Rabu, 13 Maret 2013

Rumah Ustadz Hafi Kini Tak Lagi Berdinding Bilik

Senyumnya mengembang terlihat begitu berseri-seri, gerak-geriknya tegas nampak antusias, Ustadz Hafi, pria lansia penerima program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) kelihatan gembira usai rumahnya selesai diperbaiki. Ia adalah satu dari 87 kepala keluarga di Kecamatan Tapos yang rumahnya direnovasi oleh Pemerintah Kota Depok.

Rumah Ustadz Hafi adalah satu dari 60 RTLH yang direnovasi di daerah Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Depok. Leuwinanggung memang tergolong daerah yang memiliki infrastruktur, sarana, dan prasana kurang memadai dibandingkan dengan daerah lainnya di Kota Depok.

Ia mengucapkan banyak terima kasih karena rumahnya yang tergolong tidak layak huni kini telah diperbaiki.

“Bapak berterima kasih, rumah bapak sudah dibenerin. Karena itu bapak dateng ke sini menghadiri syukuran,” katanya di sela-sela acara Maulid Nabi Muhammad Saw dan Syukuran RTLH di Kantor Kecamatan Tapos, kamis (21/2/13). Dalam kesempatan itu Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail memberikan selamat atas terselesaikannya 87 rumah yang direhabilitasi.

Rumah laki-laki yang sudah berumur 83 tahun itu diperbaiki secara keseluruhan. Mulai dari dinding, lantai, pintu dan kusen, hingga atap. Yang dilakukan hanya renovasi fisik rumah, tanpa penambahan perabotan rumah tangga. Perbaikan yang signifikan terlihat pada lantai rumah.

Kini Ustadz yang sering shalat berjamaah di masjid itu bisa merasakan lantai keramik di rumahnya. Dulu sebelum direhabilitasi, rumah Ustadz Hafi hanya beralaskan sedikit peluran semen yang pecah-pecah.
Perbedaan signifikan juga nampak pada dinding rumah Ustadz Hafi yang sudah bertembok bata. Dahulu rumahnya hanya berdinding bilik.

 “Dulu pagernya mah bilik. Sekarang mah udah jadi batako. Wuh bagus,” tuturnya menyebut dinding dengan kata pager.

Pria yang sudah memiliki cucu dan cicit ini berharap terus ada program seperti ini kedepannya. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat Kota Depok dapat meningkat. Ustadz Hafi yang hanya tinggal bersama istrinya kini bisa merasa lebih nyaman menempati rumah barunya.

Biaya yang digunakan untuk renovasi RTLH sekecamatan Tapos ini sebesar Rp 1,2 miliar. Biaya tersebut berasal dari 7 sumber dana yang berbeda mulai dari pemerintah pusat, dana APBD, program CSR bank, hingga swadaya masyarakat sekitar.

rumah ustad hafi sebelum direhabilitasi
rumah ustadz hafi sebelum direhabilitasi

Ustad Hafi dan istri di rumah barunya
Ustadz Hafi dan istri di rumah barunya