Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Safari Dakwah PKS Menembus Kubangan Lumpur Untuk Temui Masyarakat

Perlu perjuangan berat bagi DPW PKS untuk menemui masyarakat. Meski menembus kumbangan lumpur di tengah malam.

KUANTAN SINGINGI - Hanya untuk memenuhi janji bertemu dengan masyarakat desa Pulau Kedundung, Kanagarian Taluk, rombongan Safari Pemenangan Dakwah PKS Riau yang dikomandoi Ketua MPW, Amin Triawan, rela menembus gelapnya malam dan jalan berlumpur.

“Salah satu gubernur di Indonesia mau bertungkus lumus seperti ini juga karena kader-kader PKS melakukannya. Kami sudah terbiasa melakukannya dan tidak mengenal waktu, tidak melihat tempat. Masih banyak daerah-daerah yang selama ini jarang disambangi membutuhkan uluran tangan kita.” Demikian dikatakan Amin Triawan. Bahkan, para peserta rombongan, justru merasa sangat menikmati bertungkus lumus melewati jalan berlumpur,” kata Amin Triawan ketika harus melalui jalan-jalan berlubang dan berlumpur, Kamis malam (21/03).

Hal ini juga yang membuat masyarakat yang hendak ditemui rombongan ini rela menanti lama. Pertemuan pun dimulai dari rumah tokoh muda, bang Jhoni, sapaan akrab tokoh pemuda di daerah itu. Janji pertemuan semula dijadwalkan pukul 16.00 WIB, tetapi karena padatnya agenda hari pertama di ibukota kabupaten, rombongan baru berangkat setelah shalat Isya, ditambah lagi kondisi jalan yang darurat, jelas saja acara menjadi molor.

Hal ini tidak membuat bang Jhon merasa kecewa, malah mengungkapkan terima kasih karena sudi bertamu kerumahnya. Selanjutnya rombongan bertamu ke rumah kepala desa Pulau Kedundung, pak Bahrin. Beliau makin bangga dengan PKS, karena mau menempuh jalan yang berlubang, dan apalagi PKS siap berdakwah.

“Di desa kami, sudah ada empat wirid yasinan. Selama ini kami disini baru hanya wirid yasin biasa. Tidak ada ceramah agama dari da’i. Kami mohonlah kepada PKS untuk memberikan ceramah agama,” pinta kepala desa yang baru menjabat 8 bulan ini. Menanggapi permintaan dari kepala desa ini, ustadz Sugeng Prihatin, salah seorang da’i diantara rombongan PKS, mengapresiasi dan akan menindak lanjuti permintaan ini. 

“Di kabupaten Kuantan Singingi ini, kami telah bekerja sama dengan Ikadi (Ikatan Da’i Indonesia) dan Pondok pesantren Syafa’aturrosul. Insya Allah nanti akan kami kirim da’i yang akan mengisi ceramah-ceramah ke sini,” terang Sugeng, yang juga anggota bidang Kaderisasi DPW PKS Riau.

Walaupun jarum jam sudah menunjukkan 21.30, tim safari masih melanjutkan perjalanan ke rumah tokoh masyarakat, Maslih. Bapak tua yang sangat semangat itu menyambut rombongan PKS meski tanpa diberitahu sebelumnya.

Malah beliau banyak bercerita tentang PKS dan para petinggi PKS yang beliau kenal. Bapak dari tiga anak ini sempat bercerita bahwa hatinya sakit ketika LHI ditangkap. 

“Saya tidak percaya sedikitpun kalau ustad LHI melakukan korupsi,” kata Maslih dengan wajah sedih. Beliau juga meragukan kalau karena hal ini suara PKS akan turun.

“Saya hanya bisa mengajak kita agar saling bahu membahu. Kita kuat dengan persatuan, untuk memenangkan PKS di kanagarian Kuantan ini.” Tambahnya lagi. 

Malam sudah larut, beliau melepas rombongan untuk melanjutkan perjalanan, dengan harapan akan bisa bertemu kembali dengan rombongan di lain waktu.

Jumat, 25 Mei 2012

Antara Kader Dakwah dan Singa



Nah, lebih banyak laki-laki kan? Jadi para ikhwan tidak memiliki alasan bahwa jumlah akhwat lebih banyak karena segmen dakwahnya lebih luas. Tidak.

Tahukah Anda? Lebih dari 90% perburuan di kalangan singa dilakukan oleh sang betina. Bagaimana dengan para singa jantan? Ternyata mereka enggan mengambil risiko nyawa, atau lebih suka santai dan istirahat.

Membaca hasil penelitian ini kita jadi tertegun. Kita lalu membandingkan dengan jumlah aktifis dakwah, komposisi ikhwan dan akhwat, serta aktifitas mereka khususnya dalam dua kerja besar: merekrut dan membina.

Lihatlah acara-acara dakwah dan pertemuan-pertemuan harakah. Hampir selalu jumlah akhwat lebih banyak daripada ikhwan, kalau tidak boleh menyebutnya mayoritas. Lautan jilbab belum juga tertandingi oleh lautan peci atau rambut hitam ikhwan.

Apa sebabnya? Populasi perempuan lebih banyak dari laki-laki? Tidak juga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia 237.556.363 orang; terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Nah, lebih banyak laki-laki kan? Jadi para ikhwan tidak memiliki alasan bahwa jumlah akhwat lebih banyak karena segmen dakwahnya lebih luas. Tidak!

Lalu mengapa? Mereka yang mengamati aktifitas harakah dan partisipasi dakwah akan menemukan hal-hal sebagai berikut:

1. Akhwat lebih rajin menghadiri acara-acara dakwah dan aktifitas harakah daripada ikhwan
2. Jumlah rekrutmen akhwat hampir selalu lebih besar daripada jumlah rekrutmen ikhwan
3. Semangat akhwat dalam partisipasi dakwah dan membina lebih besar daripada ikhwan

Tentu saja kesimpulan ini bersifat general, tidak bermaksud memaknainya secara personal bahwa setiap akhwat pasti lebih rajin atau lebih aktif daripada ikhwan. Ada beberapa pengecualian, bahwa akhwat-akhwat tertentu tidak lebih rajin daripada ikhwan, sebagaimana ada ikhwan-ikhwan tertentu yang tidak kalah semangat merekrut dan membina dibandingkan dengan akhwat.

Renungan singkat ini hanya mengingatkan kita, khususnya para ikhwan: jadilah kita pelopor kebajikan, aktifis dakwah yang memiliki syaja'ah dan hamasah, siap berburu pahala. Karena kita bukanlah singa jantan yang malas atau takut cedera.

Jumat, 18 Mei 2012

Kami Senang Memperjuangkan Dakwah ini..

Jam sudah menunjukkan pukul 21.00, beberapa ikhwah sudah berkumpul di sebuah rumah kader yang asri di bilangan komplek perumahan PSP (Pondok Sukatani Permai). Rumah Bapak Eko - bendahara PKS Tapos- malam itu dijadikan sebagai tempat pertemuan rapat koordinasi pengurus DPC dengan Dpra se-Tapos.  Tampak hadir ketua Dpra Sukatani –Akh Slamet-, ketua Dpra Sukamaju Baru –Akh Surono-, ketua Dpra Tapos –Akh Sahal-, tak ketinggalan tuan rumah bapak Eko. Diawali obrolan ringan dan setelah memastikan tak ada lagi yang datang maka rapat rutin 2 pekanan pun dimulai.


Dengan dipimpin sekretaris DPC –Akh Subehi- rabu malam kamis 16/5/2012 ikhwah membahas agenda dan kerja dakwah di wilayah Tapos. Bahasan lebih terfokus pada beberapa tugas dakwah yang dalam waktu dekat harus ditunaikan, di antaranya adalah persiapan keberangkatan ketua Dpra se-Tapos ke Bandung tanggal 19 Mei 2012 dalam rangka Apel Siaga PKS Jabar dan Milad ke-14 PKS, juga membahas pembentukan Tim Pemenangan Pilgub dan Pemilu Jabar tingkat kecamatan.

 
Begitu asyiknya berdiskusi, bertukar pikiran akan banyak hal yang berkaitan dengan kerja dan peran struktur dalam dakwah, diselingi canda segar penuh kekeluargaan, tak terasa malam telah larut. Jam telah menunjukkan pukul 23.30, dan para ikhwah tersenyum beranjak pulang dengan membawa harapan dan semangat untuk tetap bersama memperjuangkan dakwah Islam yang indah ini.


*admin

Kamis, 03 Mei 2012

Profil Anis Matta, Sang Aktivis..






Tentang M. Anis Matta yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1968. Sejak kecil punya minat baca yang besar. Bahkan, liburan sekolah tidak diisi dengan kegiatan lain, kecuali membaca. Dari pagi hingga malam. Ustadz muda ini mengaku tidak pernah punya cita-cita muluk. Tapi, terobsesi punya perpustakaan besar. Dan, buku yang paling berpengaruh pada dirinya adalah Berpikir dan Berjiwa Besar. Ia punya dua buku monumental. Biar Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga yang diterbitkan Pustaka UMMI dan Risalah Pergerakan, terjemahan Risalah Ta’lim-nya Hasan AI-Banna. Selain, itu ada beberapa buku lagi yang ikut menyumbang perkembangan pemikiran Islam di Indonesia. Anis meraih gelar S1 di bidang syanat Islam dari LIPIA pada tahun 1992. Pada tahun 2001 ikut pendidikan di LEMHANNAS. 


Anis Matta diputuskan sebagai Wakil Ketua DPR berdasarkan Rapat Badan Pengurus Harian Dewan Pengurus Pusat PKS Agustus lalu. Anis Matta dinilai punya pengalaman baik sebagai anggota DPR maupun kiprah di internal PKS karena sudah tiga periode menjadi Sekretaris Jenderal.Anis Matta juga tidak punya masalah hukum. Pria, 41 tahun lalu ini juga duduk di Majelis Hikmah PP Muhammadiyah. 

Menjabat sebagai  Wakil ketua DPR RI hal yang paling ia harapkan adalah adanya sumber daya infrastruktur yang kuat akan percepatan pembangunan. Ia mengusulkan, infrastruktur itu dapat berupa perpusatakaan semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Dengan adanya perpustakaan, yang diimpikannya terbesar di dunia, maka anggota DPR tidak perlu lagi melakukan banyak studi banding ke luar negeri. 

Bagi aktivis masjid kampus, nama Anis Matta tentu tidak asing lagi. Selain  dikenal sebagai aktivis partai politik,  juga dikenal sebagai penulis yang cukup produktif dalam menelurkan karya. Karya-karyanya tersebar dibeberapa media Islam seperti Saksi, Tarbawi, Ummi dan Suara Hidayatullah. Karya-karya yang tercecer diberbagai media Islam tersebut sebagian besar telah dikumpulkan menjadi sebuah buku,

Berbicara dalam konteks Indonesia, Anis Mata berpendapat bahwa gerakan-gerakan pemikiran Islam yang dibangun sebagai kekuatan pro sekuler didalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik yang dulu bernama gerakan pembaharuan maupun yang reinkarnasinya kini bernama Islam Liberal atau Islam kiri, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang orisinil, komprehensif, berlandaskan metodologi yang kokoh dan output empiris yang sukses. Sementara, permasalahan lain dari gerakan sekuler seperti Islam Liberal atau Islam kiri adalah ketergantungan mereka akan dukungan politik, media dan dana dari Barat.

Anis Matta menyebut gerakan semacam itu dengan istilah “pepesan kosong”,  doyan bermain retorika, tidak produktif dan lebih berorientasi mengganggu apa yang mereka sebut sebagai gerakan “Islam Fundamentalis”, ketimbang membangun sebuah dunia nyata dari gagasan besar yang lengkap.

* * * * *

Biodata Singkat M. Anis Matta

No. Anggota DPR RI: A-96
Tempat Lahir: Bone
Tgl Lahir: 07-12-1968
Agama: Islam

Riwayat Pendidikan:
1 SD Inpres Welado 1980
2 SMP Darul Arqam 1983
3 SLTA Darul Arqam 1986
4 LIPIA 1992
5 KSA IX Lemhanas 2001

Riwayat Pekerjaan:
1 Komisaris PT Indo Media Green Pages
2 Preskom PT Manara Inti Tijara
3 Direktur Pusat Studi Isalam Almanar
4 Dosen Agama Islam FE UI Program Extension 1996-1998

Riwayat Organisasi:
1 Anggota Majelis Hikmah PP Muhamadiyah 2000-2005
2 Anggota Ikatan Alumni Lemhanas 2001 - 2006

© Sekretariat Jenderal DPR RI