Tampilkan postingan dengan label mensos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mensos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Mensos Jadikan Payakumbuh Sebagai Kota PKS


Mensos Segaf Al Jufrie (foto: dinsos )
Payakumbuh, Padek — Se­jak dipimpin Riza Falepi dan Suwandel Muchtar, Pa­ya­kum­buh langsung ditetapkan Ke­menterian Sosial sebagai PKS alias Percontohan Kota Sejahtera. De­ngan menjadi PKS, Payakumbuh akan menerapkan pela­yanan satu atap dan terpadu dalam me­nye­lesaikan 22 per­­masalahan sosial.

Kabar Pa­ya­kum­buh ditetap­kan sebagai PKS, dite­rima Padang Eks­pres dari Wali Kota Riza Fa­lepi, Selasa (2/4) malam. Me­nurut Riza, Paya­kumbuh dite­tapkan sebagai percontohan kota sejahtera, bersama 6 daerah lainnya di Indonesia.

Keenam daerah itu adalah Bantaeng (Sulsel), Kota Metro (Lampung), Kabupaten Tanah Laut (Kalsel), Kabupaten Sra­gen (Jateng), Kota Sukabumi (Jabar) dan  Kabupaten Berau (Kaltim).

Untuk membahas pene­tapan Payakumbuh sebagai PKS, Riza diundang Mensos Salim Segaf Al-Jufrie meng­ikuti rapat di Jakarta, tadi malam.

Riza Falepi, Walikota Payakumbuh (foto: rizafalepi.files)
Menurut  Riza, rapat dipimpin Dirjen Pember­da­yaan Sosial dan Pe­nang­gu­langan Ke­mis­ki­nan Hartono Laras.

Riza menye­but, kota atau ka­bupa­ten sejahtera meru­pakan model pena­nganan dan pem­berdayaan Pe­­nyan­dang Ma­salah Kese­jah­te­raan Sosial (PMKS) tahun 2013.  Daerah yang ditunjuk se­ba­gai per­contohan, dinilai punya ko­mitmen tinggi dalam mene­kan angka kemiskinan dan pem­berdayaan masalah kese­jah­teraan sosial.

Menurut walikota, bagai­mana bentuk nyata dari program Kota atau Kabupaten Sejahtera itu, masih dibahas tadi malam.

"Kita akan ber­upaya, pen­canangan program Kota/Ka­bupaten Sejahtera oleh Men­teri Sosial  berlang­sung di Payakumbuh," kata Riza.

Selasa, 02 April 2013

Sudah 6000 Rumah Tidak Layak Huni Dibedah Kemensos


gambar berita warta ekonomi - kemensos telah bedah kampung di 24 kabupaten Kementerian Sosial telah melakukan bedah kampung di 24 kabupaten-kota di seluruh Tanah Air selama 2012.

Bedah kampung dilanjutkan pada 2013 yang salah satu lokasi bedah kampung yaitu di Kedusunan Ciangkrek Desa Mekarasih Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi ,Jawa Barat, Selasa (2/4) yang langsung dihadiri Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.

Selain di Sukabumi, bedah kampung juga sebelumnya sudah dilakukan di Lembang, Bekasi, Serang, Pandeglang, Bogor.

Di Jawa Tengah telah dilakukan di Semarang, Wonosobo, Purworejo, Sukoharjo, Banyumas. Sementara di Jawa Timur di Pacitan dan Tulung Agung.

Selain itu juga di Sumatera Barat tepatnya di Payakumbuh dan Padang di Maluku Tulehu-Ambon, Pulau Morotai Maluku Utara, Bone Bolango Gorontalo, di Sulawesi Utara yaitu Sangihe, Tomohon, Marampit. Juga di Kendari Sulawesi Tenggara dan Palu Sulawesi Tengah.

Di setiap wilayah, jumlah rumah yang dibedah bervariasi antara 100 hingga 350 rumah dengan sumber dana dari APBN, APBD dan partisipasi kalangan dunia usaha.

Ada pun pelaksanaannya melalui kepanitiaan yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan kalangan dunia usaha.

Pembangun 100 rumah membutuhkan lima hari dengan keterlibatan warga setempat. Satu rumah dikerjakan oleh 50 sampai 100 orang, dengan memperhatikan unsur-unsur teknologi dan arsitekturnya seperti tukang batu, mandor dan tukang kayu.

Saat ini terdapat 2,3 juta warga miskin yang belum memiliki rumah layak huni. Setiap tahun Kemensos memiliki anggaran untuk merehabilitasi 15 ribu unit tidak layak huni.

Melalui bedah kampung dimana rata-rata setiap lokasi dibedah 250 rumah maka pada 2012 di 24 kabupaten/kota telah dibedah 6.000 rumah tidak layak huni. 

Sabtu, 04 Agustus 2012

MENSOS Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solo Peduli





PKS Tapos, SOLO- Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr Salim Segaf Al-Jufri meresmikan Rumah Bersalin Gratis (RBG) Solo Peduli, Jumat (3/8/2012). RBG yang beralamat di Jl Petir RT 001/RW 014 Gendingan, Jebres, terdiri tiga lantai.

Lantai I terdiri ruang lobi, apotek, ruang periksa, ruang partus, tujuh ruang rawat inap dan musala. Menariknya, setiap ruang dilengkapi kamar mandi dalam dan air conditioner (AC). Untuk lantai II difungsikan sebagai kantor, sedangkan lantai III untuk ruang pertemuan.

Biaya pengadaan tanah dan pembangunan RBG Solo Peduli sekitar Rp1,9 miliar. Direktur Pelaksana Solo Peduli, Supomo, dalam sambutannya mengatakan standar pelayanan RBG tetap berkualitas kendati gratis. Kehadiran RBG diharapkan menjadi solusi persoalan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan. Ironisnya sebagian besar di antara mereka berasal dari golongan masyarakat tidak mampu.

Supomo menjelaskan RBG Solo Peduli telah eksis sejak 12 Desember 2007 lalu. RBG yang mengantongi izin sebagai rumah bersalin nomor 975/0872/PK/VII/2009 beroperasi selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam sepekan. Sumber daya manusia (SDM) RBG terdiri satu dokter spesialis kandungan, satu dokter umum, apoteker, fisioterapis, tujuh bidan, serta beberapa relawan medis terlatih.

Jenis layanan yang diberikan meliputi USG, KB, periksa umum, periksa kesehatan ibu dan anak, manajemen terpadu anak Balita sakit, pemeriksaan kehamilan dan partus, penyuluhan kesehatan dan pembinaan spiritual. Sampai saat ini sudah ada 13.527 pasien yang memanfaatkan layanan di RBG Solo Peduli.

“Seluruh biaya pembangunan RBG ini berasal dari masyarakat. Kendati gratis, tapi layanan berkualitas,” tegas Supomo.

Lebih lanjut dia menyampaikan pihaknya bercita-cita mendorong Solo tidak hanya berkembang sebagai kota budaya. Melainkan juga Solo dikembangkan menjadi kota peduli. Sedangkan Mensos RI, Salim Segaf Al-Jufri mengapresiasi positif bertumbuhnya secara signifikan jumlah donatur dan donasi Solo Peduli. Bila pada tahun 1999 jumlah donatur Solo Peduli hanya 773 orang, tahun ini mencapai 36.485 orang.

Begitu juga bila nilai donasi tahun 1999 hanya Rp7,1 juta, tahun 2011 lalu mencapai Rp5,7 miliar. Salim menyatakan keberadaan yayasan sosial seperti Solo Peduli sangat penting untuk mengurangi persoalan-persoalan sosial. Prinsip kepedulian seperti yang dijalankan Solo Peduli diharapkan bisa dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain meresmikan RBG Solo Peduli, Mensos juga berbuka puasa bersama ratusan anak yatim dan dhuafa Kota Bengawan di dekat TPA Putri Cempo tepatnya di Masjid An-Nuur Mojosongo. Dalam kesempatan itu diluncurkan program baru Solo Peduli yang diberi nama Solo Cinta Yatim.

*solopos.com