Tampilkan postingan dengan label kh idris abdul shomad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kh idris abdul shomad. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

PKS Tapos Gelar Tarhib Ramadhan bersama Wakil Walikota Depok



Tapos, Depok – Partai Keadilan Sejahtera Ranting Tapos hari ahad kemarin, 14 Juni 2015 menggelar acara Tarhib Ramadhan 1436 H/2015 dengan tema “Sambut Ramadhan dengan Hati Insyaf” bersama dengan warga kelurahan Tapos di RW. 01 Tapos, Depok. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota KH. DR. M. Idris Abdul Shomad, MA, Anggota DPRD Kota Depok Ust. Qurtifa Wijaya, S.Ag, Kepala Kelurahan Tapos Drs. M. Imron, Ketua DPC PKS Tapos Yosnardi Sirkas dan tokoh masyarakat Tapos. Ratusan warga RW.01, dan sebagian warga RW.02 juga datang menghadiri kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun oleh PKS Dpra Tapos.

Bang Yos, Ketua DPC Tapos tampak memberikan sambutan

Dalam acara tarhib ramadhan  ini, panitia juga menyediakan layanan kesehatan, berupa pelayanan kesehatan gratis beserta obatnya, pemeriksaan gula darah dan asam urat murah, akupuntur gratis, dan pawai menyambut ramdhan dengan mengendarai odong-odong. Tak ketinggalan ada pula bazaar murah pakaian layak pakai/jilbab yang diserbu warga yang kebanyakan kaum ibu.
Bazaar murah pakaian layak pakai/jilbab diserbu warga Tapos
  
Pukul 13.15 WIB acara dimulai dengan tilawah Al-Qur`an yang dibawakan oleh Bapak Firdaus Zein, Lalu sambutan ketua DPC PKS Tapos Bapak Yosnardi Sirkas. Dilanjutkan ceramah agama oleh Wakil Walikota Depok KH. DR. M. Idris Abdul Shomad, MA dan tokoh agama setempat yaitu Haji Ma`mun. Intisari sambutan dan ceramah yang disampaikan Ketua DPC dan kedua penceramah adalah tentang keistimewaan Ramadhan dan mengajak umat Islam khususnya warga RW.01 RW.02 Tapos agar menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita.
Wawali Depok,KH.DR.M.Idrid Abdul Shomad menyerahkan bingkisan kepada tokoh masyarakat Tapos.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PKS Tapos yang telah mengadakan acara semacam ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa bulan Ramadhan sudah dekat dan masyarakat perlu mempersiapkan diri menyambut bulan yang suci ini  “ demikian diantaranya kutipan ceramah dari Wakil Walikota Depok.

Lurah Tapos Bapak M.Imron berkenan melepas pawai odong2 tarhib Ramadhan
   
Kemudian Kepala Kelurahan Tapos, Drs. M. Imron memberikan sambutan singkat, mengimbau masyarakat Tapos supaya membimbing anaknya dalam menjalankan ibadah puasa dengan benar dan khusyu.
Selanjutnya, panitia memberi kesempatan Anggota Dewan PKS Dapil Tapos-Cilodong yaitu Ust. Qurtifa Wijaya S.Ag untuk mengenalkan diri dan membacakan do`a. Hadirin dengan khusyu meng amini do`a yang beliau panjatkan.

Semoga dengan acara ini masyarakat bersama PKS dapat menjalankan ibadah shaum ramadhan dengan baik dan meraih ketakwaan. Aamiiin..

*humas Dpra Tapos

Selasa, 19 November 2013

Deklarasi One Day One Ayat Dukung Bebasnya Buta Aksara

 
Depok - Sehubungan dengan adanya Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XIV Tingkat Kota Depok yang digelar di Kecamatan Cipayung, masyarakat dan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Depok membacakan Deklarasi One Day One Ayat. Hal tersebut guna mendukung bebasnya buta aksara Al Quran.
 
“Dengan deklarasi ini bermaksud ingin menggerakkan masyarakat untuk membaca Al Quran minimal satu ayat dalam satu hari misalnya sebelum atau setelah melaksanakan salat magrib,” tutur Wakil Walikota Depok H. M. Idris Abdul Shomad ketika ditemui di Kecamatan Cipayung, Minggu (17/11/2013) malam.

Idris juga mengatakan bahwa sudah ada beberapa kelurahan yang setiap harinya melakukan pembacaan Al Quran sebelum melakukan salat. Dengan adanya deklarasi ini diharapkan mereka mampu memanfaatkan waktu malamnya untuk hal-hal yang positif dan bisa dekat dengan Al Quran dalam berprilaku dan berakhlak.

Isi Deklarasi One Day One Ayat yaitu 
 
“Pada hari ini, tanggal 17 November 2013 pukul 20.00 bertepatan dengan penutupan MTQ ke XIV Tingkat Kota Depok, Kami masyarakat dan pengurus LPTQ Kota Depok bersepakat untuk mendukung bebas buta aksara Al Quran melalui gerakan One Day One Ayat. Kami yang mendeklarasikan, MTQ Kota Depok”.
 

Senin, 08 April 2013

Pelepasan Kontingen Seleksi Tilawatil Qur`an ke Tingkat Provinsi



Sebanyak 16 kontingen STQ perwakilan Kota Depok  Sabtu, 6 April 2013 bertempat di Aula Lt 1 Balaikota Depok dilepas langsung  oleh Wakil Walikota Depok Idris Abdul Somad untuk mengikuti  Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XIII tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2013 yang akan dilaksanakan di Pusdai Bandung pada tanggal 7-12 April 2013 mendatang. Lomba tersebut terdiri dari pembacaan saritilawah, memahami kandungan dan cara membaca kitab suci Al Quran, serta menghapal tafsir atau terjemahan.
 
Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa STQ  merupakan program nasional yang diawali dari STQ tingkat kelurahan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kedekatan masyarakat dengan Alquran dalam rangka lebih mendekatkan  diri dan meningkatkan cinta kepada Allah SWT, jadi bukan hanya sekedar lomba.

“Peserta Insya Allah asli warga Kota Depok. Agar menjaga nama baik kota kita, Insya Allah  peserta menjadi yang terbaik. Dengan menciptakan rasa persaudaraan dengan khafilah lain,” ujar beliau dalam kata sambutannya.

Peserta yang ikut dalam STQ sebanyak 3 cabang , tilawah dewasa yaitu wanita, pria, serta  anak-anak. Dengan menghafal hafiz 1 juz sampai dengan 30 juz dan tafsir, diharapkan minimal menjadi 10 besar. Pemerintah Kota tidak menargetkan berapa banyak piala emas yang didapat, hanya menjamin akan menampilkan yang terbaik.

Jum’at Bersih, Wakil Walikota Depok Tertibkan Spanduk Liar



Depok - Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Somad bersama Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah Kota Depok turun ke jalan untuk menertibkan spanduk-spanduk liar yang ada di Kota Depok Jum’at (5/4/2013). Aksi ini adalah sebagai wujud dari penggalakan program K3 yaitu Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan.
 
Kegiatan aksi bersih yang diawali dari jalan Margonda, jalan Siliwangi, pertigaan Masjid Al Huda dan diakhiri di jalan Sentosa Raya. Satpol PP yang menurunkan 40 personil dibantu oleh Dishub dan DKP yang membawa satu armada truk sampah. Selain aksi bersih Bapak Idris Abdul Somad juga meninjau pedagang kaki lima yang berada di sepanjang jalan Kota Depok.

Aksi ini adalah sebagai bukti keseriusan Pemkot Depok untuk menjadikan kota yang dijuluki Kota Belimbing ini dalam menciptakan kota yang bersih, indah dan hijau.

Wakil Walikota Depok juga menghimbau kepada pedagang kaki lima yang berada di jalan Raya Sentosa agar secepatnya dibongkar dikarenakan menyalahi Perda Kota Depok. Tempat dagang yang mereka dirikan  berada di atas gorong-gorong harus segera dibongkar agar tidak menghambat aliran saluran air dan untuk menghindari banjir. 
 

Rabu, 03 April 2013

Wakil Walikota Depok Sambangi Korban Puting Beliung



Depok - Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengunjungi rumah yang mengalami rusak akibat diterjang angin puting beliung, bersama Camat Sawangan Eko Herwiyanto beserta Lurahnya, Selas (9/4/13).
 
Peristiwa yang menyebabkan kerusakan ratusan rumah tersebut terjadi pada Minggu, (31 4/2013) malam. Dalam hitungan menit, ratusan rumah warga rusak, termasuk bangunan SD 03 Serua.

Kunjungan pertama Wakil Walikota adalah di Kelurahan Sawangan Baru, tepatnya di Rt. 03/02, disana ada 2 rumah yang mengalami rusak.

Kunjungan berikutnya adalah di Rt. 02/07 Kelurahan Sawangan, disana terdapat 3 rumah yang rusak. Kunjungan berikutnya adalah di Rt. 02/08 Kelurahan pengasinan, ada sekitar 201 rumah mengalami kerusakan, 40 diantaranya rusak berat.

Kunjungan berakhir di RT. 001/01 Kelurahan Sawangan Baru. Selain memberi semangat kepada warga, Wakil Walikota juga memberikan bantuan kepada korban, yang secara simbolis diberikan kepada Lurahnya.

Sumbangan yang diberikan terdiri dari dua macam, yang pertama berupa uang dari PMI, dan yang kedua berupa alat dapur, alat tidur, dan bahan makanan dari Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok.

Camat Sawangan Eko Herwiyanto mengatakan, kerusakan bervariasi dari ringan sampai berat. “Kerusakan ada yang ringan dan ada yang berat,” katanya.

Penanganan juga dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Untuk rumah rusak ringan, kata dia, dilakukan perbaikan secara swadaya. Namun untuk rumah yang rusak berat, menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk merenovasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kami berharap warga sabar, karena kami terus berupaya untuk membantu para korban, dengan menggandeng mitra kami, seperti PMI dan CSR,” imbuhnya Idris Abdul Somad.

Kiat Pemkot Depok Cegah Korupsi


 Depok _ Pemerintah Kota Depok selalu berusaha untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi dalam kegiatan pemerintahannya, terutama mengenai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. 

“Depok selalu berupaya untuk transparan dalam pengadaan barang dan jasa, sejak tahun 2006 Depok melakukan kerja sama dengan KPK dalam proses pengadaan barang dan jasa, ” ujar Walikota Depok, Nur Mahmudi dalam pembukaan acara Pembinaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan.
 
Acara yang diadakan hari Selasa (02/04/2013) di Aula lantai 5 Gedung Balaikota Depok ini dihadiri oleh seluruh OPD Kota Depok. Selain Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdus Shomad, hadir pula para narasumber dalam acara ini yaitu LKPP yang diwakili Robin Asat Suryo selaku Kasi Pengembangan Profesi, Kapolresta Depok yang diwakili Bambang Purwoto selaku Kanit Reskrim Sus, Ketua PN H.Prim Haryadi, dan Kejari Kota Depok yang diwakili Haryono selaku Kasi Intel.

Para narasumber tersebut menjelaskan dan memaparkan bagaimana proses awal pengadaan barang dan jasa pemerintahan mulai dari perencanaan pengadaan sampai tahap akhir yaitu penyerahan barang dan penyerahan jasa konstruksi. Idealnya disebut bahwa dalam prosesnya, prinsip umum pengadaan barang dan jasa haruslah efisien, efektif, kompetitif, transparan, non diskriminatif serta akuntabel.

Namun pada kenyataannya Bambang Purwoto selaku Kanit Reskrim Sus Kapolresta Depok menjelaskan bahwa kasus korupsi yang seringkali terjadi berupa mark up harga, pengadaan fiktif, nepotisme dalam pengadaan lelang dan pengaturan pemenang penyedia barang/jasa.

“Pada umumnya keempat hal tersebut diikuti dengan penerimaan gratifikasi atau suap oleh pejabat pengadaan/panitia lelang dan hal inilah yang harus dihindari,” himbau beliau.

Pembinaan ini diberikan kepada  pengguna anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  agar menambah pengetahuan, kiat-kiat, prosedur dalam melakukan pengadaan barang dan jasa, yang efisien dan efektif.

” Kegiatan ini merupakan tindakan kita sebagai bentuk penyelamatan pemborosan dana pemerintah dan juga agar proses pengadaan barang dan jasa di Depok nanti akan terjadi perbaikan kualitasnya, khususnya di tahun 2013 ini, ” tegas Nur Mahmudi. 
 
 

Selasa, 26 Maret 2013

Pemkot Depok Beri Masukan Kepada Anggota DPD

4

Depok - Pemerintah Kota Depok terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat. Dalam hal penyediaan tanah untuk umum misalnya, Pemkot Depok bertekad mempercepat proses pengadaannya. Namun, persoalannya adalah kendala yang diakibatkan oleh ketentuan prosedur.

Menurut UU No.2 Tahun 2012 tentang penyediaan tanah untuk kepentingan umum, kewenangan mengeluarkan izin sepenuhnya ada di BPN. Untuk pengadaan lahan dibawah 1 hektar, memang dilakukan dengan pemda. Akan tetapi, Surat Keputusan Penggunaan Lahan harus ditandatangani oleh Gubernur yang biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

Pemkot Depok menilai prosedur tesebut masih terlalu lama, Karena itu, Pemkot Depok menyarankan agar kewenangan diserahkan langsung kepada Walikota agar ada kemudahan pelayanan.

Masukan tersebut dikemukakan oleh Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Somad saat menerima kunjungan anggota Dewan Perwakilan Daerah di ruang kerja Wakil Walikota Depok. Pejabat nomor dua di Kota Belimbing ini bersama Asisten Administrasi Agus Suherman, Kepala Distarkim Nunu Heriyana, Kepala Kesbangpolinmas M.Fitriawan, dan Dudi Miraz Kabag Pemerintahan, menyambut dengan antusias kunjungan DPD RI yang diwakili oleh Amang Syafruddin.

Kunjungan tersebut selain sebagai bentuk silatuhrahmi juga membahas tentang Undang-undang no.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan Undang-undang No.2 Tahun 2012 tentang penyediaan tanah untuk kepentingan umum. 

“DPD melakukan kunjungan ini untuk melihat, apakah kedua undang-undang ini bisa dilakukan oleh Pemda dan masyarakat, ” ujar Amang.

Secara garis besar, Pemkot Depok menyambut dengan antusias pemecahan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemda menjadi tiga undang-undang, yaitu UU Pemda, UU Desa dan UU pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Hal tersebut didasari oleh fakta di lapangan bahwa selama ini tidak ada kewenangan di lintas antar kabupaten dan kota, terkait dengan perbatasan dengan kota lain. Pemkot Depok juga mendukung agar Pemilihan Kepala Daerah dilakukan secara langsung oleh masyarakat sebagai bentuk dari demokrasi.

” Di kunjungan ini kami mendapatkan masukan, ada beberapa catatan untuk UU No.2 Tahun 2012, mengenai kewenangan Pemda di tingkat kota dan kabupaten yang masih bergantung kepada propinsi mengenai masalah pembuatan surat untuk penyelesaian pembebasan tanah itu. Mengenai UU No.32 Tahun 2013 saat sudah dibahas di DPR dan tinggal direspon oleh DPR, ” jelas Amang.

Senin, 25 Maret 2013

Wakil Walikota Hadiri Maulid Nabi di Rawageni

idris
KH. Idris Abdul Shomad, Wakil Walikota Depok

Depok - Wakil walikota Depok, Idris Abdul Shomad menghadiri perayaan peringantan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Huda kampung Rawageni kelurahan Ratujaya, Cipayung, Sabtu malam (23/3/2013).

Dalam sambutannya orang nomor dua di Depok ini menyampaikan betapa pentingnya para anak-anak muda menjaga pergaulan yang sehat sehingga tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan.

“Anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa harus pandai-pandai menjaga diri supaya tidak terjerumus pergaulan bebas yang bisa merugikan diri sendiri dan keluarga,” saranya.

Acara maulid ini diisi oleh dai terkenal Habib Jindan dan Ustaz Aswan Faisal.
Dalam ceramahnya Habib Jindan menyampaikan sebagai umat islam harus bisa menteladani Nabi Muhammad SAW sebagai panutan umat islam.

“Salah satu hikmah maulid ini kita harus bisa menteladani akhlak Rasululloh SAW karena ini sebagai bukti kita cinta Rosululloh,”paparnya.

Meski siang harinya Cipayung diguyur hujan lebat tidak mensurutkan masyarakat kampung Rawageni untuk hadir dalam perayaan tersebut. Untuk memeriahkan acara ini siangnya diadakan pawai keliling Rawageni dengan menampilkan drumband.

Acara ini dihadiri juga Camat Cipayung, Lurah Ratujaya, tokoh-tokoh masyarakat setempat lainnya serta warga kampung Rawageni.
 

Senin, 25 Februari 2013

Wakil Walikota Depok Gunakan Hak Pilihnya

Idris-istri nyoblos 
 
PKS Tapos, Depok - Kemarin, jutaan warga Jawa Barat menggunakan hak pilihnya untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, tak terkecuali  Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad. Idris bersama istirnya menyalurkan hak suaranya di TPS 77 Pondok Duta 2 kelurahan Baktijaya Kecamatan Sukmajaya, Minggu (24/2).
 
Pesta demokrasi yang melibatkan seluruh warga harus benar-benar dimanfaatkan, karena suara kita turut menentukan masa depan Jawa Barat. Satu suara saja dari warga punya arti untuk kemajuan bangsa dan Provinsi Jabar, khususnya.
 
Wakil Walikota yakin tingkat partisipasi warga Depok meningkat.
 
”Seperti halnya ditempat saya memilih saat ini, masyarakat disini sangat guyub sehingga tingkat partisipasinya sangat tinggi, terbukti saat Pilpres yang lalu, tingkat partisipasi disini mencapai 80%” tutur Wakil Walikota.
 
“Siapa pun pilihan kita, ketertiban dan kelancaran dalam Pilgub harus kita jaga bersama. Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih nanti, dapat memenuhi janji-janji pada saat kampanye, yang tentunya pelaksanaan janji tersebut harus sesuai dengan Undang-Undang dan aturan yang berlaku” harap Wakil Walikota seraya menambahkan, Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih juga harus selalu mementingkan kepentingan rakyat.


Rabu, 05 September 2012

Selamat Ulang Tahun DPRD Depok




Rapat Paripurna dengan agenda pembukaan masa sidang ke 3 Tahun sidang 2012 dan penyampaian laporan hasil kegiatan reses ke 3 Pimpinan dan anggota DPRD Kota Depok digelar di ruang sidang DPRD Kota Depok, Senin (3/9). Berbeda dari paripurna biasanya, paripurna kali ini dirangkai dengan peringatan HUT ke-13 DPRD Kota Depok. Pembacaan hasil reses yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Prihandoko mengawali paripurna dan dilanjutkan dengan penyerahan hasil reses oleh Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto kepada Wakil Walikota H.M. Idris Abdul Shomad. Penyerahan disaksikan oleh 32 Anggota DPRD, Sekretaris Daerah beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD), Muspida dan Instansi Vertikal Kota Depok, serta para Anggota Dewan Periode 1999 – 2004 serta periode 2004 – 2009. Paripurna berlanjut dengan pembacaan rencana kerja oleh Badan Kehormatan dan Badan Legislasi.

Awali sambutan, Wakil Walikota mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-13 DPRD Kota Depok, semoga dengan pertambahan usia ini, menjadi wahana peningkatan segala aspek untuk menjalankan tugas kedewanan.

 “Terima kasih kepada seluruh anggota DPRD dari mulai periode pertama, atas jasa-jaanya untuk pembangunan kota yang kita cintai ini” ungkap Wakil Walikota yang menyambut baik hasil reses.

“Kami yakin, hasil reses ini akan memberikan kontribusi dan inspirasi positif bagi kinerja kami, masyarakat dan pembangunan Kota Depok. Semua saran dan masukan akan kami pelajari lebih mendalam bersama para OPD untuk menetapkan rencana kedepan berdasarkan skala prioritas dan anggaran. Terima kasih atas saran yang konstruktif dan terima kasih kepada DPRD yang pada saat reses, ikut mensosialisasikan program-program pemerintah, menampung aspirasi warga dan menjalin komunikasi dua arah” tutur Wakil Walikota yang menghimbau para OPD untuk membantu dan terus berkoordinasi dengan anggota DPRD.

Ketua DPRD Kota Depok mengajak seluruh anggotanya untuk mengingat, mengenang, dan memeperhatikan jasa-jasa para pendahulu yang masih hidup. 

“Dirgahayu DPRD Kota Depok, semoga kedepan lebih baik lagi”. 

*depok.go.id


Rabu, 25 Juli 2012

Kaitannya Terjadi Kriminalitas Anak, Inilah Kultum Wakil Walikota Depok


Bulan Ramadhan 1433 H telah memasuki hari keempat, Selasa (24/7) Masjid Agung Baitul Kamal Balaikota Depok terlihat penuh dengan Karyawan dan Karyawati Pemerintah Kota Depok. Wakil Walikota Depok KH. Idris Abdul Somad, seusai solat zuhur memberikan ceramah singkatnya.

Beliau mengatakan “Bahwa akhir-akhir ini begitu banyak kasus kekerasan dan kasus kriminalitas yang pelakunya adalah remaja atau anak-anak. Hal ini cukup menjadi perhatian dan pertanyaan mengapa hal tersebut dapat terjadi?.

Terlebih lagi Kota Depok yang sedang dan terus mencanangkan menjadi Kota Layak Anak, dan telah dibentuk RW layak anak. Oleh karena itu, Wakil Walikota atas nama Pemerintah Kota Depok, mengajak para orangtua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Karena banyak perilaku menyimpang anak-anak terlahir dari kurangnya perhatian yang diberikan para orangtua. Sesibuk apapun seorang ayah, atau Ibu, harus tetap dapat meluangkan waktu dan memberikan perhatian untuk anaknya, perhatian merupakan bentuk kasih sayang yang tidak dapat ditukar dengan apapun.

Menurut cerita dari Rasulullah SAW, bahwa Allah SWT dalam Firmannya akan menyayangi manusia yang menyayangi anak-anaknya. Hendaknya ada 3 Aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:

1.     Mengubah Mind Set
Mind Set Orang tua harus dirubah, agar tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah. Sekolah bukanlah tempat untuk membentuk karakter. Setiap anak yang dilahirkan pada awalnya adalah fitrah dan berakhlak baik, tetapi tergantung bagaimana orangtua membentuknya. Oleh karena itu tanggung jawab pendidikan bukanlah disekolah melainkan ada di dipundak orangtua.

2.   Tindakan yang sesuai norma
Seorang anak akan membandingkan dan meniru tindakan orangtuanya di rumah.
Jadi tindakan para orangtua hendaknya harus sesuai dengan norma-norma dan nilai kesopanan  yang berlaku.

3.  Trilogi pendidikan: terdiri dari komponen Rumah, Sekolah dan Lingkungan, tiga tempat yang sangat mempengaruhi perkembangan/ pembentukan karakter anak.

Di akhir ceramah, Beliau menghimbau agar Para orangtua agar mengajarkan anaknya untuk berinteraksi dan mengenal lingkungan. Seperti yang dikatakan Oleh Walikota, yaitu : paling tidak seorang anak harus mengenal RT, RW, Lurah, Camat, Walikota dan Gubernur, dengan pemberitahuan informasi dan bimbingan dari orangtuanya.

Mudah-mudahan beberapa hal yang telah disampaikan dapat menjadi catatan para orangtuya, agar anak-anak mempunyai karakter dan ahlakul karimah melalui limpahan kasih sayang dan bimbingan iman dari kedua orangtuanya, ” tutup kyai Idris.



Selasa, 19 Juni 2012

Wakil Walikota Depok Hadiri Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Bangsa

KH. Idris Abdul Shomad, Wakil Walikota Depok. (foto depoknews.com )

PKSTapos, Depok - Kegiatan yang mulia dan layak diapresiasi beberapa waktu lalu dilakukan oleh satu komunitas yang peduli kepada anak bangsa. Komunitas itu bernama PENA atau kepanjangan dari Komunitas Peduli Anak Bangsa. Kegiatan berbagi buku gratis atau  Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Bangsa dilaksanakan di SDN 1 Leuwinanggung, Tapos, pada Selasa (12/6) pekan lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Somad, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah, Lurah Leuwinanggung, Zarkasih, Ketua PENA (Komunitas Peduli Anak Bangsa) yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Prihandoko, dan Kepala UPT Tapos, Djunaedi Chandra.

Seperti diberitakan depoknews.com Idris mengatakan, acara ini sangat baik terutama bagi siswa yang kurang mampu agar lebih termotivasi untuk terus belajar, meski memiliki banyak keterbatasan.

“Dengan adanya gerakan ini maka para siswa kurang mampu dari berbagai sekolah yang ada di Depok, lebih termotivasi untuk menggapai cita-cita walaupun dengan semua keterbatasan yang ada. Semoga buku-buku tersebut dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan sehingga anak-anak yang kurang mampu di Kota Depok tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan,” terangnya.

Sementara, Ketua PENA sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Prihandoko, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan dan pendampingan anak-anak khususnya dalam hal pendukung pendidikan.

“Sekarang ini masih banyak anak yang  sulit mendapatkan buku tulis dan perlengkapannya dengan murah dan mudah tanpa dibebani, sulitnya mendapatkan pendampingan terhadap kegiatan belajar mengajar diluar sekolah dengan  biaya murah yang dapat menghambat terwujudnya harapan anak-anak bangsa dalam menggapai harapan dan cita- citanya,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Prihandiko, dengan adanya gerakan ini anak-anak tidak mampu bisa mendapatkan pendampingan dan fasilitas yang dapat mengoptimalkan potensi dan bakat mereka.

“Jika dikaitkan dengan kehidupan generasi muda saat ini komunitas peduli anak bangsa dapat memberikan pendampingan dan memfasilitasi kegiatan agar anak-anak bangsa dapat mengoptimalkan potensi dan bakatnya. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan terbentuknya komunitas peduli anak bangsa untuk menghimpun siapa saja yang peduli dan ingin berkointribusi untuk membantu mewujudkan cita-cita dan impian mereka kedalam satu wadah dan bersama-sama menjalankan program rill untuk bisa dirasakan langsung manfaatnya  bagi generasi muda kita ini,” tandasnya.