuplai hampir 90 persen untuk nasional. Jadi prospeknya sangat bagus
sekali” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta Pemerintah pusat agar
memberi kelonggaran dan proteksi khusus pada bisnis unggulan di Jawa
Barat itu, terutama dalam hal bisnis makanan.
Jumat, 28 Juni 2013
Isra Mi`raj dan Tarhib Ramadhan, Walikota Depok Bagikan Dana Operasional RT/RW dan LPM
Depok - Hari Kamis (27/06/2013) kemarin, bertempat
di lapangan Balai Kota Depok, Pemerintah Kota Depok mengadakan acara
peringatan Hari Isra’ Mi’raj dan Tarhib Ramadhan 1434 H/2013 M yang
dirangkai dengan membagikan dana operasional kepada RT, RW dan LPM yang
ada di sebelas Kecamatan Kota Depok.
Pemberian dana tersebut secara simbolis
diberikan Nur Mahmudi selaku Walikota Depok kepada 14 perwakilan dari
RT, RW dan LPM yang hadir pagi tadi. Selanjutnya setiap kepala RT, RW
dan LPM menganbil dana tersebut sesuai dengan kecamatan mereka. Untuk
Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, Cimanggis, Tapos, dan Sawangan
pengambilan dana operasional dilakukan di lapangan Balai Kota, Kecamatan
Cilodong dan Bojong Sari di Gedung Balaikota lantai 1, Kecamatan Cinere
di Kantor Dinas Tata Ruang dan Permukinan (Distarkim), Kecamatan
Cipayung di Kantor DPKA, Kecamatan Limo di lantai 2 Mesjid Balaikota,
dan Kecamatan Beji di kantor Bappeda.
Total RT yang diberikan dana tersebut
berjumlah 522 yang mendapatkan dana sebesar 1 juta, sedangkan RW
berjumlah 880 yang mendapatkan dana sebesar 1,2, sedankan sebanyak 63
LPM mendapatkan 2 juta. Selain pemberian dana operasional, setiap ketua
RT, RW dan LPM se-Kota Depok tersebut masing-masing juga mendapatkan
goodie bag yang berisikan CD film dokumenter tentang Kota Depok, buku
berjudul 120 Jam Bersama Nur Mahmudi Isma’il, dan brosur mengenai
program kota Depok. Dengan pemberian barang-barang tersebut, diharapkan
ketua RT, RW dan LPM dapat lebih mensosialisasikan program kota Depok.
Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail juga
mengajak para ketua RT, RW dan LPM untuk lebih menjaga lingkungan demi
mewujudkan cita-cita menjadi kota yang hijau, juga menjadi kota layak
anak.
” Depok baru saja meraih piagam Adipura.
Dan piagam ini merupakan kerja keras dari seluruh masyarakat kota
Depok, saya juga mengajak para ketua RT, RW dan LPM untuk mensukseskan
program-program unggulan kota Depok,” ujar Nur.
Senin, 06 Agustus 2012
Peringati Nuzulul Qur’an 1433 H, PKS Gelar Sidoarjo Mengaji
Memperingati turunnya Alquran (Nuzulul Qur’an 1433 H), DPD PKS Sidoarjo menggelar “Sidoarjo Mengaji”, Minggu (5/8) malam. Kegiatan ini mengundang warga Sidoarjo untuk mengaji di halaman Kantor DPD PKS, Perumahan AURI, Sidoarjo.
Ketua DPD PKS Sidoarjo Aditya Nindyatman, mengatakan kegiatan ini untuk mengajak warga Sidoarjo mengaji Alquran. Paling tidak warga diberi pemahaman sejarah turunnya Alquran, serta isi kitab suci umat Islam tersebut.
Aditya menambahkan, kegiatan ini rutin digelar tiap bulan suci ramadan malam ke 17, dimana Alquran diturunkan.
“Kami berharap kegiatan dengan tema Sidoarjo Mengaji ini bisa memberi pemahamam kepada warga Sidoarjo terkait kitab suci,” ujar pria yang juga anggota DPRD.
Sedangkan bagi kader/fungsionaris partai PKS sendiri membaca Alqur’an selama ramadhan itu menurutnya sudah menjadi instruksi Partai.
” Minimal harus khatam membaca Alqur’an dua kali selama ramadhan, ” akunya.
Kegiatan Sidoarjo Mengaji dimulai pukul 21.00 WIB usai salat tarawih. Selain diikuti kader PKS, puluhan warga Sidoarjo juga ikut menyimak pengajian yang disampaikan oleh KH Muh Salim Imron. Dalam ceramahnya, Ia mengajak warga Sidoarjo untuk lebih memahami Alqur’an.
“Selama ini Alqur’an lebih sering dibaca saat bulan Ramadan. Padahal itu kitab suci kita dan seyogyanya setiap saat untuk dibaca,” ujarnya.
Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin itu menambahkan kita jangan takut tidak bisa membaca Alqur’an. Sebab, meski seseorang membaca Alqur’an terbata-bata itu tetap mendapat pahala. KH Salim Imron menyayangkan karena selama ini kita sibuk bekerja dan mengesampingkan untuk membaca Alqur’an.
Padahal mereka cukup fasih membaca Alqur’an. Kepada kader PKS, khususnya yang menjadi anggota dewan, diingatkan sebaiknya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat harus selalu didampingi Alqur’an. Tanpa itu maka akan selalu tergoda oleh bujuk rayu syetan.
” Jangankan kita sebagai manusia biasa, nabi saja bisa dipengaruhi oleh syetan, ” pintanya.
*radio republik indonesia
Sabtu, 04 Agustus 2012
Puasa Momentum Keluarga Berkumpul
PKS Tapos, Bandung - Bagi keluarga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ramadan merupakan momentum untuk berkumpul sehingga semakin dekat. Ada momentum untuk bersama-sama saat makan sahur atau berbuka puasa.
“Kalau makan sahur, kita di rumah selalu mengupayakan makan bersmaa. Tetapi kalau buka puasa agak kesulitan. Jadi hanya sesekali makan bersama,” ungkap istri Gubernur Jabar Netty Prasetyani Heryawan kepada wartawan di kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung, Jumat (3/8/2012).
Netty menyadari kesibukan suaminya yang pasti memiliki segudang acara. Apalagi dipastikan selama Ramadan, banyak sekali elemen masyarakat ingin bertemu dan sekadar buka puasa atau tarawih bersama pemimpinnya.
“Kalau Ramadan, kita punya waktu yang mengikat untuk makan bareng. Ini yang membuat kita semakin dekat. Semoga Ramadan tahun ini jadi yang paling berkesan. Mungkin bisa saja tahun depan tidak bertemu Ramadan lagi,” ucapnya.
*inilahjabar.com
Rabu, 25 Juli 2012
Kaitannya Terjadi Kriminalitas Anak, Inilah Kultum Wakil Walikota Depok
Bulan Ramadhan 1433 H telah memasuki
hari keempat, Selasa (24/7) Masjid Agung Baitul Kamal Balaikota Depok
terlihat penuh dengan Karyawan dan Karyawati Pemerintah Kota Depok.
Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, seusai solat zuhur
memberikan ceramah singkatnya.
Beliau mengatakan “Bahwa akhir-akhir ini
begitu banyak kasus kekerasan dan kasus kriminalitas yang pelakunya
adalah remaja atau anak-anak. Hal ini cukup menjadi perhatian dan
pertanyaan mengapa hal tersebut dapat terjadi?.
Terlebih lagi Kota Depok yang sedang dan
terus mencanangkan menjadi Kota Layak Anak, dan telah dibentuk RW layak
anak. Oleh karena itu, Wakil Walikota atas nama Pemerintah Kota Depok,
mengajak para orangtua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Karena
banyak perilaku menyimpang anak-anak terlahir dari kurangnya perhatian
yang diberikan para orangtua. Sesibuk apapun seorang ayah, atau Ibu,
harus tetap dapat meluangkan waktu dan memberikan perhatian untuk
anaknya, perhatian merupakan bentuk kasih sayang yang tidak dapat
ditukar dengan apapun.
Menurut cerita dari Rasulullah SAW,
bahwa Allah SWT dalam Firmannya akan menyayangi manusia yang menyayangi
anak-anaknya. Hendaknya ada 3 Aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Mengubah Mind Set
Mind Set Orang tua harus dirubah, agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Sekolah bukanlah tempat untuk membentuk karakter. Setiap anak yang dilahirkan pada awalnya adalah fitrah dan berakhlak baik, tetapi tergantung bagaimana orangtua membentuknya. Oleh karena itu tanggung jawab pendidikan bukanlah disekolah melainkan ada di dipundak orangtua.
2. Tindakan yang sesuai norma
Seorang anak akan membandingkan dan meniru tindakan orangtuanya di rumah.
Jadi tindakan para orangtua hendaknya harus sesuai dengan norma-norma dan nilai kesopanan yang berlaku.
Seorang anak akan membandingkan dan meniru tindakan orangtuanya di rumah.
Jadi tindakan para orangtua hendaknya harus sesuai dengan norma-norma dan nilai kesopanan yang berlaku.
3. Trilogi pendidikan: terdiri dari
komponen Rumah, Sekolah dan Lingkungan, tiga tempat yang sangat
mempengaruhi perkembangan/ pembentukan karakter anak.
Di akhir ceramah, Beliau menghimbau agar
Para orangtua agar mengajarkan anaknya untuk berinteraksi dan mengenal
lingkungan. Seperti yang dikatakan Oleh Walikota, yaitu : paling tidak
seorang anak harus mengenal RT, RW, Lurah, Camat, Walikota dan Gubernur,
dengan pemberitahuan informasi dan bimbingan dari orangtuanya.
Mudah-mudahan beberapa hal yang telah
disampaikan dapat menjadi catatan para orangtuya, agar anak-anak
mempunyai karakter dan ahlakul karimah melalui limpahan kasih sayang dan
bimbingan iman dari kedua orangtuanya, ” tutup kyai Idris.
Label:
anak,
depok,
kh idris abdul shomad,
kriminalitas,
kultum,
ramadhan,
wakil walikota
Masa Reses, Anis Matta Safari Ramadan Keliling Indonesia
PKS Tapos, Jakarta -
Anggota DPR sedang memasuki masa reses (libur sidang) sampai tanggal 16
Agustus nanti. Wakil Ketua DPR Anis Matta punya cara sendiri untuk
mengisi waktu reses yang bertepatan dengan bulan suci ramadan ini.
“Selama Ramadan saya melakukan safari ke daerah-daerah untuk silaturahim dengan kader dan tokoh-tokoh masyarakat. Saya keliling ke Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogjakarta, Banten dan Jawa Barat,” kata Anis kepada detikcom, Rabu (25/7/2012).
Masyarakat, menurut Anis, sangat antusias menyambut kedatangan wakil rakyat ke daerah. Safari Ramadan diisi dengan banyak hal termasuk berdiskusi dengan masyarakat.
“Mayarakat umumnya sangat antusias, karena mereka bisa mendapatkan pencerahan wawasan dan jiwa. Umumnya saya memberikan pencerahan pemikiran dan spiritual selama keliling itu. Melalui dialog tentang cara mendapatkan inspirasi Alquran dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan dan kenegaraan kita,” papar Sekjen PKS ini.
Lebih dari itu, Anis menambahkan, masyarakat juga senang karena bisa bertatap muka langsung dengan politisi Senayan. Safari Ramadan kali ini memberi kesan tersendiri bagi Anis Matta.
“Pencerahan begini membuat mereka melihat sisi lain dari politisi . Bahwa ternyata politisi tidak melulu bicara politik saja. Mereka bosan dengan obrolan politik melulu dan mengaharap ada sesuatu yang lain yang kita bawa untuk mereka,” tutupnya.
“Selama Ramadan saya melakukan safari ke daerah-daerah untuk silaturahim dengan kader dan tokoh-tokoh masyarakat. Saya keliling ke Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogjakarta, Banten dan Jawa Barat,” kata Anis kepada detikcom, Rabu (25/7/2012).
Masyarakat, menurut Anis, sangat antusias menyambut kedatangan wakil rakyat ke daerah. Safari Ramadan diisi dengan banyak hal termasuk berdiskusi dengan masyarakat.
“Mayarakat umumnya sangat antusias, karena mereka bisa mendapatkan pencerahan wawasan dan jiwa. Umumnya saya memberikan pencerahan pemikiran dan spiritual selama keliling itu. Melalui dialog tentang cara mendapatkan inspirasi Alquran dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan dan kenegaraan kita,” papar Sekjen PKS ini.
Lebih dari itu, Anis menambahkan, masyarakat juga senang karena bisa bertatap muka langsung dengan politisi Senayan. Safari Ramadan kali ini memberi kesan tersendiri bagi Anis Matta.
“Pencerahan begini membuat mereka melihat sisi lain dari politisi . Bahwa ternyata politisi tidak melulu bicara politik saja. Mereka bosan dengan obrolan politik melulu dan mengaharap ada sesuatu yang lain yang kita bawa untuk mereka,” tutupnya.
Rabu, 13 Juni 2012
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 20 Juli
dakwatuna.com – Padang. Kendati pemerintah belum
mengumumkan secara resmi menetapkan masuknya 1 Ramadhan 1433 Hijriah
sebagai awal dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam, jauh-jauh hari
Muhammadiyah telah menetapkan 20 Juli merupakan jatuhnya awal 1 Ramadhan
1433 H.
Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera
Barat Bidang Hisab, Bahktiar, kepada Haluan, Kamis (7/6) mengatakan, PP
Muhammadiyah telah menetapkan 20 Juli 2012 awal masuknya 1 Ramadan. Hal
ini berdasarkan metode penetapan hisab yang menunjukkan Matahari telah
terbenam terlebih dahulu dari pada 29 Sya’ban.
“Tidak seperti
biasa, tahun ini diprediksi terjadi perbedaan dalam menentukan awal 1
Ramadan. Biasanya Muhammadiyah dan pemerintah
berbeda dalam
menentukan 1 Syawal atau Lebaran. Namun sebaliknya, pada tahun ini akan
terjadi perbedaan pada masuk 1 Ramadan. Sementara dalam penentuan 1
Syawal kemungkinan akan sama,” kata Bahktiar.
Ia menjelaskan,
perbedaan tersebut akan terjadi karena cara menentukan masuknya 1
Ramadan, Muhammadiyah menggunakan hisab. Sementara pemerintah
menggunakan motode rhukyat. Saat Matahari tenggelam, ketinggian hilal
hanya 1.3. Bagi Muhammadiyah, ini sudah memenuhi kriteria wujudul
hilalnya. Sedangkan bagi pemerintah tetap merujuk imkanur rukyat di atas
2.
Dikatakannya, sementara untuk merukhiyat pada 29 Sya’ban tidak
dimungkinkan. Karena ketinggian hilal baru 1.3. Sementara pemerintah
baru akan mengklaim berhasil melihat hilal pada tanggal 19 Juli setelah
sidang itsbat. Oleh sebab itu, Muhammadiyah akan berbeda memulai 1
Ramadan dengan pemerintah.
“Muhammadiyah akan memulai puasa tanggal 20
juli 2012. Sedangkan memulai salat taraweh tanggal 19 Juli,” katanya.
Sementara
itu dalam menentukan 1 Syawal 1433 H pada tanggal 19 Agustus 2012
pemerintah dan Muhammadiyah akan bersama-sama. Ini disebabkan bulan baru
terjadi setelah lewat Maghrib hampir pukul 23: 00 WIB tanggal 17
Agustus, sehingga tanggal 18 Agustus bulan sudah sangat besar untuk
dirukhyat hilal berada di kisaran ketinggian 6.8 ketika Matahari
tenggelam.
Bahktiar menambahkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Sumbar secara resmi akan meluncurkan Imsakiyah Ramadan 1433 H di gedung
Dakwah Muhammadiyah Sumbar Jalan Sawahan No. 22 Padang, 16 Juli 2012.
Imsakiyah besar sepanjang 4X6 meter akan di pajang pada dua tempat yaitu
di Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Masjid Muhammadiyah Kota Padang.
“Launching
Imsakiyah ini untuk menjadi acuan pelaksanaan ibadah Ramadan. Tidak
hanya penetapan 1 Ramadan yang jatuh pada tanggal 20 Juli saja, juga
menetapkan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 19 Agustus 2011,” kata
Bahktiar.
Selain itu, Bahktiar juga mengimbau masyakat tidak
mempersoalkan perbedaan yang terjadi. Tetapi juga mengambil hikmah dari
perbedaan tersebut. Hal tersebut juga terjadi karena perbedaan metode
yang digunakan. Dia juga mengajak warga masyarakat agar mengisi Ramadan
nanti dengan melakukan amal ibadah sebanyak mungkin.
Sementara
itu, ketua persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar H Boy Lestari mengatakan,
untuk menentukan 1 Ramadan dan 1 Syawal, mereka tetap berpedoman kepada
pemerintah. Ia berpendapat, terjadinya perbedaan tidak bisa dielakkan
karena cara yang ditempuh oleh pemerintah dan Muhammadiyah berbeda.
“Tidak
perlu mempersoalkan perbedaan. Karena, masing-masing metode sudah
memiliki dasar yang kuat. Sekarang tinggal bagaimana kita berpedoman
terhadap apa keyakinan sudah kita pegang,” katanya.
Selasa, 22 Mei 2012
Seputar Doa Bulan Rajab untuk Menyambut Ramadhan

Setiap kali memasuki Rajab, kita biasanya akan kembali mendengar sebuah
doa yang sangat populer, baik melalui SMS, ataupun langsung dari
penceramah dan muballigh. Sebuah doa yang menyiratkan kerinduan akan
romadhon, doa tersebut adalah :
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان
“Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan”
Doa tersebut banyak disandarkan dari Rasulullah SAW, dan dinyatakan sebagai kebiasaan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab. Hadits yang memuat doa tersebut bertebaran di banyak kitab hadits, namun memang tidak didukung dengan kekuatan sanad yang baik. Beberapa perawi yang meriwayatkan lafadz doa tersebut antara lain : Imam Ahmad dalam Musnadnya , Ibn Sunny dalam “Amal Yaumi wal Lailah” , Imam Baihaqiy dalam Syu’abul Iman , Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, dan AlBazar dalam Musnadnya.
Meskipun ada di beberapa kitab hadits, tetapi sanadnya tidak kuat, khususnya yang ada pada riwayat Imam Ahmad, dimana ada dua nama perawi masing-masing : Zaidah bin Abi Roqid dan Ziyad bin Abdullah, yang dilemahkan oleh imam ahlu hadits. Bahkan tentang Zaidah, seorang imam Bukhori pun menyatakan dengan lugas bahwa ia seorang munkarul hadits.
Hasil akhir penilaian para ulama memang menghukumi bahwa hadits ini adalah lemah sanadnya. Tak kurang Imam An-Nawawi dalam al Adzkar , adz Dzahabi didalam “Al Mizan” dan , Syeikh Ahmad Syakir, Syuaib al-Arnauth, dan Syeikh Albani menyebutkan hal yang sama dan tak jauh berbeda tentang lemahnya sanad hadits ini.
Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana dengan fenomena tersebarnya hadits tersebut dan hukum mengamalkannya ? Saya yakin hal ini menjadi pertanyaan sebagian besar mereka yang mempunyai semangat keislaman tinggi, serta penjagaan atas orisinalitas dalam hal ibadah. Untuk menjawab hal tersebut, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita bahas secara objektif :
Pertama : Tentang Kebolehan Amal dengan Hadits Dhoif
Doa tersebut banyak disandarkan dari Rasulullah SAW, dan dinyatakan sebagai kebiasaan Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab. Hadits yang memuat doa tersebut bertebaran di banyak kitab hadits, namun memang tidak didukung dengan kekuatan sanad yang baik. Beberapa perawi yang meriwayatkan lafadz doa tersebut antara lain : Imam Ahmad dalam Musnadnya , Ibn Sunny dalam “Amal Yaumi wal Lailah” , Imam Baihaqiy dalam Syu’abul Iman , Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, dan AlBazar dalam Musnadnya.
Meskipun ada di beberapa kitab hadits, tetapi sanadnya tidak kuat, khususnya yang ada pada riwayat Imam Ahmad, dimana ada dua nama perawi masing-masing : Zaidah bin Abi Roqid dan Ziyad bin Abdullah, yang dilemahkan oleh imam ahlu hadits. Bahkan tentang Zaidah, seorang imam Bukhori pun menyatakan dengan lugas bahwa ia seorang munkarul hadits.
Hasil akhir penilaian para ulama memang menghukumi bahwa hadits ini adalah lemah sanadnya. Tak kurang Imam An-Nawawi dalam al Adzkar , adz Dzahabi didalam “Al Mizan” dan , Syeikh Ahmad Syakir, Syuaib al-Arnauth, dan Syeikh Albani menyebutkan hal yang sama dan tak jauh berbeda tentang lemahnya sanad hadits ini.
Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana dengan fenomena tersebarnya hadits tersebut dan hukum mengamalkannya ? Saya yakin hal ini menjadi pertanyaan sebagian besar mereka yang mempunyai semangat keislaman tinggi, serta penjagaan atas orisinalitas dalam hal ibadah. Untuk menjawab hal tersebut, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita bahas secara objektif :
Pertama : Tentang Kebolehan Amal dengan Hadits Dhoif
Dalam khazanah pemikiran Islam, hadits dhoif tidak lantas kemudian ditinggalkan begitu saja dan menjadi tidak berguna begitu saja. Namun bisa digunakan khususnya terkait fadhoilul amal, motivasi (targhib dan tarhib), bukan dalam masalah halal haram apalagi keyakinan. Dalam hal ini memang ada perbedaan pandangan di antara ulama. Imam Nawawi dan sebagian ahlu hadits dan fuqoha yang lain memandang kebolehan menggunakan hadits dhoif dalam fadhoil amal.
Ibnu Hajar juga memperbolehkan untuk mengamalkan hadits dhaif dalam bidang targhib dan tarhib, tentu saja dengan syarat yang cukup selektif antara lain : tidak diriwayatkan oleh perawi yang pendusta, bukan termasuk amal perbuatan yang sama sekali tidak mempunyai asal/dasar, dan hendaknya dilakukan dengan tanpa meyakini bahwa hal tersebut adalah diperbuat oleh Rasulullah SAW.
Dengan keterangan di atas, maka melafalkan hadits doa bulan Rajab adalah boleh, sepanjang kita tidak meyakini bahwa hal tersebut benar-benar diucapkan oleh Rasulullah SAW, dan yang terpenting adalah memahami makna yang terkandung di dalamnya, sebagai bentuk motivasi dan pengingatan diri kita akan datangnya Ramadhan. Dan yang jelas, ketika menyampaikan kepada orang lain, hendaknya juga kita tekankan hal tersebut ; bahwa dari sisi riwayat hadits ini lemah, namun dari sisi makna harus kita ambil pelajaran dan motivasinya.
Kedua : Merindukan Ramadhan dengan Doa Mutlak dan Persiapan Amal
Secara riwayat, hadits tentang doa di atas memang lemah. Namun kita semua pasti sepakat bahwa apa yang terkandung di dalamnya adalah kuat secara makna. Bagaimana tidak ? doa tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah gambaran sekaligus anjuran bagaimana kita menyambut dan merindukan ramadhan, bahkan lebih jauh lagi menyiapkan diri dan banyak hal untuk menyambut kedatangan bulan mulia tersebut.
Semangat dan kerinduan menyambut
Ramadhan, adalah gambaran para sahabat secara umum dalam kesehariannya.
Ibnu Rajab meriwayatkan bagaimana kondisi para sahabat Rasulullah SAW
terkait Ramadhan :
كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَبْلُغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ
”Mereka (para sahabat) berdo’a kepada Allah selama 6
bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan. Kemudian mereka pun
berdo’a selama 6 bulan agar amalan yang telah mereka kerjakan diterima
oleh-Nya.” (Kitab Lathaaiful Ma’arif ).
Maka hal inilah yang harus senantiasa kita utamakan dan ambil inspirasinya. Tidak hanya terjebak dalam lafal doa semata tanpa kesiapan riil dalam amal dan perbuatan. Syeikh Abdul Karim bin Abdulah al-Khudair pernah ditanya tentang seorang yang berdoa dengan “ Allahuma bariklana fi rojab wa sya’ban wa ballighna romadhon “. Maka beliau menjawab dengan tenang : Semoga Allah memberikan pahala kepadanya. Memang hadits (doa) ini tidak kuat, namun jika seorang muslim berdoa kepada Allah SWT agar menyampaikannya bulan Ramadhan, dan memberikan taufiq dalam mengamalkan puasa dan tarawih di dalamnya, dan mendapatkan lailatul qadar, atau berdoa dengan doa mutlak yang lainnya. Maka hal ini insya Allah boleh dan tidak mengapa.
Ibnu Rojab masih dalam kitab yang sama, ketika menjelaskan hadits di atas memberikan pelajaran agung kepada kita : Dalam hadits ini terdapat dalil tentang anjuran berdoa minta panjang usia agar mendapati waktu-waktu yang mulia, agar dapat menjalankan amal sholih di dalamnya. Sesungguhnya seorang muslim tidaklah bertambah usianya kecuali untuk kebaikan, dan sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan banyak amalnya.
Akhirnya, marilah kita tidak terjebak dalam lafadz doa hadits di atas. Yang mengamalkannya hendaknya mengetahui sejauh mana keyakinannya akan kekuatan hadits tersebut. Yang tidak sepakat, hendaknya menyadari ini wilayah perbedaan pendapat ulama sehingga sikap toleransi dan menghormati harus dijunjung tinggi. Dan yang lebih baik dari itu semua, menyiapkan diri dan semangat untuk memasuki ramadhan, tidak hanya dengan lafal doa saja, dan jika pun kita berdoa, maka bisa dengan rangkaian doa mutlak dan umum agar diberikan kesempatan dan kekuatan dalam memasuki bulan Ramadhan yang mulia. Wallahu a’lam.
Maka hal inilah yang harus senantiasa kita utamakan dan ambil inspirasinya. Tidak hanya terjebak dalam lafal doa semata tanpa kesiapan riil dalam amal dan perbuatan. Syeikh Abdul Karim bin Abdulah al-Khudair pernah ditanya tentang seorang yang berdoa dengan “ Allahuma bariklana fi rojab wa sya’ban wa ballighna romadhon “. Maka beliau menjawab dengan tenang : Semoga Allah memberikan pahala kepadanya. Memang hadits (doa) ini tidak kuat, namun jika seorang muslim berdoa kepada Allah SWT agar menyampaikannya bulan Ramadhan, dan memberikan taufiq dalam mengamalkan puasa dan tarawih di dalamnya, dan mendapatkan lailatul qadar, atau berdoa dengan doa mutlak yang lainnya. Maka hal ini insya Allah boleh dan tidak mengapa.
Ibnu Rojab masih dalam kitab yang sama, ketika menjelaskan hadits di atas memberikan pelajaran agung kepada kita : Dalam hadits ini terdapat dalil tentang anjuran berdoa minta panjang usia agar mendapati waktu-waktu yang mulia, agar dapat menjalankan amal sholih di dalamnya. Sesungguhnya seorang muslim tidaklah bertambah usianya kecuali untuk kebaikan, dan sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan banyak amalnya.
Akhirnya, marilah kita tidak terjebak dalam lafadz doa hadits di atas. Yang mengamalkannya hendaknya mengetahui sejauh mana keyakinannya akan kekuatan hadits tersebut. Yang tidak sepakat, hendaknya menyadari ini wilayah perbedaan pendapat ulama sehingga sikap toleransi dan menghormati harus dijunjung tinggi. Dan yang lebih baik dari itu semua, menyiapkan diri dan semangat untuk memasuki ramadhan, tidak hanya dengan lafal doa saja, dan jika pun kita berdoa, maka bisa dengan rangkaian doa mutlak dan umum agar diberikan kesempatan dan kekuatan dalam memasuki bulan Ramadhan yang mulia. Wallahu a’lam.
Langganan:
Postingan (Atom)


