Tampilkan postingan dengan label malut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malut. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Pilgub Malut, Anis Matta Hadiri Deklarasi Abdul Ghani Kasuba - M.Nasir Thaib

Presiden PKS Anis Matta
Presiden PKS Anis Matta
TERNATE - Tak kurang dari 10 ribu warga Maluku Utara akan menghadiri acara deklarasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Abdul Ghani Kasuba (AGK)-Muhammad Nasir Thaib (Manthab).

Acara deklarasi sendiri digelar di Open Space Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Minggu (24/3/2013).

Presiden PKS Anis Matta dan seluruh jajaran DPP PKS yang berjumlah 20 orang akan hadir dalam deklarasi tersebut. Anis Matta yang seringkali dijuluki 'Soekarno Muda', juga akan memberikan orasi kemenangan bagi pasangan dengan slogan 'Slogan AGK-Manthab Selalu Di Hati' ini.

Selain jajaran pengurus pusat PKS, ribuan massa diperkirakan akan menghadiri deklarasi ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Maluku Utara, seperti Ternate, Tidore, Halmahera Selatan, Morotai, Oba, Sofifi, Halmahera Barat. Pengurus dan massa dari lima parpol lainnya juga akan ikut hadir, seperti dari Republikan, PDK, PKB, PKPI dan PKRN.

Pasangan AGK-Manthab telah mendaftar sebagai peserta pilgub Malut ke KPUD pada Jumat, 22 Maret lalu. Pasangan ini menjadi peserta pertama yang mendaftar. Pasangan lain yang kemungkinan juga akan ikut bertarung dalam pilgub Malut adalah Muhajir Albar-Syahrin Hamid yang didukung PBB dan PAN, dan Syamsir-Beni Laos yang didukung Golkar dan sejumlah parpol non kursi.

Sebagai partai pemenang pemilu di urutan ke-4 pada pemilu 2009, PKS meyakini incumbent yang diusungnya bersama 5 parpol lain dapat kembali meraih kemenangan.

Abdul Gani Kasuba merupakan PJ Bupati Halmahera Timur. AGK juga mengalir dalam dirinya darah pejuang, keturunan Sultan Nuku, Sultan Tidore yang bergelar Sayyidul Jihad yang berhasil mengusir Belanda tahun 1500-an. Apalagi berdasarkan survei, pasangan AGK-Manthab selalu konstan dengan perolehan suara sekira 42 persen. 

Jumat, 22 Maret 2013

Tekad PKS Menang di Pilkada Sumsel dan Maluku Utara


Tekad PKS Menang di Pilkada Sumsel dan Maluku Utara

JAKARTA —  Struktur dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan bekerja dengan kekuatan penuh dalam Pemilihan Kepala Daerah yang akan digelar di berbagai provinsi pada tahun ini.

Dua di antara provinsi yang akan menggelar Pemilukada adalah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Juni dan Maluku Utara pada bulan Juli tahun 2013.

"Gas penuh dari mesin PKS untuk Sumsel dan Maluku Utara (Malut) agar calon yang kita usung menang," ujar Presiden DPP PKS Muhammad Anis Matta, Rabu (20/3/2013), seusai menerima calon yang diusung PKS di kedua provinsi tersebut.

Anis Matta menyatakan, kepentingan PKS memenangkan Pilkada adalah untuk mewujudkan visi menyejahterakan rakyat dan menghadirkan keadilan yang lebih merata.

Ia meyakini calon yang diusung PKS adalah calon yang kompeten dan disukai masyarakat untuk nantinya bisa mewujudkan visi tersebut. Di Provinsi Sumsel, PKS mengusung pasangan Iskandar Hasan dan Ahmad Hafisz Tohir sebagai calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub).

Sementara di Maluku Utara, PKS mengusung Abdul Gani Kasuba, yang juga kader PKS, sebagai cagub didampingi Muhammad Natsir Thaib sebagai cawagub.

Kedua pasangan cagub-cawagub tersebut datang ke kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, untuk meminta restu dan berkonsultasi dengan jajaran pimpinan PKS sebelum masa kampanye cagub-cawagub dimulai di kedua provinsi tersebut.

Iskandar Hasan, Kapolda Sumsel yang mengundurkan diri untuk maju Pilkada dan Ahmad Hafisz Tohir, dalam Pilkada Sumsel diusung oleh koalisi PKS, PAN, dan PBR.

Sementara Abdul Gani Kasuba, petahana Gubernur Malut, dan M Natsir Thaib, mantan Bupati Halmahera Timur, diusung koalisi PKS, PKB, PKPI, PPRN, dan Partai Republikan.

Anis Matta mengharapkan pasangan cagub-cawagub yang diusung PKS dapat menyampaikan visi pembangunan yang mengutamakan kepentingan rakyat dan upaya memajukan provinsi dalam kinerja yang terukur untuk tercapainya kesejahteraan rakyat.

"Agregasi kepentingan pemilih pemula juga perlu diperhatikan, karena mereka membutuhkan pemimpin yang bisa mengerti kebutuhan masa kini dan masa depan, yang adalah kepentingan kaum muda," ujar Anis.