Senyumnya mengembang terlihat begitu
berseri-seri, gerak-geriknya tegas nampak antusias, Ustadz Hafi, pria
lansia penerima program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) kelihatan
gembira usai rumahnya selesai diperbaiki. Ia adalah satu dari 87 kepala
keluarga di Kecamatan Tapos yang rumahnya direnovasi oleh Pemerintah
Kota Depok.
Rumah Ustadz Hafi adalah satu dari 60 RTLH yang direnovasi di daerah
Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Depok. Leuwinanggung memang
tergolong daerah yang memiliki infrastruktur, sarana, dan prasana kurang
memadai dibandingkan dengan daerah lainnya di Kota Depok.
Ia mengucapkan banyak terima kasih karena rumahnya yang tergolong
tidak layak huni kini telah diperbaiki.
“Bapak berterima kasih, rumah
bapak sudah dibenerin. Karena itu bapak dateng ke sini
menghadiri syukuran,” katanya di sela-sela acara Maulid Nabi Muhammad
Saw dan Syukuran RTLH di Kantor Kecamatan Tapos, kamis (21/2/13). Dalam kesempatan itu Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail memberikan selamat atas terselesaikannya 87 rumah yang direhabilitasi.
Rumah laki-laki yang sudah berumur 83 tahun itu diperbaiki secara
keseluruhan. Mulai dari dinding, lantai, pintu dan kusen, hingga atap.
Yang dilakukan hanya renovasi fisik rumah, tanpa penambahan perabotan
rumah tangga. Perbaikan yang signifikan terlihat pada lantai rumah.
Kini Ustadz yang sering shalat berjamaah di masjid itu bisa merasakan
lantai keramik di rumahnya. Dulu sebelum direhabilitasi, rumah Ustadz
Hafi hanya beralaskan sedikit peluran semen yang pecah-pecah.
Perbedaan signifikan juga nampak pada dinding rumah Ustadz Hafi yang
sudah bertembok bata. Dahulu rumahnya hanya berdinding bilik.
“Dulu pagernya mah bilik. Sekarang mah udah jadi batako. Wuh bagus,” tuturnya menyebut dinding dengan kata pager.
Pria yang sudah memiliki cucu dan cicit ini berharap terus ada
program seperti ini kedepannya. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat
Kota Depok dapat meningkat. Ustadz Hafi yang hanya tinggal bersama
istrinya kini bisa merasa lebih nyaman menempati rumah barunya.
Biaya yang digunakan untuk renovasi RTLH sekecamatan Tapos ini
sebesar Rp 1,2 miliar. Biaya tersebut berasal dari 7 sumber dana yang
berbeda mulai dari pemerintah pusat, dana APBD, program CSR bank, hingga
swadaya masyarakat sekitar.

