
Gubernur Jawa Barat Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali mengunjungi
mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi
di kediamannya di Depok, Jabar, Sabtu (16/3). Kediaman kiai kharismatik
ini berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Hikam di Kelurahan
Kukusan, Kecamatan Beji.
Gubernur yang disapa akrab Aher ini mengawali silaturahimnya dengan
menunaikan salat maghrib berjamaah di masjid cukup megah, juga di
lingkungan pesantren. Usai salat, keduanya terlibat obrolan santai di
ruang tengah kediaman Muzadi, sekitar 45 menit.
Usai silaturahim, Aher kepada wartawan menjelaskan, pertemuannya
dengan Muzadi sebagai kunjungan biasa. Pertemuan terakhir mereka
berlangsung di tempat yang sama beberapa bulan lalu, sebelum puncak
Pilgub Jabar pada 24 Februari.
“Sebelum Pilgub, saya bertemu beliau memohon doa agar pesta demokrasi
Jabar berlangsung aman, lancar, dan damai. Kita semua bersyukur, Pilgub
Jabar rampung tanpa masalah berarti. Saya tentu perlu mengucapkan
terimakasih,” jelas Aher menjawab wartawan mengenai latarbelakang
kunjungannya.
Ditambahkan, obrolan santai berlanjut menjadi diskusi hangat.
Temanya, masih ungkap Gubernur Heryawan, mengenai situasi terkini
Indonesia. Muzadi bercerita banyak tentang kondisi mutakhir Indonesia,
yang disimak cermat Aher.
Aher menyatakan, pengalaman panjang dan pemikiran Muzadi sebagai
tokoh bangsa patut didengar dan menjadi acuan para pemimpin muda. Dengan
demikian, kalangan muda dapat mengambil sikap dan tindakan tepat dalam
menyelesaikan persoalan sosial-kemasyarakatan, dan politik khususnya.
“Saya banyak memetik ilmu tentang bagaimana seharusnya bersikap
sebagai negarawan. Saya diingatkan bagaimana sebaiknya kepemimpinan.
Saya juga diminta agar berdiri dan berjuang untuk seluruh kelompok
masyarakat, tanpa kecuali,” ujar Aher lagi.
Sementara itu, tokoh NU Muzadi menyambut baik kerendahan hati
Gubernur Ahmad Heryawan yang senantiasa menjalin komunikasi dengan
sesepuh bangsa.
“Silaturahmi seperti ini harus terus dilakukan oleh siapapun pemimpin muda sekarang. Ini contoh baik,” tandas KH Hasyim Muzadi.