Kamis, 03 Mei 2012

Profil Anis Matta, Sang Aktivis..






Tentang M. Anis Matta yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1968. Sejak kecil punya minat baca yang besar. Bahkan, liburan sekolah tidak diisi dengan kegiatan lain, kecuali membaca. Dari pagi hingga malam. Ustadz muda ini mengaku tidak pernah punya cita-cita muluk. Tapi, terobsesi punya perpustakaan besar. Dan, buku yang paling berpengaruh pada dirinya adalah Berpikir dan Berjiwa Besar. Ia punya dua buku monumental. Biar Kuncupnya Mekar Menjadi Bunga yang diterbitkan Pustaka UMMI dan Risalah Pergerakan, terjemahan Risalah Ta’lim-nya Hasan AI-Banna. Selain, itu ada beberapa buku lagi yang ikut menyumbang perkembangan pemikiran Islam di Indonesia. Anis meraih gelar S1 di bidang syanat Islam dari LIPIA pada tahun 1992. Pada tahun 2001 ikut pendidikan di LEMHANNAS. 


Anis Matta diputuskan sebagai Wakil Ketua DPR berdasarkan Rapat Badan Pengurus Harian Dewan Pengurus Pusat PKS Agustus lalu. Anis Matta dinilai punya pengalaman baik sebagai anggota DPR maupun kiprah di internal PKS karena sudah tiga periode menjadi Sekretaris Jenderal.Anis Matta juga tidak punya masalah hukum. Pria, 41 tahun lalu ini juga duduk di Majelis Hikmah PP Muhammadiyah. 

Menjabat sebagai  Wakil ketua DPR RI hal yang paling ia harapkan adalah adanya sumber daya infrastruktur yang kuat akan percepatan pembangunan. Ia mengusulkan, infrastruktur itu dapat berupa perpusatakaan semacam perpustakaan Kongres Amerika Serikat. Dengan adanya perpustakaan, yang diimpikannya terbesar di dunia, maka anggota DPR tidak perlu lagi melakukan banyak studi banding ke luar negeri. 

Bagi aktivis masjid kampus, nama Anis Matta tentu tidak asing lagi. Selain  dikenal sebagai aktivis partai politik,  juga dikenal sebagai penulis yang cukup produktif dalam menelurkan karya. Karya-karyanya tersebar dibeberapa media Islam seperti Saksi, Tarbawi, Ummi dan Suara Hidayatullah. Karya-karya yang tercecer diberbagai media Islam tersebut sebagian besar telah dikumpulkan menjadi sebuah buku,

Berbicara dalam konteks Indonesia, Anis Mata berpendapat bahwa gerakan-gerakan pemikiran Islam yang dibangun sebagai kekuatan pro sekuler didalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik yang dulu bernama gerakan pembaharuan maupun yang reinkarnasinya kini bernama Islam Liberal atau Islam kiri, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang orisinil, komprehensif, berlandaskan metodologi yang kokoh dan output empiris yang sukses. Sementara, permasalahan lain dari gerakan sekuler seperti Islam Liberal atau Islam kiri adalah ketergantungan mereka akan dukungan politik, media dan dana dari Barat.

Anis Matta menyebut gerakan semacam itu dengan istilah “pepesan kosong”,  doyan bermain retorika, tidak produktif dan lebih berorientasi mengganggu apa yang mereka sebut sebagai gerakan “Islam Fundamentalis”, ketimbang membangun sebuah dunia nyata dari gagasan besar yang lengkap.

* * * * *

Biodata Singkat M. Anis Matta

No. Anggota DPR RI: A-96
Tempat Lahir: Bone
Tgl Lahir: 07-12-1968
Agama: Islam

Riwayat Pendidikan:
1 SD Inpres Welado 1980
2 SMP Darul Arqam 1983
3 SLTA Darul Arqam 1986
4 LIPIA 1992
5 KSA IX Lemhanas 2001

Riwayat Pekerjaan:
1 Komisaris PT Indo Media Green Pages
2 Preskom PT Manara Inti Tijara
3 Direktur Pusat Studi Isalam Almanar
4 Dosen Agama Islam FE UI Program Extension 1996-1998

Riwayat Organisasi:
1 Anggota Majelis Hikmah PP Muhamadiyah 2000-2005
2 Anggota Ikatan Alumni Lemhanas 2001 - 2006

© Sekretariat Jenderal DPR RI

Senin, 30 April 2012

Profil Habib Nabiel Al Musawwa, Anggota DPR-RI FPKS


 Habib Nabiel Al Musawwa :
DA’I YANG KONSISTEN
PERJUANGKAN RAKYAT

Latar belakang sang ayah sebagai salah satu tokoh Bansor NU, pendiri serta salah satu tokoh senior di NU membuat dirinya sangat dekat dengan berbagai tokoh agama maupun politik. Selain itu, keluarga besar Al Musawwa dikenal sangat fanatik dengan partai islam saat itu, yaitu partai Kabah. Keterlibatan sang keluarga, membuat Nabiel kecil mengenal dunia politik lebih awal dibandingkan teman-temannya.   

Sang ayah yang sejak usia kecil hingga remaja lama bermukim di Mekkah dan masa dewasanya lama bekerja di Amerika Serikat, di masyarakat terkenal sebagai seorang tokoh agama yang mampu menggabungkan dua pemikiran, yaitu pemikiran tentang kemurnian atau purifikasi Islam, dengan semangat modernisasi dan pemikiran modern. Melalui penggabungan dua pemikiran tersebut diharapkan mampu menjawab tuntutan zaman mengenai eksistensi Islam di era modern saat ini. 

Sikap ayahnya yang dikenal kritis dalam melihat berbagai persoalan kehidupan menular ke Nabiel, sikap kritis dan peka dalam melihat persoalan masyarakat menjadi bagian dari Nabiel. Bahkan ketika kecil dirinya bersama dengan sang ayah selalu membicarakan persoalan tentang negara dan situasi politik saat itu. “Bahkan saat ayah sedang menonton televisi selalu membahas mengenai fenomena-fenomena di masyarakat tersebut,”terang Nabiel mengingat masa lalu. 

Pengalaman masa kecil, terang Nabiel, menjadi landasan hidupnya dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Pesan sang ayah selalu terngiang ditelinga Nabiel, dalam bermasyarakat dia selalu mengedepankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Ketertarikan dengan Partai Islam sudah dimulai sejak didalam keluarga. Saat itu dirinya sedang melihat-lihat partai yang ada hingga akhirnya ia bersama dengan tokoh agama lainnya, mendeklarasikan Partai Keadilan. Menurut Nabiel, dirinya tertarik dengan PKS karena banyaknya tokoh-tokoh muda, kritis dan pintar. “Mereka muda-muda, pintar dan bukan hanya islam KTP saja,”katanya kepada parle.   

Nabiel menambahkan, ketika mereka berdemo mereka selalu melakukannya dengan santun dan tidak anarki. “Dari dulu sampai sekarang mereka masih konsisten bahkan di DPP mereka juga begitu, selain itu mereka juga tidak berbicara tentang amplop, di setiap rapat pleno PKS,”tandasnya. 

Nabiel sebenarnya tidak terlalu suka dengan dunia politik karena dirinya menyadari kalau politik urusannya aneh-aneh, dan duit. Namun karena ajakan teman-teman seperjuangan dirinya luluh juga dan bergabung bersama di Partai Keadilan. “Kalau politik itu macam-macam, aneh-aneh, urusan duit, mendingan saya jadi da’i,”akunya saat itu. 

Menurut Nabiel, ketika menjadi Da’i, dirinya sering diundang ke Luar negeri dalam mensyiarkan agama Islam. Bahkan ada pengalaman Nabiel ketika dijadikan Caleg dia sempat menolaknya bahkan dia berjanji akan membantu calon lainnya kampanye dari belakang.
Semakin Intensif berpolitik

Awal mula Habib Nabiel terjun ke dunia politik berawal sejak dia memasuki bangku kuliah. Saat itu ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi diantaranya HMI dan ROHIS. Dia mengaku dirinya belajar berorganisasi, berpolitik dan kaitannya dengan islam bermula dari keterlibatannya di ROHIS, karena di ROHIS, dia selalu mendapatkan pemikiran-pemikiran tentang Islam yang berkaitan dengan politik.

Setelah keterlibatannya di dalam organisasi Kampus, semangat belajar dan berpolitik Nabiel semakin intensif. Terbukti saat menyelesaikan Kuliah di Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosep) di Universitas Juanda Bogor, dia  menjadi  ketua DPD Partai Keadilan Kabupaten Cianjur, saat itulah pertama kalinya ia ikut berkecimpung di dunia politik hingga dicalonkan menjadi anggota DPR RI dari Kabupaten Cianjur pada tahun 2004. 

 Selain di dunia politik Habib juga sangat senang mengabdikan dirinya di dunia pendidikan, dia juga menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi yaitu Universitas Juanda Bogor dan Universitas Mercubuana. Selain itu dia juga seorang penulis ulung terbukti beberapa tulisan telah dituangkannya. Buku yang menggabungkan Sosiologi dengan Islam dengan judul "Islam Way" yang ia tulis ketika di Amerika dan menjadi masterpiece dari buah pemikiran Nabiel.  

Dia menambahkan, selama di Amerika Serikat dirinya juga aktif di Wamy (The World Assembly of Moeslim Youth), yaitu salah satu organisasi pemuda muslim dunia. Setelah berdakwah di Amerika Serikat, dirinya selalu bertemu dengan  struktur PKS yang ada di luar negeri

Selama di Partai Keadilan dirinya aktif di Biro Luar Negeri dan Kaderisasi. Selama aktif di Partai, Nabiel aktif berkeliling ke berbagai daerah bertugas melakukan kaderisasi PKS sampai sekarang. Selama melakukan tugas kaderisasi tetap mengikuti perkembangan binaannya. Bahkan kepada salah seorang Bupati yang di dukung PKS,  Habib masih memberikan perhatiannya dan menitipkan persoalan-persoalan krusial di masyarakat kepadanya agar segera diselesaikan
Berhenti Dakwah Di Luar Negeri

Pada tahun 2007 setelah paska tragedi WTC, organisasi-organisasi Islam di Amerika Serikat agak sulit untuk bergerak, sehingga Dengan berat hati Nabiel berhenti berdakwah di luar negeri karena khawatir dikait-kaitkan dengan teroris. Karena terhentinya kegiatan di luar negeri, akhirnya Nabiel memutuskan keluar dari kegiatan dakwahnya dan memutuskan aktif di politik praktis di PKS hingga sekarang dan terpilih menjadi Anggota DPR membidangi Komisi IV. 

Terkait perkembangan PKS saat ini, Habib Nabiel mengatakan, PKS merupakan salah satu Partai yang konsisten, tidak ada  yang berubah, dan tetap konsisten dan kritis dari awal sampai sekarang. “Dia tidak terpengaruh dengan pemerintah sekarang, apabila ada sesuaatu yang ia ingin sampaikan, maka tanpa ragu-ragu akan segera mengatakannya,”katanya. 

Menurut Nabiel, memang ada beberapa kebijakan yang harus fleksibel karena memang PKS itu belum mayoritas atau single majority. “Jadi belum bisa saklek penuh mau tidak mau ada tarik menarik tetapi sepanjang tidak keluar dari garis perjuangan PKS tidak apa-apa,”katanya.
Bertanggung Jawab

Di mata keluarga besar, Habib merupakan sosok suami yang baik dan bertanggungjawab bagi keluarganya, sangat menyayangi istri dan anak-anaknya. Bahkan di tengah berbagai kesibukannya dirinya selalu berusaha untuk meluangkan waktunya untuk keluarganya, “Kalau saya pulang kerumah saya optimal dengan anak-anak,”tuturnya. Selain itu dimata anak-anaknya Habib adalah sosok ayah yang mencintai keluarga, bahkan diwaktu senggang ia selalu menyempatkan diri untuk bercerita kepada anak-anaknya. 

Dia juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk menentukan pilihannya. Saat ia berada di rumah, dia berusaha untuk menimbulkan suasana yang nyaman dan selalu menyempatkan waktunya untuk berdiskusi dengan anak-anaknya

Sebagai salah satu anggota DPR baru yang belum tahu benar bagaimana kegiatan di DPR, Dia mempunyai obsesi terjalinnya komunikasi yang intensif dan Rapat-rapat yang berkesinambungan serta mendengarkan aspirasi LSM terkait persoalan di bidang Komisi IV DPR. 

Menurutnya, LSM merupakan lembaga yang menjadi pengawas, sedangkan mereka merupakan pihak yang mempunyai regulasi, aturan lalu lintas pengawasan dan anggaran. “Seringkali antara ketiga pihak ini tidak memiliki kecocokan karena alangkah lebih baik Komisi IV DPR juga mengundang LSM sebelum mengadakan Raker dengan jajaran eksekutif guna mendapatkan informasi tambahan terkait.

* * * * *

Biodata Singkat Habib Nabiel Al Musawwa :

No. Anggota DPR-RI: A-93
Tempat Lahir: Cianjur
Tgl Lahir: 05-05-1967
Agama: Islam

Riwayat Pendidikan:
S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Universitas Juanda 1993
S2 Sosiologi Pedesaan IPB, tahun 2003

Riwayat Pekerjaan:
Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Juanda
Dosen Fakultas Teknik Industri UMB
Da'i dari WAMY Internasional Cabang Jakarta
Sekertaris Departemen Diklat DPP PKS

sumber: dpr.go.id