Rabu, 05 September 2012

Saat PKS bermimpi punya capres sendiri


Saat PKS bermimpi punya capres sendiri

Pertarungan di pemilihan presiden 2014 bakal semakin ramai jika niat PKS mencalonkan kadernya betul-betul dilaksanakan. Sejumlah nama sudah mulai diwacanakan di kalangan internal partai dakwah itu. Tiga kali berpengalaman ikut pemilu, saatnya PKS meretas jalannya menuju puncak kekuasaan.

Nama Luthfi Hasan Ishaaq yang kini menjadi presiden PKS serta nama Sekjen PKS Anis Matta adalah dua kandidat yang kabarnya mulai dibahas di tingkat Majelis Syuro DPP PKS. Secara popularitas, jika dibandingkan dengan nama-nama capres lain seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Jusuf Kalla dan sejumlah nama lain yang kerap disurvei, Luthfi dan Anis jauh populer. Bahkan nama mereka tidak masuk dalam daftar nama yang diperhitungkan.

Meski begitu, wacana mengusung kader sendiri sebagai capres oleh internal PKS merupakan langkah positif. Artinya, PKS yang selama ini kurang percaya diri, mulai menunjukkan keberaniannya.

"Sementara kader terbaik kami ya presiden PKS. Hanya yang menentukan Majelis Syuro, karena bukan wilayahnya orang per orang, tapi untuk sementara capres kita ya presiden PKS karena itu kader terbaik kita," ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu-Pemilukada (BP3) DPP PKS, Syahfan Badri Sampurno, saat mendaftarkan PKS sebagai parpol peserta pemilu di kantor KPU, Jakarta, Senin (3/9) lalu.

Menurutnya, memang ada nama yang lainnya untuk dicalonkan sebagai presiden dari PKS. Namun, saat ini Luthfi Hasan yang akan 'dijual' ke masyarakat. Dengan dukungan Majelis Syuro, Syahfan yakin, seluruh kader PKS akan mendukung pencapresan Luthfi.

Menanggapi rencana pencalonan Luthfi sebagai capres ini, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyatakan hal itu sebagai kejujuran politik dan keberanian merebut kekuasaan.

"Pencapresan Presiden PKS menarik karena merupakan manifestasi keberanian berpolitik PKS, di samping berangkat atas kejujuran sikapnya yang selama ini dikenal ambigu antara mengutamakan tokoh sendiri atau dari luar terhadap agenda kepemimpinan bangsa," katanya.

Meski ketokohan Luthfi yang belum menjual, Syahganda berharap pencalonan itu akan membangun dinamika politik baru dalam menghadirkan sosok ke pentas nasional. Tujuannya tentu saja memberikan pilihan politik yang beragam kepada masyarakat untuk mengukur tingkat kapabalitas, kepantasan, dan elektabilitas calon presiden.

"Implikasinya dapat mendorong kehadiran figur-figur muda. Luthfi bisa saja mewakili orang muda dengan usianya yang memasuki 51 tahun," imbuh Syahganda.

Namun, dia mengingatkan, jika PKS benar-benar berkomitmen menampilkan Luthfi sebagai capres alternatif, hal itu akan membutuhkan perjuangan ekstra keras. Tantangan pertama adalah memenuhi ambang batas perolehan suara nasional di parlemen (parliamentary threshold) sebesar 3,5 persen, untuk mendudukkan wakil-wakilnya di DPR RI sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang No 8/2012 tentang Pemilihan Umum.

Tantangan berikutnya adalah syarat pengajuan calon presiden juga tidak mudah untuk diatasi PKS, karena berdasarkan UU No 42/2008 tentang Pilpres 2009 yang masih belum direvisi DPR, suatu partai politik atau gabungan partai politik baru berhak mengajukan pasangan capres/cawapres apabila mencapai ambang batas perolehan suara hasil Pemilu Legislatif minimal 20 persen, sebagai patokan presidential threshold.

"Inilah hakikat perjuangan berat PKS ke depan bila ingin mencalonkan kadernya menjadi presiden," katanya.

Yang paling penting saat ini, lanjut Syahganda, PKS harus mempersiapkan diri tampil pada Pemilu Legislatif agar mendapat dukungan suara yang besar selain mengupayakan segala cara untuk bersama mitra koalisi menyepakati pencalonan kader PKS ke pertarungan Pilpres 2014.

"Jadi memerlukan konsolidasi luar biasa apalagi ditambah upaya membangun kelayakan dari calon PKS yang terbilang figur baru," katanya.

Soal figur baru itu, sudah sepatutnya menciptakan daya juang lebih besar akibat figur lama PKS yang tergolong populer seperti Hidayat Nur Wahid tidak realistis lagi dimajukan ke pertarungan Pilpres 2014 mengingat kekalahannya pada Pemilukada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Selamat Ulang Tahun DPRD Depok




Rapat Paripurna dengan agenda pembukaan masa sidang ke 3 Tahun sidang 2012 dan penyampaian laporan hasil kegiatan reses ke 3 Pimpinan dan anggota DPRD Kota Depok digelar di ruang sidang DPRD Kota Depok, Senin (3/9). Berbeda dari paripurna biasanya, paripurna kali ini dirangkai dengan peringatan HUT ke-13 DPRD Kota Depok. Pembacaan hasil reses yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Prihandoko mengawali paripurna dan dilanjutkan dengan penyerahan hasil reses oleh Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto kepada Wakil Walikota H.M. Idris Abdul Shomad. Penyerahan disaksikan oleh 32 Anggota DPRD, Sekretaris Daerah beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD), Muspida dan Instansi Vertikal Kota Depok, serta para Anggota Dewan Periode 1999 – 2004 serta periode 2004 – 2009. Paripurna berlanjut dengan pembacaan rencana kerja oleh Badan Kehormatan dan Badan Legislasi.

Awali sambutan, Wakil Walikota mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-13 DPRD Kota Depok, semoga dengan pertambahan usia ini, menjadi wahana peningkatan segala aspek untuk menjalankan tugas kedewanan.

 “Terima kasih kepada seluruh anggota DPRD dari mulai periode pertama, atas jasa-jaanya untuk pembangunan kota yang kita cintai ini” ungkap Wakil Walikota yang menyambut baik hasil reses.

“Kami yakin, hasil reses ini akan memberikan kontribusi dan inspirasi positif bagi kinerja kami, masyarakat dan pembangunan Kota Depok. Semua saran dan masukan akan kami pelajari lebih mendalam bersama para OPD untuk menetapkan rencana kedepan berdasarkan skala prioritas dan anggaran. Terima kasih atas saran yang konstruktif dan terima kasih kepada DPRD yang pada saat reses, ikut mensosialisasikan program-program pemerintah, menampung aspirasi warga dan menjalin komunikasi dua arah” tutur Wakil Walikota yang menghimbau para OPD untuk membantu dan terus berkoordinasi dengan anggota DPRD.

Ketua DPRD Kota Depok mengajak seluruh anggotanya untuk mengingat, mengenang, dan memeperhatikan jasa-jasa para pendahulu yang masih hidup. 

“Dirgahayu DPRD Kota Depok, semoga kedepan lebih baik lagi”. 

*depok.go.id


Anis Matta: Pencapresan Lutfi Hasan Aspirasi Kader


Anis Matta: Pencapresan Lutfi Hasan Aspirasi Kader


PKS Tapos, JAKARTA  - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan wacana Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq sebagai calon presiden baru merupakan aspirasi kader.

"Keputusan apakah Luthfi Hasan akan diusung sebagai calon presiden dari PKS baru akan dibahas dan diputuskan dalam rapat Majelis Syuro," kata Muhammad Anis Matta, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Anis, banyak kader PKS yang menyuarakan agar Luthfi Hasan Ishaq diusung sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014.

Sebelumnya, politikus PKS, Yudi Widiana Adia, mengusulkan agar partai-partai berplatform Islam mengusung satu nama calon presiden saja.

Pertimbangannya, hasil survei dari beberapa lembaga survei independen menunjukkan elektabilitas partai-partai politik berplatform Islam terus merosot.

"Pimpinan partai-partai Islam perlu duduk bersama, bermusyawarah untuk menyamakan pandangan dalam mengusung calon presiden," kata Yudi di Jakarta, Jumat (31/8).

Ia mencontohkan, pada Pemilu Presiden pada 1999, partai-partai Islam sepakat mengusung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai presiden.

Jika partai-partai politik berplatfoem Islam bisa bersatu dan mengusung capres yang sama, ia optimistis bisa meningkatkan bergaining partai Islam dengan partai nasionalis.

*republika.co.id