Dakwatuna.com, Gresik - Sudah sekitar satu tahun yang lalu ibu Lue Sat Nyo atau yang biasa
dipanggil Mak Nyo ini menjalani operasi katarak yang diselenggarakan PKS
Gresik, ibu berumur 53 tahun keturunan Tionghoa ini mendiami rumahnya
yang sederhana di desa Bulurejo Benjeng Gresik Selatan Tepatnya
berbatasan dengan Cerme dan BalongPanggang.
Ibu yang memiliki 4
cucu ini ditemani suaminya yang berasal dari jawa, yang sehari hari
bertugas menjadi petugas keamanan di kelurahan bulurejo Benjeng, di mana
ketika kami bertemu beliau baru saja mengawal pilkades di desa
tersebut yang baru saja dimenangkan calon petahana di desa tersebut. Dan
sempat lembur membantu menyetempel kertas suara, sehingga wajah
lelahnya masih terlihat.
Kehidupan yang sederhana membuat keluarga
mak Nyo tidak bisa dengan mudah melakukan pengobatan katarak yang
dideritanya, sudah hampir berkali-kali mereka mendatangi puskesmas dan
rumah sakit untuk melakukan operasi tetapi belum kesampaian, karena
mahalnya biaya operasi saat ini,
“dulu ngak wani nyabrang dalan, liat
cucunya sing ganteng yo gak ruh” ujar mak nyo ditemani suami yang setia
mendampinginya itu, “mbiyen sampai nangis …..ya Allah dalane kok ketok
peteng” imbuh mak nyo dengan nada sendu menambahkan kondisi yang
dideritanya sebelum berobat.
Dengan kondisi yang terbatas itu akhirnya
Mak Nyo mendapatkan informasi tentang program kesehatan yang
diselenggarakan secara rutin oleh PKS yaitu Operasi Katarak Gratis bagi
warga yang tidak mampu.
“alhamdulillah matur nuwun saestu PKS”
ujar mak nyo dengan wajah berseri seri karena sudah bisa menyeberang dan
jalan sendiri menjalani aktivitasnya sebagai ibu yang normal di
masyarakat, bahkan saudara Mak Nyo yang lain juga merasakan hal yang
sama mengikuti program operasi Gratis, sehingga sampai saat ini saudara
Mak Nyo yang dulunya menganggur karena gangguan penglihatan sekarang
sudah bisa bekerja nyupir lagi,
“mbiyen gak iso kerjo saiki wis iso
nyupir maneh” begitu keterangan dari Mak Nyo di sela sela perbincangan
kami.
Sekelumit cerita ini merupakan salah satu bukti dari
berbagai masyarakat yang sudah pernah menerima manfaat operasi katarak
gratis yang diselenggarakan PKS secara Cuma – Cuma, Sedikit pesan
sekaligus doa dari seorang mak nyo buat partai berlambang bulan sabit
ini adalah
“Berdiri terus…berjuang terus” begitu imbuh mak nyo di akhir
pertemuan kita bersama Bambang yang menjabat sebagai ketua Kebijakan
Publik DPD PKS Gresik.
Di tengah cercaan dan hinaan berbagai pihak
kepada partai no urut tiga pemilu 2014 ini, masih ada yang berharap
akan kepedulian Partai Keadilan Sejahtera yang selama ini dikenal
masyarakat akan kiprah sosialnya di masyarakat, masih banyak masyarakat
yang membutuhkan uluran tangan kepedulian kita semua.
Semoga
Bangsa Indonesia bisa melahirkan generasi pemimpin masa depan yang benar
benar tulus membantu masyarakat kecil sebagai pijakan keputusannya,
semoga PKS adalah pilihan yang tepat.
