Tampilkan postingan dengan label ustadz luthfi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ustadz luthfi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2013

Inilah 'Cara Alami' PKS Membungkam Ucapan Dipo Alam


Perkara suap impor daging sapi yang membelit Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) tidak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) goyah. Pengurus partai dakwah tersebut solid. Kadernya juga tidak ada yang eksodus atau ramai-ramai hengkang. Kalaupun ada satu dua kader yang keluar, itu sebelum kasus tersebut mencuat.

Penegasan itu disampaikan bekas Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, Rabu (16/10) menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
 
Tak hanya itu, kasus suap impor daging sapi tak serta merta membuat masyarakat membabi buta menilai PKS partai korup. Hidayat Nur Wahid yakin masyarakat masih percaya kepada partainya. 

"Pilkada di banyak tempat, PKS menang. Kalau tidak menang, masuk tiga besar. Pilgub Jawa Barat, Sumatera Utara dan di banyak kabupaten termasuk yang terakhir di Karanganyar," jelas Hidayat.

Di Karanganyar, pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diajukan Golkar dan PKS berhasil unggul telak mengalahkan pasangan calon yang diajukan PDIP dan Demokrat. Padahal daerah tersebut merupakan basis partai banteng tersebut. "Kader PKS masih banyak dipercaya sebagai pemenang di Pilkada," jelas Hidayat.

Selain itu, masih kata Hidayat, pada saat mengumumkan daftar calon sementara (DCS) calon anggota DPR, KPU meminta masukan dari masyarakat. Hasilnya, KPU mengungkapkan, tidak ada kader PKS yang mempunya masalah dari sisi hukum.  "Kader PKS yang diajukan oleh masyarakat tidak dianggap memiliki masalah hukum. Presiden PKS tidak mencalonkan. Pak LHI juga tidak. Lalu kenapa tidak dikait-kaitkan," jelasnya.

Sebelumnya, Dipo Alam menyarankan PKS segera mempercepat pelaksanaan Musyawarah Nasional untuk mengganti Anis Matta, Presiden partai saat ini. Lewat Munas, Dipo yakin borok-borok PKS akibat keserempet kasus korupsi bisa dibersihkan. 

“Saya cukup yakin, bila munas terlaksana, borok-borok dapat dibersihkan sehingga PKS bisa berkibar lagi pada pemilu 2014. Saya sudah ketemu dan berbicara dengan para kader PKS itu, ternyata PKS masih punya tokoh-tokoh muda yang masih bersih dan pintar, serta siap mengambil alih pimpinan PKS,’’ tegas Dipo.  (pm/rmol)
 

Jumat, 31 Mei 2013

Anak Luthfi Hasan Ishaaq: Ayah Kami Adalah Pejuang, Allah yang Akan Mengembalikannya Kepada Kami


Apa tanggapan anak-anak Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) terkait status ayahnya yang kini berada di Rutan Guntur? Yang pasti, menurut Qaanita Luthfi, anak perempuan LHI, hampir tidak ada yang berubah.
 
“Antara ayah di DPP PKS dan di rutan, kami lihat kesibukannya sama saja nggak ada nganggurnya, kayak lagi di DPP pindah ke rutan aja,” terang Qaanita, 23, sambil tersenyum. “Ayah memang bisa mengotak-kotakan semua persoalan di kepalanya. Jadi kalau yang berkunjung teman ayah si A, si B, si C, kemudian sisa (waktu)-nya baru untuk kita. Kita sih sudah terbiasa akan hal itu.”

Qaanita menurutkan bahwa yang paling jelas berubah ritme LHI adalah waktu tidurnya. “Kami lihat waktu tidur ayah lebih teratur, ada banyak kesempatan buat olah raga lagi, jadi tampak ayah sehat.”

Selama berada di rutan, bagaimana Qaanita dan saudara-saudaranya berkomunikasi dengan LHI? Lewat surat, demikian Qaanita. “Karena sulit bicara panjang lebar. Begutupun jika ayah membutuhkan apa-apa, ya lewat tulisan.”

Baik Qaanita dan saudara-saudaranya tidak sedikitpun tampak terganggu dengan kasus yang sedang menimpa ayahnya. Sejak kecil, Qaanita dan saudara-saudaranya yang berjumlah 11 orang kerap diajari LHI bahwa keluarga mereka adalah keluarga pejuang. “Kalau pejuang itu siap ditempatkan di mana saja. Ayah selalu bilang, ada atau tidak adanya ayah, kita semua harus tetap berjalan. Kalau berpolitik, risikonya siap dipukul dan memukul. Itu selalu ayah ceritakan kepada kami.”

Qaanita menandaskan bahwa kebanggaannya terhadap LHI tak pernah berkurang sedikitpun. “Ayah kami adalah pejuang. Jadi, kami ingin ayah terus berjuang dimanapun itu. Dalam doa kami, tahajjud kami, puasa kami, selalu kami selipkan doa buat ayah. Kami yakin, Allah akan kembalikan ayah kami secepatnya.”

Kamis, 02 Mei 2013

#Uupss "Box Kosong LHI" Kejadian Memalukan KPK

Kotak sepatu yang dikeluarkan dari deposit box LHI di Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. foto: IST
 JAKARTA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) urung menyita sebuah kotak milik Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), yang disimpan di kotak deposit (deposit box) di Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. KPK menyangka dalam kotak yang sudah disimpan sejak tahun 2005 itu berisi barang-barang berharga milik LHI.

Kuasa hukum LHI Mohammad Assegaf menyampaikan, sebelumnya KPK menerima informasi bahwa LHI memiliki deposit box di Bank Mandiri pusat. Karena itu usai pemeriksaan LHI pada 30 April 2013 di KPK, tim penyidik KPK mengajak LHI ke Bank Mandiri untuk membuka deposit box tersebut.

“Bahkan KPK sudah mempersiapkan berita acara penyitaan. KPK juga menyiapkan mobil khusus untuk membawa barang sitaan itu,” kata Assegaf, Rabu (5/1) di Jakarta.

LHI sendiri, menurut Assegaf, lupa kalau memiliki deposit box di Bank Mandiri. Dia juga tidak tahu isi deposit box tersebut. Karena sejak pertama kali menggunakannya tahun 2005, dia tidak pernah menjamahnya lagi.

Ketika dibuka dalam deposit box itu ternyata berisi sebuah kotak sepatu berwarna putih dengan tulisan VINCCI di bagian depan kotak. Dalam kotak sepatu itu hanya berisi amplop kosong Bank Mandiri, amplop kosong bank HSBC,  amplop kosong bertuliskan cek multiguna Bank BNI, serta laporan rekening HSBC atas nama Luthfi Hasan Ishaaq.

Mengetahui isi deposit box hanya kotak sepatu yang tidak ada barang berharganya, KPK urung melakukan penyitaan.

“Kotak tersebut kemudian dibawa oleh tim hukum LHI yang saat itu mendampingi LHI ke Bank Mandiri,” jelas Assegaf.
 
 
 
 
 
 

Jumat, 22 Maret 2013

KPK 'Pusing' Hadapi PKS


Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sudah terlanjur ditangkap dan dijadikan tersangka dalam dugaan kasus suap import sapi. Tapi bagaimana membuktikannya? Sepertinya ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan oleh KPK.

Kalau dituduh menerima suap? LHI belum dan tidak menerima uang suap yang katanya akan diberikan kepadanya. Bila dituduh ada bukti percakapan antara LHI dengan Mentan, dimana pembicaraan itu diduga bisa mempengaruhi Mentan ternyata dibantah sendiri oleh Abraham Samad.

Soal isi pertemuan medan, yang diduga awalnya sebagai  kesepakatan soal suap import sapi ternyata isinya hanya adu data tentang ketersediaan sapi di dalam negeri.  Jadi apa ya.. alasan untuk membenarkan LHI dijadikan tersangka dan dipenjara ?

Kalau kaitannya dengan kewenangan, disangka mempengaruhi Mentan karena kewenangannya. LHI bukan anggota DPR  yang membidangi pertanian jadi tidak bisa dianggap menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan.

Kalau disangka adanya dugaan kerugian Negara, bukankah Mentan sudah menyatakan bahwa tidak ada perubahan kuota import sapi. Keputusan import sapi pun harus berkoordinasi dengan lintas departemen dimana Menko Ekonomi yang mengambil keputusannya.

Oleh karena itu, tiba-tiba saja Taufik Ridha, Sekjen PKS, dipanggil ke KPK hanya untuk meminta penjelasan tentang AD/ART PKS. Baru kali ini, terdengar KPK mememinta AD/ART sebuah lembaga bukan negara atau bukan milik negara dalam penyelidikan kasus-kasus korupsi.

Lalu, apa hubungannya AD/ART sebuah lembaga non negara dan bukan milik negara dengan KPK ? padahal AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi itu sendiri ?

Bila PKS merupakan lembaga Negara atau milik Negara maka wajar saja bila KPK meminta penjelasan tentang AD/ART sebuah organisasi karena yang dicari oleh KPK adalah kerugian Negara atau perbuatan melawan hukum yang ditetapkan oleh Negara.

Namun PKS merupakan lembaga non negara dan milik negara, sehingga  AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi, maka yang menghukum anggota organisasi adalah sebuah badan atau lembaga yang dibentuk oleh organisasi tersebut untuk menghukum anggotannya.

Bila LHI salah secara organisasi, bukankah LHI sudah mengundurkan diri dari Presiden PKS dan sudah digantikan oleh Presiden yang baru ?


Memang unik perjalanan kasus dugaan suap import  sapi ini.

*pkspiyungan.org

Selasa, 19 Maret 2013

Senyum Simpul Dan Acungan 3 Jari Ustadz Luthfi di KPK

Mantan Presiden PKS Luthfi dan Arya Abdi Dikonfrontir KPK
(Liputan 6.com/Abdul Aziz Prastowo)
Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dan Direktur PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi yang menjadi tersangka kasus impor daging di Kementerian Pertanian kembali diperiksa KPK. Keduanya akan saling dikonfrontir keterangannya.

"Dua tersangka, LHI dan AAE dihadirkan untuk saling bersaksi," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Saat tiba dengan mobil tahanan di Gedung KPK, kedua tersangka bungkam saat memasuki lobi. Luthfi yang mengenakan jaket seragam tahanan KPK hanya tersenyum simpul seraya mengacungkan 3 jarinya tangan kanannya.

Selain saling dikonfrontir, Luthfi dan Arya juga diperiksa untuk tersangka lain, yakni Juard Effendi dan Ahmad Fathanah. Penyidik juga memeriksa pengacara Ahmad Rozi.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan 4 tersangka, yaitu mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan koleganya Ahmad Fathanah selaku penerima suap Rp 1 miliar dari total uang suap yang dijanjikan sebanyak Rp 40 miliar. Kemudian 2 Direksi PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi sebagai pemberi suap.

Senin, 04 Februari 2013

Luthfi Hasan Ishaaq: Kader PKS Dilarang Mati Angin

Luthfi Hasan Ishaaq: Kader PKS Dilarang Mati Angin

PKS Tapos, JAKARTA - Meski meringkuk di dalam sel Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan, sebagai tersangka suap impor daging sapi, bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq tak lupa menyampaikan pesan kepada para kader lewat penjenguknya.

"Seluruh kader harus tetap melakukan kegiatan kekaderan, sosial, dan keagamaannya. Sehingga para kader tidak menjadi mati angin atau putus asa," ujar Luthfi yang ditirukan Hidayat Nur Wahid usai menjenguknya di Rutan Militer Guntur, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Dalam pesannya, Luthfi juga meminta para kader jangan pesimis atas kasus yang menjeratnya sekarang ini. Apapun kegiatan kader, harus tetap dijalankan maksimal, dan tidak lupa mendoakan agar masalah ini cepat selesai dengan cara seadil-adilnya.

Dalam kunjungannya, Hidayat datang bersama anggota Komisi III, Nasir Djamil, Muhammad Misbakhun dan kader PKS lainnya. Mereka mengaku, keadaan Luthfi di dalam rutan dalam kondisi sehat dan hidupnya, kini jauh lebih teratur dibandingkan sebelumnya.

Hidayat sendiri enggan memperpanjang kontroversi penyebutan kata 'konspirasi' di balik penetapan Luthfi sebagai tersangka, bersama Ahmad Fathanah dan dua direksi PT Indoguna Utama. Ia menyerahkan, proses hukum biar lah KPK yang menanganinya.

Menurut Hidayat, ketimbang mencari tahu dalang konspirasi, PKS memilih fokus untuk konsolidasi secara internal. Berbeda dengan Presiden PKS baru Anis Matta yang memakai kata konspirasi, Hidayat melihat penangkapan terhadap Luthfi adalah ujian.

"Dan ini kami sebut sebagai ujian, kalau kami bisa lulus ujian artinya kami naik tingkat. Kalau ada survei yang mengatakan PKS terjun bebas, artinya itu raisonal saja," ungkap Hidayat, didampingi Nassir Jamil, dan Misbakhus dan beberapa politisi Senayan asal PKS lainnya.

Dalam orasinya pascapenetapan sebagai Presiden PKS, Anis menyatakan perlawanan terhadap gerakan pemberantasan KPK yang bersifat tirani. Ia menyebut bahwa kasus yang menimpa terhadap Luthfi adalah sebuah konspirasi besar yang hendak menghancurkan PKS.

Magnet Sosok Anis Matta Presiden PKS, 50 Pemuda Aceh Mendaftar Jadi Kader PKS


Blangpidie - Antusiasme warga Aceh Barat Daya khususnya kalangan muda untuk bergabung dengan PKS pasca digantikannya Presiden PKS dengan M. Anis Matta luar biasa. Terbukti ada 50 anak-anak muda warga Aceh Barat Daya yang menyatakan bergabung dengan PKS. Mereka tak sedikitpun terpengaruh dengan pemberitaan bombastis media yang memandang miring PKS. Bahkan mereka memandang aneh kasus yang menimpa Presiden PKS yang sebelumnya yaitu Ust Luthfi Hasan Ishaq.

Anak-anak muda Aceh kader-kader baru PKS ini pun langsung mendapat pembekalan yang dikemas dalam acara 'Training Orientasi Partai' (TOP) yang berlangsung hari Ahad kemarin (3/2). Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 ini di isi dengan materi dasar-dasar pemahaman Islam dan materi kepartaian.

Bertindak sebagai ketua panitia adalah Darma Setiawan Putra,ST selaku ketua Bidang Kaderisasi DPD PKS Abdya. Materi TOP di isi oleh 2 orang pemateri handal PKS abdya yakni Edi Saputra,ST dengan materi Syumuliatul Islam dan Romi Saputra,ST ketua DPD PKS Abdya mengisi materi Tentang Kepartaian.
 

Jumat, 01 Februari 2013

Luthfi Hasan Ishaaq Mengundurkan Diri dari Presiden PKS

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (kedua dari kanan) dan Ketua F-PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid (paling kiri) didampingi Ketua Wilayah Dakwah Sumatera Chairul Anwar (tengah) serta Anggota Komisi I DPR RI F-PKS Muhammad Idris Lutfi (paling kanan) di panggung tabligh akbar di alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Babel. (ist)
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ketua F-PKS DPR-RI, Hidayat Nur Wahid (inet)

PKS Tapos, dakwatuna.com - Kamis sore kemarin (31/1) dari gedung KPK Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan pengunduran dirinya sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera. Pernyataan Presiden PKS, 31 Januari 2013 di gedung KPK Jakarta.
" Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Terimakasih kepada wartawan semua. Moga forum ini dapat mengantarkan pesan saya untuk seluruh kader, dan simpatisan PKS, bahwa dikarenakan roda organisasi PKS harus terus berjalan dan PKS harus melaksanakan amanah Munas menjadi 3 besar, dan saya harus konsentrasi dalam perjalankan proses hukum. maka dengan ini saya sampaikan kepada fungsionaris PKS, kader, simpatisan, terutama ketua Majelis Syuro PKS, bahwa sejak hari ini saya mengundurkan diri dari presiden PKS, saya yakin ada saya dan atau tidak ada saya PKS akan menjadi 3 besar. Wassalamu ‘alaikum Wr.Wb."
Penangkapan yang janggal yang dilakukan oleh KPK kemarin malam (30/1) dari kantor DPP PKS, MD Building, TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan telah mengantarkan Luthfi Hasan Ishaaq saat ini berada di gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan. Luthfi Hasan Ishaaq didampingi beberapa orang pengacara, di antaranya M Assegaf.

M Assegaf mempertanyakan cara-cara diskriminatif yang dilakukan KPK dalam menangani kasus ini dengan menyebutkan beberapa kasus serupa yang perlakuannya berbeda jauh.

Kesetiaan kader PKS menghadapi ujian ini nampak dengan dukungan moral berupa doa, dengan mengulang-ulang perkataan yang dikatakan presiden mereka, hasbunallahu wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.

Nasihat dan Pesan Tifatul Sembiring kepada Kader PKS

 

Tifatul Sembiring, mantan Presiden PKS yang sekarang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia menyampaikan kultwitnya menyusul penangkapan KPK terhadap Luthfi Hasan Ishaq (LHI) Kamis (31/1). Hingga berita ini diturunkan, kultwit tersebut belum ada tanda “selesai”. Kultwit berisi nasihat dan pesan kepada kader-kader PKS.

1. Sehubungan dg ditetapkannya Pak Luthfi, Presiden PKS sbg tersangka oleh KPK. Kami menghormati proses hukum yg tengah dilakukan oleh KPK.


2. Kami harap prosesi tsb berjalan secara jujur, adil, berdasarkan hukum yg berlaku dan tdk terpengaruh dg tekanan politik dari siapapun.


3. PKS akan menyiapkan bantuan hukum, pengacara bagi Pak Luthfi menghadapi kasus ini. Sebelum diputus hakim, ttp azas praduga tak bersalah.


4. Kepada kader2 PKS tetap tenang, komitmen kita untuk memberantas korupsi tidak akan pernah lekang. Jatuh bangun dlm berjuang itu hal biasa


5. Menjelang 2014 politik memanas, hati2, senantiasa berlindung kpd Allah swt. Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nashiir.


6. Langkah2 dakwah PKS, tidak akan terhenti. Ini resiko berjuang dg idealisme. Siapa berumah ditepi pantai, jangan takut dilamun ombak.


7. Kepada kader2 PKS jaga prinsip2: bersih, peduli kpd masyarakat. Tetaplah berbuat yg terbaik untuk bangsa dan negara yg kita cintai ini.


8. Pimpinan dan Qiyadah PKS akan sgr merespons dan mengambil tindakan2 yg diperlukan, terkait kasus yg sedang dituduhkan ini.

Kamis, 31 Januari 2013

Keterangan Lengkap Luthfi Hasan Ishaaq


PKS Tapos, JAKARTA - Merespons penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan suap impor daging, Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq menggelar jumpar pers singkat. Berikut ini keterangan lengkap Luthfi:
Assalamu'alaykum warohmatulloh wabarokaatuh,

Pertama kami mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kita berharap pemberantasan korupsi di Indonesia terus berjalan dengan baik sesuai dengan aturan undang-undang yang sudah ada.

Yang kedua, saya agak terkejut tadi mendapatkan  berita dari kawan-kawan bahwa di KPK, ada pernyataan resmi tentang nama LHI sebagai salah satu yang diindikasikan terlibat kasus penyuapan.

Saya tidak tahu yang dimaksudkan siapa, tetapi memang nama saya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa orang menyebutnya LHI.

Seandainya yang dimaksudkan adalah saya, maka saya sebagai warga negara Indonesia sudah tentu akan taat kepada proses hukum yang ada.

Tetapi, andai isu penyuapan itu benar, sudah barang tentu, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak partai saya, tidak juga kader-kader Partai Keadilan Sejahtera.

Untuk itu, kepada seluruh jajaran, kader dan seluruh pengurus partai, Saya berharap para kader tetap menahan diri, terus berdoa, dan menyerahkan semua urusan pada Allah SWT, dan terus berjuang agar negeri kita ini bebas dari korupsi. Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS.

Biasanya menjelang pemilu, kita rajin mengucapkan kalimat "hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa niman nashir".

Demikian saya sampaikan keterangan ini, terimakasih,
Wassalamu'alaykum warohmatulloh wabarokaatuh



Senin, 14 Januari 2013

Presiden PKS sambut baik Aceh zona bebas korupsi



PKS Tapos, Banda Aceh (ANTARA News) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan partainya sangat mendukung upaya Pemerintah Aceh dalam menetapkan daerah itu sebagai zona bebas korupsi.


"Kami sangat mendukung tekad Pemerintah Aceh untuk membebaskan negeri ini dari koruptor dan kami juga mengimbau seluruh pejabat dan politisi PKS diberbagai tingkatan untuk mendukung upaya pemerintah ini," katanya di Banda Aceh, Sabtu.


Luthfi mengatakan tekad pemerintah di provinsi ujung paling barat Indonesia itu untuk bebas dari para "pencuri" uang rakyat harus mendapat dukungan dari semua pihak yang ada di provinsi tersebut.

"Ini merupakan tekad yang harus diperjuangkan bersama-sama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik di masa mendatang," katanya.

Menurut dia, koruptor lebih jahat dari pada penjajah sebab mereka dapat menghambat pembangunan, kemajuan daerah dan merampas kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader, pejabat dan politisi dari partai tersebut diberbagai tingkatan dapat bersama-sama mewujudkan provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu sebagai zona bebas korupsi.

Ia menyakini dengan hilangnya para koruptor, maka upaya untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan serta menyejahterakan masyarakat dapat terwujud di masa mendatang.

"Mari bersama-sama untuk mewujudkan upaya Pemerintah Aceh sebagai kawasan bebas dari koruptor," katanya.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera tersebut datang dari Lampung ke Provinsi Aceh melalui jalur darat dalam rangka menghadiri tablig akbar safari dakwah III silayah sumatera yang berakhir di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Selasa, 04 Desember 2012

PKS Tegaskan Jabar Butuh Pemimpin Pekerja Keras


Headline

PKS Tapos, Bekasi - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hassan Ishaq menilai masyarakat Jawa Barat membutuhkan kombinasi sosok pemimpin pekerja keras yang ceria dan segar.

"Sosok itu melekat kuat pada kepribadian Ahmad Heryawan dan Dedy Mizwar yang kami usung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013--2018," ujarnya di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, kerja keras Heryawan telah dibuktikan kepada masyarakat dengan diraihnya sekitar 80 lebih penghargaan dari berbagai instansi di Indonesia. "Masyarakat Jabar senang orang yang kerja keras seperti Heryawan, tapi di sisi lain perlu rileks dari orang yang ceria dan segar seperti Dedy. Ini kombinasi yang pas," ujarnya.

Luthfi mengaku tidak gentar dengan munculnya pesaing dari kalangan artis lainnya seperti Rieke Diah Pitaloka, dan Dede Yusuf. "Di antara para kandidat lainnya, hanya Heryawan-Dedy yang memiliki popularitas dan jaringan. Kalau hanya membawa jaringan tapi tidak dikenal orang itu kurang baik, punya jarigan tapi tidak bisa mengunci jaringannya dengan popularitas juga akan sia-sia," katanya.

Pihaknya optimistis pasangan tersebut akan memenangkan Pilgub Jabar melalui kerja keras partai dan para pendukung. "Kunci kemenangan PKS ada pada soliditas dan kerja keras partai di lapangan," katanya.


Rabu, 21 November 2012

"Ideologi Islam Tak Laku? Itu Kesimpulan Terlalu Dini"

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) dan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring (kanan)

PKS Tapos
VIVAnews – Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis 14 Oktober 2012 menunjukkan, tak ada partai politik Islam yang mendapat suara lebih dari lima persen apabila pemilihan umum digelar hari ini. Selang sehari, 15 Oktober 2012, Lembaga Survei Nasional (LSN) juga mengeluarkan hasil surveinya yang menunjukkan temuan serupa: partai-partai Islam bakal makin terpuruk pada Pemilu 2014.

LSN menyatakan tingkat dukungan publik terhadap partai berbasis Islam cenderung menurun. Sementara LSI Lingkaran mengatakan jebloknya suara partai Islam disebabkan oleh turunnya dukungan terhadap tokoh parpol terkait secara signifikan, dan makin diakomodirnya kepentingan umat Islam oleh parpol nasionalis. PDIP misalnya memiliki sayap Baitul Muslimin, Golkar memiliki Pengajian Al Hidayah, dan Demokrat memiliki Majelis Dzikir SBY Nurussalam.

Di antara sejumlah partai Islam dan partai berbasis massa Islam yang elektabilitasnya disurvei anjlok itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan yang perolehan suaranya terbesar pada Pemilu 2009. PKS bahkan berada di urutan keempat teratas pada Pemilu 2009. Namun kini berdasarkan hasil survei LSI Lingkaran, peringkat lima besar pun tak mampu ditembus oleh PKS maupun partai-partai Islam lainnya. “Ini pertama kalinya partai Islam tidak masuk lima besar,” kata peneliti LSI Lingkaran, Adjie Alfaraby.
Lantas bagaimana tanggapan PKS atas hasil survei itu? Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq langsung menanggapi temuan itu. Berikut wawancara reporter VIVAnews, Suryanta Bakti Susila, dengan pria kelahiran Malang, Jawa Timur 5 Agustus 1961 ini.


Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan tak ada partai politik Islam yang mendapat suara lebih dari lima persen apabila pemilihan umum digelar hari ini. Sejumlah survei lain juga menunjukkan tren penurunan suara partai Islam dan partai berbasis massa Islam. Bagaimana tanggapan Anda?

Pertama, survei itu dilakukan masih 15 bulan sebelum Pemilu 2014. Jadi itu menjadi early warning, peringatan, bagi partai-partai Islam. Kedua, partai Islam sudah memiliki captive market sehingga mereka tidak segera melangkah (mengumpulkan suara) dari sekarang. Mereka akan bergerak di last minute.

Tapi partai yang tidak punya captive market jelas akan bergerak dari jauh-jauh hari karena mengandalkan massa mengambang yang belum punya pilihan. Intinya wajar kalau 15 bulan sebelum Pemilu, kehadiran partai-partai Islam belum terasa, karena mereka memang belum bergerak.

Ketiga, survei kan lebih ke asumsi publik, tapi data empiriknya berbeda. Mari kita lihat data empirik dari tiga pemilu terakhir. Perolehan suara Partai Golkar misalnya dulu tidak pernah kurang dari 70 persen. Tapi Pemilu 1999 mereka mendapat 29,9 persen, lalu Pemilu 2004 cuma 21 persen, dan sekarang menurut survei 15 persen. Jadi sebetulnya partai mana yang suaranya drop?

Selanjutnya PDIP yang pada Pemilu 1999 mendapat suara sekitar 34 persen, lalu pada Pemilu 2004 menjadi 19 persen, dan menurut survei sekarang tinggal 14 persen. Mereka (Golkar dan PDIP) ini kan partai-partai berbasis nasionalis dan sosialis.

Bandingkan dengan PKS yang pada Pemilu 1999 mendapat 7 kursi di DPR, pada Pemilu 2004 mendapat 45 kursi, lalu pada Pemilu 2009 mendapat 57 kursi, dan pada Pemilu 2014 akan menembus peringkat tiga besar. Artinya bukan perolehan suara PKS yang turun kan? Bukan partai Islam yang suaranya turun.

Jadi Anda tak merasa suara partai Islam jeblok sebagaimana temuan sejumlah survei belakangan ini?

Faktanya tidak begitu.

Tapi tren survei menunjukkan raihan suara PKS pada setiap survei senantiasa turun dibandingkan capaian suara PKS pada Pemilu 2009 yang sekitar 7 persen?

Dulu pun PKS disurvei hanya memperoleh suara 2 persen pada Pemilu 2004, tapi ternyata kami mendapat 45 kursi di parlemen. Lalu disurvei lagi memperoleh suara kurang dari 3 persen pada Pemilu 2009, tapi ternyata PKS dapat 57 kursi. Artinya perolehan suara riil kami 10 persen lebih.

Kesimpulannya, masing-masing partai punya segmen market sendiri, dan punya cara sendiri untuk mengatasi masalah lapangan. Soal hasil survei yang kami baca saat ini, kami jadikan sebagai pemicu untuk menata kinerja ke depan.

Apa segmen market PKS yang belum digarap?

Sudah pasti PKS akan ekspansi ke swing voters dan floating mass. Yang diperebutkan partai-partai sekarang ini kan floating mass. Jadi captive market PKS tidak akan berubah, sementara PKS juga akan merambah ke floating mass. Hasil survei itu kami jadikan sarana untuk meningkatkan militansi kader untuk bekerja. Kalau orang lain menilai PKS begini (elektabilitasnya turun), maka kami jawab dengan kerja lapangan.

Menurut Anda apakah betul ideologi Islam sudah tak laku lagi seperti pada temuan survei?

Kalau itu benar, tentu PDIP tak akan bikin ormas Islam (Baitul Muslimin), tentu Golkar tak akan mendatangi dan membesarkan ormas Islam. Jadi itu (ideologi Islam sudah tak laku) hanya asumsi yang berada pada margin of error yang disebutkan sebesar dua koma sekian hingga tiga persen. Ideologi Islam tak laku? Itu kesimpulan terlalu dini.

Jika dilihat dari capaian PKS pada Pemilu 2009, perolehan suara PKS cenderung stagnan dibanding pada Pemilu 2004?

Pemilu 2004 kami dapat 45 kursi, Pemilu 2009 dapat 57 kursi. Kami satu-satunya partai yang kursinya di parlemen bertambah selain Demokrat. Partai-partai lain di luar PKS dan Demokrat, tidak ada yang kursinya bertambah, semua turun. Jadi membaca hasil survei harus komparatif.

Pemilu 2014 semakin dekat. Apa strategi PKS agar perolehan suaranya tidak turun dan bisa menang?

Itu rahasia dapur. Kami berterima kasih kepada lembaga survei yang telah mencambuk kami. Ini menjadi bahan buat kami untuk mencambuk struktur partai.

Berapa target perolehan suara PKS pada Pemilu 2014?

PKS pada Pemilu 2014 akan menembus tiga besar. Itu amanat Musyawarah Nasional PKS. Sekarang kan baru empat besar. Masalahnya, dengan amanat Munas itu, artinya PKS harus mengeliminasi satu dari tiga partai yang berada di peringkat teratas. Satu dari tiga partai itu harus angkat koper. Ini membuat suasana menghangat.

Siapa tokoh PKS yang berfungsi sebagai magnet untuk menarik massa pada Pemilu 2014, mengingat Hidayat Nur Wahid yang merupakan salah satu tokoh sentral PKS hanya meraih 11 persen perolehan suara pada Pilkada DKI Jakarta 2012 yang baru saja berlalu?

Jangan salah membacanya. Waktu yang dimiliki Pak Hidayat (untuk bersosialisasi) pada Pilkada DKI Jakarta hanya tiga bulan. Tiga bulan itu ia berhasil menjaga captive market-nya di bawah gerusan incumbent Fauzi Bowo dan popularitas Jokowi.

Bayangkan, popularitas Jokowi sudah dibangun berapa tahun secara nasional, sementara incumbent Foke juga sudah lima tahun dikenal masyarakat DKI Jakarta. Jadi, bisa bertahan saja (menjaga massa tradisionalnya) sudah menjadi salah satu indikator kemenangan. Kalau Pak Hidayat diberi waktu lebih, mungkin hasilnya lain. 

Jumat, 19 Oktober 2012

PKS: Prediksi Nasib Suram, Peringatan bagi Partai Islam


PKS tak risau dengan hasil survei
PKS tak risau dengan hasil survei

PKS Tapos, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, mengaku tidak risau dengan prediksi jajak pendapat yang menyebut partai-partai Islam bakal bernasib suram pada pemilu 2014. Survei itu justru menjadi semangat bagi partai-partai Islam, terutama PKS.

"Survei sekarang kan early warning. Nanti pada 2014 akan berubah karena pasti siapa pun yang membaca survei itu pasti akan siap-siap," kata Lutfi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 13 Oktober 2012.

Keyakinan Lutfi bukan tanpa alasan. Dia mengatakan PKS sudah memiliki pemilih tetap, pasarnya sudah jelas. Sehingga, kata Luthfi, partainya tetap akan dipilih dalam pemilu mendatang. Bahkan, dia yakin PKS bisa memenangkan pemilu 2014.

Apalagi, tambah Luthfi, PKS selama ini belum melakukan kampanye--terutama di media--seperti partai-partai lain. Sehingga, menurut dia, wajar jika dalam survei saat ini elektabilitas partainya diprediksi akan rendah. "Sementara partai yang belum punya pasar yang tetap sudah bergerak dari sekarang," kata dia. "Partai yang punya suara tetap itu geraknya last minute dan menang," dia menambahkan.

Saat ini, kata Luthfi, PKS telah memiliki strategi yangt mantap untuk memenangkan pemilu 2014. Namun, Lutfi enggan membeberkan apa strategi partainya. "Panjang lah, dan strategi tiap dapil beda-beda. Persiapannya pasti panjang," kata dia.

Sebelumnya, survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network memprediksi partai-partai Islam akan bernasib suram pada pemilu 2014. Partai-partai Islam ini diramalkan tidak akan bisa menjadi lima besar. Perolehan suara mereka diperkirakan tidak akan lebih dari lima persen.

Rabu, 26 September 2012

Soal Capres, Presiden PKS Tunggu Keputusan Partai




PKS Tapos, Jakarta— Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq be­lum menyatakan kesiapan diri­nya untuk maju sebagai cap­res yang diusung partai­nya pada Pilpres 2014. Meski sejumlah kader telah menya­takan Luthfi-lah yang paling pantas diajukan, dia lebih memilih untuk menunggu keputusan final partainya soal hal tersebut.

“Saya tidak mau beran­dai-andai. Yang pasti, struk­tur (pengurus) belum meng­ambil keputusan,” ujar Luthfi setelah memimpin sertijab ketua Fraksi PKS di kompleks parlemen, kemarin (25/9).

Meski demikian, dia me­ng­hargai aspirasi beberapa kader partai yang memun­culkan dirinya sebagai tokoh internal yang pantas maju pilpres. “Tetapi, itu baru diucapkan secara pribadi. Walaupun yang bersangku­tan menduduki jabatan di struktur, itu belum jadi kepu­tu­san organisasi,” imbuhnya.

Luthfi menegaskan, ke­tim­bang memikirkan pen­cap­resan, saat ini sebagai pim­pinan partai dirinya lebih me­milih berkonsentrasi men­ja­lankan amanat Munas PKS 2010. Yaitu, menjadikan PKS sebagai tiga besar dalam Pe­milu 2014.

“Nomor dua juga boleh. Tetapi, kalau terpaksa nomor satu juga tidak apa-apa,” katanya sambil ter­senyum.

Di sisi lain, Luthfi juga me­ngungkapkan bahwa indi­kasi keberhasilan kepe­mim­pinan di partainya bukan di­uk­ur saat mampu mengor­bit­kan diri sendiri. Tetapi, pe­mim­pin dianggap berhasil ketika mengorbitkan para pimpinan lain agar bisa mun­cul.

“Kalau mengorbitkan diri sendiri, semua orang bisa. Tetapi, di PKS lain,” imbuh­nya.

Sebelumnya, Ketua Ba­dan Pemenangan Pemilu (Bap­pilu) PKS Zafan Badri ju­ga telah menyatakan bahwa PKS memiliki pertimbangan khusus untuk serius menga­jukan Luthfi. Dalam survei internal yang telah dilakukan partainya, nama Luthfi-lah yang muncul paling kuat di antara nama-nama lain kader internal yang ada. Nama-nama yang sempat disertakan dalam survei tersebut, antara lain, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Hida­yat Nur Wahid.

Selain Zafan, Sekjen DPP PKS Anis Matta termasuk yang sempat menyebut Luthfi sebagai tokoh internal partai yang paling pantas diajukan. Rencananya, sebelum me­nen­tukan dan men­dekla­rasi­kan capres me­reka, Maje­lis Syura PKS akan lebih dulu membahas nama para kan­didat capres itu. Pem­bahasan tersebut dila­kukan pada Ok­tober 2012. Kemudian, nama yang sudah diputuskan akan didekla­ra­sikan pada November 2012, bertepatan dengan rapat pim­pinan nasional PKS.

“Bagi saya sendiri, tidak masalah kalau nanti ada pim­pinan lain yang dianggap pantas. Termasuk kalau nanti ada tokoh muda. Sebab, di PKS itu menghormati orang tua, tapi mengoptimalkan peran yang muda-muda,” tegas Luthfi.

*padangekspres.co.id

Terbuka Peluang PKS Berkoalisi dengan PDIP



Luthfi Hasan Ishaq bersama Tifatul Sembiring ( foto: republika.co.id )

PKS Tapos, JAKARTA - Popularitas PDI Perjuangan berhasil terdongkrak naik saat memenangkan Joko Widodo di Pilkada DKI Jakarta. Hal itu pun membuat partai lain ingin membuka peluang berkoalisi di Pemilu 2014. Tak terkecuali PKS.

"(2014) Semua kemungkinan terbuka," kata Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Lutfi mengatakan PKS telah berkoalisi dengan PDIP di sejumlah daerah. Selain PDIP, Lutfi mengatakan partainya juga berkoalisi dengan Golkar dan Demokrat.

"Semua telah terjadi," katanya.

Lutfi mengungkapkan PKS merupakan partai politik yang dapat berkoalisi dengan parpol lainnya.

"Dan itu tidak ada hambatan," katanya.

Ketika dimintai ketegasan apakah PKS ingin berkoalisi dengan PDIP, Lutfi mengatakan semuanya kemungkinan dapat terjadi.

"Saya tidak katakan ingin atau tidak ingin, yang saya katakan semua kemungkinan terbuka," tegasnya.

*banjarmasin.tribunnews.com

Rabu, 05 September 2012

Anis Matta: Pencapresan Lutfi Hasan Aspirasi Kader


Anis Matta: Pencapresan Lutfi Hasan Aspirasi Kader


PKS Tapos, JAKARTA  - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan wacana Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq sebagai calon presiden baru merupakan aspirasi kader.

"Keputusan apakah Luthfi Hasan akan diusung sebagai calon presiden dari PKS baru akan dibahas dan diputuskan dalam rapat Majelis Syuro," kata Muhammad Anis Matta, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Anis, banyak kader PKS yang menyuarakan agar Luthfi Hasan Ishaq diusung sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014.

Sebelumnya, politikus PKS, Yudi Widiana Adia, mengusulkan agar partai-partai berplatform Islam mengusung satu nama calon presiden saja.

Pertimbangannya, hasil survei dari beberapa lembaga survei independen menunjukkan elektabilitas partai-partai politik berplatform Islam terus merosot.

"Pimpinan partai-partai Islam perlu duduk bersama, bermusyawarah untuk menyamakan pandangan dalam mengusung calon presiden," kata Yudi di Jakarta, Jumat (31/8).

Ia mencontohkan, pada Pemilu Presiden pada 1999, partai-partai Islam sepakat mengusung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai presiden.

Jika partai-partai politik berplatfoem Islam bisa bersatu dan mengusung capres yang sama, ia optimistis bisa meningkatkan bergaining partai Islam dengan partai nasionalis.

*republika.co.id

Selasa, 22 Mei 2012

PKS Targetkan Raih Tiga Besar pada Pemilu 2014

 PKS Targetkan Raih Tiga Besar pada Pemilu 2014
DPW PKS Sumut menggelar Refleksi Milad 14 dan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Minggu, (20/5) dengan nara sumber antara lain Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq Lc MA dan Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. (Analisa/istimewa) 

PKSTapos__Medan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq Lc MA mengatakan, tidak menetapkan target persentase perolehan suara pada pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Karena untuk persentase, kondisinya saat ini dan ke depan, masih sangat dinamis.
"Hanya saja, PKS telah menetapkan target, harus mampu memperoleh tiga besar pada Pemilu 2014. Dan menjadi tiga besar, tidak harus nomor tiga," ujar Luthfi Hasan, Minggu (20/5) di sela acara Refleksi Milad PKS ke 14 dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Medan.

Namun mengenai tokoh yang akanakan diusung sebagai Presiden RI ke depan Luthfi mengakui, hingga milad ke 14, partai yang dipimpinnya, masih belum memiliki tokoh-tokoh terkenal maupun tokoh nasional yang menonjol seperti partai-partai lain di tanah air.

"Hingga saat ini, tumbuhnya PKS masih tidak dibarengi dengan munculnya tokoh-tokoh besar dan tokoh nasional. Dia berdiri dengan soliditas kadernya dan kinerja strukturnya. Di PKS, kebangkitan kolektif terjadi di seluruh kalangan masyarakat bersama kader-kader di seluruh Indonesia. Ini tentu berbeda dengan partai-parta lain," ujarnya.

Soliditas kader

Kondisi dan soliditas kader saat ini menurut Luthfi, merupakan keunggulan yang harus terus dijaga. Sebab, pengalaman menunjukkan, banyak partai yang terjebak oleh ketokohan, sehingga sulit untuk menggantikan dan kemudian menjadi hambatan bagi partainya.

Sementara PKS, sambung Luthfi, tidak ingin ada plafon yang menghambat pertumbuhan kader-kadernya. Karena pada dasarnya, siapapun bisa ditokohkan oleh PKS, namun mesin partai terus berjalan untuk menggapai kemenangan di 2014.

Luthfi Hasan menegaskan, tidak akan mengumumkan sekarang sampai keluar hasil Pemilu 2014. "Kita umumkan setelah kita mendapatkan hasil. Mesin dulu kita pastikan. Baru kemudian tokoh kita munculkan," tandasnya.

PKS menurut Luthfi Hasan juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mencalonkan tokoh dari partai lain untuk memimpin negeri ini. Karena hal tersebut berkaitan dengan kepentingan nasional.

"Untuk menjadi tokoh nasional, siapa saja yang memenuhi kualifikasi PKS kemudian, PKS siap mengusung. Sebab banyak orang-orang baik di negeri kita yang siap bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Di PKS ada, di luar PKS pun banyak yang bisa kita jaring. Kita tidak ego sentries," katanya.

Dalam acara yang dihadiri oleh 1500 kader PKS Sumatera Utara tersebut, Luthfi Hasan juga mengatakan, usia PKS yang telah mencapai 14 tahun saat ini, mengibaratkan kondisi manusia yang berusia muda dan dinamis dan energik. Biasanya, sambung Luthfi, kondisi dan usia seperti ini bisa mengarungi dan menguasai seluruh lapangan. Sehingga cukup lincah dalam berkompetisi melawan partai–partai lain.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, kebangkitan nasional harus menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik oleh setiap orang sesuai dengan kemampuan dan bidangnya. Sehingga, cita-cita Indonesia bangkit bisa terwujud dan memberi dampa positif yang lebih luas bagi seluruh masayarak Indonesia. "Banyak hal yang bisa dipelajari dari moment-moment perjuangan para pejuang bangsa dari segala sektor untuk meraih kemerdekaan yang kemudian membangitkan semangat ke-Indonesiaan. Bagaimana menggali ini, itulah yang harus dijadikan motivasi dalam setiap peringatan hari kebangkitan nasional," katanya.

PKS Cari Pendamping Gatot

 
PRESIDEN PKS Lutfhi Hasan Isaq didampingi Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menjawab wartawanmenyangkut pendaping Gatot pada Pilgubsu mendatang, usai acara Peringatan Harkitnasbersama ribuan kader PKS di Hotel Tiara Medan, Minggu (20/5).


PKSTapos__MEDAN,  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai melakukan pembicaraan dengan sejumlah tokoh dan partai politik (Parpol) di Sumut. Hal ini terkait untuk menentukan siapa tokoh paling tepat mendampingi Gatot Pujo Nugroho dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) yang dijadwalkan 7 Maret 2013.

“Untuk calon gubernur, kami sudah memastikan mengusung Gatot Pujo Nugroho. Saat ini yang dilakukan PKS,khususnya di provinsi adalah menjalin komunikasi dengan tokoh dan Parpol lain terkait siapa pendampingnya sebagai calon wakil gubernur,” kata Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaq seusai peringatan Harkitnas bersama ribuan Kader PKS di Hotel Tiara Medan, Minggu (20/5).

Ditegaskannya, tekad mengusung Gatot yang saat ini menjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara sudah bulat. Namun, katanya, untuk memastikannya secara administratif berupa SK DPP PKS,masih menunggu siapa pasangannya.

Sebab, SK itu dibuat berpasangan. “Sudah pasti SK menyusul setelah ada pasangannya. Karena itu provinsi sudah diarahkan untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang akan ikut bertarung dalam Pilgubsu. Sudah ada beberapa nama yang dibicarakan, namun akan dikerucutkan di DPW untuk kami tetapkan di DPP,” kata Luthfi tanpa merinci nama-nama dimaksud.

Terkait Parpol koalisi, Lutfhi mengungkapkan DPP menyerahkan sepenuhnya kepada DPW. ‘’Semua Parpol peserta Pemilu 2009 memungkinkan untuk diajak berkoalisi oleh PKS,asalkan memiliki komitmen untuk membangun Sumut menuju kejayaan bangsa,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumut M Hafez membenarkan, pihaknya sudah mulai berkomunikasi dengan sejumlah tokoh-tokoh dan Parpol di Sumut. Sebab, katanya, PKS tidak bisa mengusung pasangan calon secara sendiri karena tidak memenuhi syarat minimal perolehan15 kursi DPRD Sumut maupun 15% dari suara suara sah pada Pemilu legislatif 2009.

* beritasore.com 21/05/2012

Minggu, 20 Mei 2012

Presiden PKS Minta Kadernya Perkuat Konsolidasi


 

PKSTapos__Bandung, Komitmen kuat dan jiwa militansi kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan modal utama dan dapat diandalkan dalam menghadapi pertarungan Pilgub (Pemilihan Gubernur) DKI Jakarta maupun Pilgub Jawa Barat.

Untuk itu, PKS tetap optimis jika di dua Pilgub nantinya akan mampu meraih kemenangan.
“Untuk memenangkan Pilgub, saya berharap seluruh kader dimanapun berada agar bisa berkoordinasi dan konsolidasi dengan masyarakat,” kata Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada wartawan saat ditemui di sela-sela Milad PKS ke 14 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Sabtu (19/5/2012).

Menurutnya, para kader PKS punya komitmen kuat demi memajukan partainya. Sehingga, mereka akan berbuat maksimal dan bergerak aktif, minimal lewat doa dalam upaya pemenangan Pilgub.
Lutfhi menegaskan, Pilgub DKI dan Pilgub Jabar harus mampu diraih dan harus menjadi milik PKS. Dengan begitu, PKS akan makin mudah melakukan berbagai perubahan dan perbaikan. “Kursi gubernur harus jatuh ke PKS,” tandasnya.

Sedangkan, untuk Pilgub Jabar dia mengaku, bukan perkara mudah untuk mempertahankan. Pasalnya, semua kader PKS juga sama-sama berjuang agar Heryawan kembali memimpin Jabar. “Untuk itu, kepada seluruh kader PKs untuk terus bekerja keras demi memenangkan Pilgub Jabar dan menghantarkan kembali Ahmad Heryawan sebagai Gubernur 2013-2018,” jelasnya.

Luthfi mengatakan, Milad PKS ke 14 menandakan bahwa PKS kini sudah mulai remaja. Artinya, diusia remaja biasanya godaan PKS semakin banyak.
“Diusia PKS ke 14 tahun ini, tantangan seberat apapun tidak akan membuat kita lesu. Kader PKS senang menghadapi tantangan dan kerja keras untuk masa depan, partai dan kita semua,” paparnya.
Sementara, Ketua DPW PKS Jabar Tate Qomaruddin mengatakan, PKS Jabar kini sudah menggandeng Partai Hanura untuk koalisi menghadapi Pilgub Jabar 2013.

Dengan koalisi itu, PKS sudah bisa maju dalam bursa Pilgub. Sebab, raihan kursi di DPRD Jabar sudah mencukupi jika ingin mencalonkan pasangan gubernur dan wagub setelah berkoalisi dengan Hanura.
Namun, meskipun sudah layak maju dalam bursa Pilgub, PKS masih menjajaki koalisi dengan partai lain. Itu demi memperbesar peluang PKS kembali menempati posisi Jabar 1. 
 
 
*lensaindonesia.com 20/5/2012