Selasa, 04 Juni 2013

Depok Gencar Kampanye ODNR, Mahasiswi Unpad Lakukan Penelitian


Depok - Sinta Kurniaputri, mahasiswi Fakultas Komunikasi Universitas Padjajaran melakukan penelitian tentang program One Day No Rice (ODNR) atau sehari makan tanpa nasi yang digulirkan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma'il setiap Selasa.

Sinta mengambil penelitian tersebut untuk skripsinya bertema strategi komunikasi kesehatan tentang diversifikasi pangan. Dalam kesempatan itu Sinta mewawancarai Nur Mahmudi sebagai nara sumber.
Sinta mengatakan, ia menjadikan ODNR sebagai skripsinya karena tertarik dengan program tersebut. Kampanye tersebut merupakan gerakan nasional, namun Kota Depok gencar menggaungkan gerakan diversifikasi pangan.

"Di Jawa Barat ada juga gerakan ODNR setiap Rabu. Namun gaungnya tidak terasa. Berbeda dengan di Depok. Saya jadi tahu bahwa sumber karbohidrat banyak juga pada umbi-umbian. Kemudian juga tidak makan terigu," ujarnya, Selasa (4/6/2013).

Nur Mahmudi menyatakan kepada Sinta bahwa saat ini pihaknya terus mendidik kesadaran warga Depok tentang penting diversifikasi pangan itu.

Baik itu dengan cara menyadarkan warga kampung, mengembalikan pola makan ke makanan lokal, dan mengajak warga perkotaan mengonsumsi umbi-umbian.

Pola makan masyarakat Indonesia dengan makan nasi sehari tiga kali menghabiskan beras 33 juta ton per tahun. Jika dipangkas makan nasi sehari sekali maka beras dihemat 16 ton. Sisa beras itu dapat dihibahkan dan digunakan untuk soft loan.

Anis Matta: Elektabilitas PKS Masih Tinggi

Presiden PKS, Anis Matta (foto: twitter @mahfudzsiddiq)
Sampang - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menegaskan kasus impor daging tak mempengaruhi elektabilitas partai.

Penegasan itu disampaikan Anis Matta dalam acara silaturahmi Presiden Partai Keadilan Sejahtarea (PKS) Anis Matta yang digelar di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Jalan Trunojoyo Kecamatan Kota Sampang.

Pihaknya juga mengatakan masalah yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq adalah persoalan pribadi.


"Kasus itu, sama sekali tidak berpengaruh pada elektabilitas PKS , karena itu persoalan pribadi, dan kalau nanti yang bersangkutan divonis dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan, maka saya adalah orang pertama kali yang akan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat," ucapnya.

Selain itu, ia berharap acara silaturahim PKS semakin diterima oleh masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Sampang.


"Kami berharap dengan acara silaturahmi kiai dan pengurus DPD, keberadaan PKS makin bisa diterima oleh masyarakat Madura," ucapnya. 

Silaturrahim dengan 500-an Ulama dan Tokoh Madura, Anis Matta Minta Nasehat


MADURA - Senin (3/6/13) Presiden PKS Anis Matta beserta rombongan DPP PKS dan DPW PKS Jawa Timur melakukan silaturohim dengan 500-an ulama dan tokoh di Sampang, Madura.

Anis Matta menyampaikan maksud dari kunjungan silaturohim tersebut dalam rangka meminta nasehat para ulama dan tokoh Madura.

"Kami hadir untuk silaturahim dan meminta nasehat dari para ulama dan tokoh di Madura..," ujar Presiden PKS ini.
Berikut ini liputan kegiatan silaturohim yang disampaikan oleh Mahfudz Siddiq, wakil sekjen PKS yang ikut silaturohim lewat akun twiternya @mahfudzsiddiq ....

  • Silaturahim Presiden @anismatta dgn 500-an ulama dan tokoh di Sampang, Madura.


  • Hadir dlm acara silaturahim Wabup Sampang, Fadhilah Budiono yg mewajibkan diri hadir menyambut presiden


  • @anismatta : "kami hadir untuk silaturahim dan meminta nasehat dari para ulama dan tokoh di Madura.."


  • Seorang Kyai minta kpd @anismatta agar PKS konsisten menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.


  • Salah satu tokoh kyai Sampang mewasiatkan PKS agar sungguh2 perjuangkan nasib umat Islam. Krn tinggal PKS yg kuat...


  • Silaturahim dgn masy Sampang-Madura ditutup dgn "sholawatan". Lantunan dzikr dan sholawat iringi doa untuk ummat..


  • Doa dari 4 ulama Sampang-Madura dan ditutup oleh doa Habib Nabiel Al-Musawwa. Sungguh silaturahim penuh berkah...

 
*sumber: https://twitter.com/mahfudzsiddiq pkspiyungan.org