Rabu, 26 September 2012

Pemilih Jabar Diperkirakan Sekitar 36,6 juta Orang




PKS Tapos, Bandung - Pemprov Jabar telah mengeluarkan jumlah daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dan data agregat kependudukan (DAK).

Setelah melakukan pendataan, verifikasi, dan pembaruan, diperoleh jumlah pemilih di Jabar diperkirakan mencapai 36.636.312 orang dari jumlah penduduk 49153773 jiwa.

"Data awal jumlah penduduk Jabar sebelum pembersihan data ganda sebanyak 52.134.303 orang. Lalu setelah pembersihan data ganda itu, diperoleh angka 50.591.329 dengan perkiraan pemilih sebanyak 37.222.550 orang. Setelah update, jumlah penduduk 49.153.773 jiwa dengan 36.636.312 orang pemilih," ungkap Asisten Daerah Bidang Hukum dan Hak Azasi Manusia Pemprov Jabar Herry Hudaya dalam Penyerahan DP4 Pilgub Jabar tahun 2013 oleh Gubernur Jabar kepada Ketua KPU Jabar di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (26/9/2012).

Menurut Herry, DP4 sebagai bahan untuk KPU dalam menyusun daftar pemilih tetap (DPT), sedangkan DAK sebagai bahan untuk KPU dalam menetapkan jumlah minimal dukungan yang harus dimiliki oleh calon perseorangan yang besarnya 3 persen dari jumlah penduduk Jabar.

"Sekarang kita serahkan semuanya kepada KPU. Artinya sekarang bola ada di tangan KPU," tandasnya.

*inilah.com

Soal Capres, Presiden PKS Tunggu Keputusan Partai




PKS Tapos, Jakarta— Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq be­lum menyatakan kesiapan diri­nya untuk maju sebagai cap­res yang diusung partai­nya pada Pilpres 2014. Meski sejumlah kader telah menya­takan Luthfi-lah yang paling pantas diajukan, dia lebih memilih untuk menunggu keputusan final partainya soal hal tersebut.

“Saya tidak mau beran­dai-andai. Yang pasti, struk­tur (pengurus) belum meng­ambil keputusan,” ujar Luthfi setelah memimpin sertijab ketua Fraksi PKS di kompleks parlemen, kemarin (25/9).

Meski demikian, dia me­ng­hargai aspirasi beberapa kader partai yang memun­culkan dirinya sebagai tokoh internal yang pantas maju pilpres. “Tetapi, itu baru diucapkan secara pribadi. Walaupun yang bersangku­tan menduduki jabatan di struktur, itu belum jadi kepu­tu­san organisasi,” imbuhnya.

Luthfi menegaskan, ke­tim­bang memikirkan pen­cap­resan, saat ini sebagai pim­pinan partai dirinya lebih me­milih berkonsentrasi men­ja­lankan amanat Munas PKS 2010. Yaitu, menjadikan PKS sebagai tiga besar dalam Pe­milu 2014.

“Nomor dua juga boleh. Tetapi, kalau terpaksa nomor satu juga tidak apa-apa,” katanya sambil ter­senyum.

Di sisi lain, Luthfi juga me­ngungkapkan bahwa indi­kasi keberhasilan kepe­mim­pinan di partainya bukan di­uk­ur saat mampu mengor­bit­kan diri sendiri. Tetapi, pe­mim­pin dianggap berhasil ketika mengorbitkan para pimpinan lain agar bisa mun­cul.

“Kalau mengorbitkan diri sendiri, semua orang bisa. Tetapi, di PKS lain,” imbuh­nya.

Sebelumnya, Ketua Ba­dan Pemenangan Pemilu (Bap­pilu) PKS Zafan Badri ju­ga telah menyatakan bahwa PKS memiliki pertimbangan khusus untuk serius menga­jukan Luthfi. Dalam survei internal yang telah dilakukan partainya, nama Luthfi-lah yang muncul paling kuat di antara nama-nama lain kader internal yang ada. Nama-nama yang sempat disertakan dalam survei tersebut, antara lain, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Hida­yat Nur Wahid.

Selain Zafan, Sekjen DPP PKS Anis Matta termasuk yang sempat menyebut Luthfi sebagai tokoh internal partai yang paling pantas diajukan. Rencananya, sebelum me­nen­tukan dan men­dekla­rasi­kan capres me­reka, Maje­lis Syura PKS akan lebih dulu membahas nama para kan­didat capres itu. Pem­bahasan tersebut dila­kukan pada Ok­tober 2012. Kemudian, nama yang sudah diputuskan akan didekla­ra­sikan pada November 2012, bertepatan dengan rapat pim­pinan nasional PKS.

“Bagi saya sendiri, tidak masalah kalau nanti ada pim­pinan lain yang dianggap pantas. Termasuk kalau nanti ada tokoh muda. Sebab, di PKS itu menghormati orang tua, tapi mengoptimalkan peran yang muda-muda,” tegas Luthfi.

*padangekspres.co.id

Terbuka Peluang PKS Berkoalisi dengan PDIP



Luthfi Hasan Ishaq bersama Tifatul Sembiring ( foto: republika.co.id )

PKS Tapos, JAKARTA - Popularitas PDI Perjuangan berhasil terdongkrak naik saat memenangkan Joko Widodo di Pilkada DKI Jakarta. Hal itu pun membuat partai lain ingin membuka peluang berkoalisi di Pemilu 2014. Tak terkecuali PKS.

"(2014) Semua kemungkinan terbuka," kata Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Lutfi mengatakan PKS telah berkoalisi dengan PDIP di sejumlah daerah. Selain PDIP, Lutfi mengatakan partainya juga berkoalisi dengan Golkar dan Demokrat.

"Semua telah terjadi," katanya.

Lutfi mengungkapkan PKS merupakan partai politik yang dapat berkoalisi dengan parpol lainnya.

"Dan itu tidak ada hambatan," katanya.

Ketika dimintai ketegasan apakah PKS ingin berkoalisi dengan PDIP, Lutfi mengatakan semuanya kemungkinan dapat terjadi.

"Saya tidak katakan ingin atau tidak ingin, yang saya katakan semua kemungkinan terbuka," tegasnya.

*banjarmasin.tribunnews.com