Tampilkan postingan dengan label capres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label capres. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juli 2014

Prabowo: Kita Harus Menahan Diri Hingga Pengumuman Real Count‏



Jakarta - Capres Prabowo Subianto bertekad akan terus menjaga keutuhan bangsa setelah Pilpres 9 Juli lalu. Pasalnya sesusai ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut kondisi politik Indonesia semakin memanas. 

"Saya berkomitmen menjaga keutuhan bangsa terutama dalam menunggu tanggal 22 Juli saat plenno KPU mengesahkan siapa pemenang dalam pemilihan presiden,"ungkapnya di Jakarta, Selasa, (15/7).

Ia pun berujar akan terus menahan diri untuk tidak terpancing mengikuti kehendak lawan yang selalu menyerangnya.

"Kami terus bertahan dan tidak melakukan serangan apapun walu berat. Kami harus menahan saat rumah Ketua PKS dibakar, saksi kami diintimidasi, surat suara dicuri. Kami bersabar," jelasnya.

Menurut Prabowo, pergantian pemimpin dalam sebuah negara merupakan hal yang lumrah dan biasa. Oleh karena itu dirinya berharap semua pihak mampu menahan diri dari tindakan yang tidak terpuji. 

"Pergantian pemimpin itu biasa. Kita buat indah. Jangan seperti negara lain yang penuh keresahan. Kita harap selalu ada kebaikan di setiap pergantian pemimpin," katanya.

*pks.or.id

Selasa, 17 Juni 2014

Prabowo Andalkan Sektor Pertanian untuk Atasi Pengangguran dan Kemiskinan


Jakarta (16/6)- Kemiskinan dan Pengangguran masih menjadi permasalahan bangsa yang belum kunjung terselesaikan. Masalah ini juga diangkat sebagai salah satu isu dalam debat Capres berlangsung di Grand Melia Hotel, Jakarta Selatan semalam (15/6). Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto menyatakan bahwa kemiskinan dan pengangguran menjadi sasaran utama dari agenda dan strategi ekonomi yang di susunnya. Prabowo Subianto menjelaskan bahwa sektor Pertanian akan dijadikan fokus pembangunan untuk mengatasi masalah Pengangguran dan kemiskinan.“Strategi kami mengandalkan atau memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian dahulu. Kenapa pertanian? Karena pertanian bisa menyerap tenaga kerja yang banyak dalam waktu yang singkat. Kemudian pertanian bisa menghasilken dalam waktu yang singkat pula, Sebagai contoh, beras misalnya, padi dihasilkan dalam kurang 100 hari, demikian juga jagung 120 hari. Kemudian kita juga punya benih-benih yang unggul lainnya yang bisa kurang dari 1 tahun bisa banyak menghasilkan uang dan penghasilan,”  lugas Prabowo.
Prabowo menegaskan, bahwa sektor pertanian mesti diperhatikan dan dikelola dengan sungguh-sungguh. Sebab pertanian bukan hanya dapat menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran namun juga kerusakan hutan yang sekarang tengah marak terjadi. Dengan Pertanian, Prabowo yakin masalah pengangguran serta kemiskinan bisa teratasi dan terselesaikan.
“Bayangkan, sekarang kita masih punya 77 juta hektar hutan yang sudah rusak dan kerusakan hutan bertambah terus. Strategi kami adalah sebagian dari hutan yang rusak itu kita ubah jadi lahan produksi, jadi sawah baru. Kami merencanakan 2 juta hektar sawah baru, ditambah 2 juta hektar untuk bio-etanol. Kita bisa bayangkan 4 juta hektar kalikan 6 orang pekerja itu adalah 24 juta orang bekerja dalam 5 tahun. Itu jawaban kami terhadap masalah kemiskinan,” jawabnya dengan tegas.

*pks.or.id

Jumat, 30 Mei 2014

Selamat Memilih Presiden


Oleh : Ust. Farid Numan 



Jokowi adalah muslim, terlepas dari kadar keislaman dan pemahamannya terhadap Islam, dia punya kelebihan. Kelebihannya sudah sering diumbar oleh para pendukungnya di berbagai media. Semoga Allah Ta’ala memberikannya balasan yang setimpal.

Prabowo juga seorang muslim, terlepas dari kadar keislaman dan pemahamannya terhadap Islam, dia juga punya kelebihan. Kelebihannya pun juga sering diberitakan para pendukungnya di berbagi media. Semoga Allah Ta’ala memberikannya balasan yang setimpal.

Janganlah kelebihan kedua orang ini membuat masing-masing pendukung buta mata, mati akal, dan kerasnya hati, sampai membela keduanya secara membabi buta dan serampangan, hingga mendudukannya sekelas nabi.

Jokowi adalah seorang manusia, maka dia punya banyak kekurangan dan kesalahan. Sebagaimana kekurangannya itu disebarkan oleh lawan-lawannya juga melalui berbagai media. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya atas kekurangan dan kesalahannya itu, dan mau menerima taubatnya jika dia bertaubat, karena ampunan-Nya begitu luas.

Prabowo juga seorang manusia, maka dia punya banyak kekurangan dan kesalahan. Sebagaimana kekurangannya itu juga disebarkan oleh lawan-lawannya melalui berbagai media. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya juga, dan mau menerima taubatnya jika dia bertaubat, karena ampunan-Nya begitu luas.

Janganlah kekurangan dan kesalahan kedua orang ini membuat lahirnya mata kebencian dari pendukung masing-masing, lalu olok-olok, caci maki, serapah, dan fitnah, sampai mereka menjadikan lawannya sekelas setan.

Pujilah yang perlu dipuji, dan kultus bukanlah pujian…

Kritiklah yang perlu dikritik, dan fitnah bukanlah kritikan…

Pilihlah salah satu di antara mereka berdua, bukan karena benci dan cinta buta kepada pribadi, tapi karena ingin membangun negeri Indonesia, bumi Allah, bumi kaum muslimin… 

Kita harus memilih salah satunya, karena tidak mungkin memilih keduanya sekaligus, tidak mungkin pula membiarkan keduanya sekaligus…

Ketika kita memilih A, bukan karena membenci dan memusuhi B, bukan pula karena B tidak cakap dan tidak mampu….

Ketika kita tidak memilih B, bukan karena A lebih jago, cakap dan mampu dibanding B. Karena selama keduanya masih “Capres” maka keduanya sama-sama belum teruji kemampuannya sebagai Presiden. Namanya juga calon, belum ngapa-ngapain, baru rencana dan impian.

Ketahuilah, cinta secara ekstrem itu buruk, dan benci secara ekstrem juga zhalim. Posisikanlah kedua Capres ini sebagai manusia biasa. Bukan malaikat, nabi, apalagi Rabb semesta alam. Tapi jangan pula posisikan mereka seperti setan yang jahat.

Bagi seorang muslim, al- Quran dan as- Sunnah adalah panduan, kapan pun dan di mana pun, dan dalam hal apa pun. Keduanya adalah pegangan hidup yang telah bergaransi anti sesat dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pilihlah Capres yang lebih kecil keburukannya, ketika kita tahu semuanya memiliki keburukan. Sesuai kaidah irtikab akhafu dhararain (menjalankan kerusakan yang lebih ringan di antara dua kerusakan).

Pilihlah Capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan al-Quran, yang semakin membuat kita dekat dengan Allah Ta’ala, bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika kita mengetahui bahwa kedua Capres ini pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka. Sesuai firman-Nya, “Inna Haadzal Quran Yahdi Lillati Hiya Aqwam,” (Sesungguhnya al-Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus).

Pilihlah Capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya. Bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan. Sesuai firman-Nya, “Fas’aluu Ahlaz Zikri Inkuntum Laa Ta’amun,” (Bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak mengetahui). Juga sabda nabi, “Al-mar’u ‘Alad Diini Khaliilih,” (Keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya).

Pilihlah Capres yang di sekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ahlut thaa’ah (taat) bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu). Sesuai sabda nabi, “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah,” (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya).

Pilihlah Ccapres yang track record-nya jujur bukan pendusta. Karena nabi bersabda, “‘Alaikum Bish Shidqi Inna Shidqa Yahdi Ilal Birr Wal Birru Yahdi Ilal Jannah,” (Hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga).

Pilihlah Capres yang track record-nya bukan pendusta, karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya. Ketika sudah terbiasa berdusta, maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri. Karena nabi bersabda, “Wa Iyyakum Wal Kadzib, Innal Kadziba Yahdi Ilal Fujuur Wal Fujuur Yahdi Ilan Naar,” (Takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka).

Pilihlah Capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Yaa Ayyuhalladzina Amanuu Awfuu Bil ‘Uquud,” (Wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian). Firman-Nya juga, “Laa Takhuunullah wa Rasuul wa Takhuunuu Amanaatikum wa Antum Ta’lamun,” (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu).

Pilihlah Capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar-besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih Presiden bukan aktor sandiwara.

Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya.

Selamat memilih!! Semoga Allah Ta’ala memberkahi.

Rabu, 21 Mei 2014

Aa Gym Sholat Berjamaah dengan Prabowo-Hatta


Jakarta - Pasangan calon presiden RI Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa beserta rombongan melakukan sholat zuhur berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Imam Bonjol, Jakarta pusat, pada Selasa (20/5) sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Dalam kesempatan ini, salah satu ulama di Indonesia dan sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid, Jawa Barat, Kiai Haji Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym tampak hadir dan menyatakan harapannya didepan Prabowo-Hatta dan para jamaah.

Prabowo-Hatta didampingi pimpinan partai-partai pendukung, seperti Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie, Ketua MPP PAN Amien Rais. Mereka berdoa untuk Indonesia yang lebih baik dengan dipimpin oleh Aa Gym.

"Mudah-mudahan warisan terbesar kita ini sedang dicatat oleh Allah sebagai amal yang terbaik untuk bekal dan manfaat untuk generasi ke depan kita. Mudah-mudahan tidak ada yang merasa terancam dengan adanya poros ini. Pak Prabowo dan Pak Hatta, terima kasih. Saya sebagai rakyat, sebagai umat berharap mudah-mudahan poros ini adalah poros fastabiqul khoirot (yang berlomba dalam kebaikan)," ucap Aa Gym di hadapan jamaah Masjid Agung Sunda Kelapa.

Aa Gym menutup sambutannya dengan doa untuk kemenangan pasangan Prabowo-Hatta. Selesai sholat dzuhur berjamaah, Prabowo-Hatta beserta rombongan menggelar dzikir dan doa bersama dipandu oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali lalu dilanjutkan perjalanan menuju Monumen Naskah Proklamasi dan ke KPU.

Inilah Visi Misi dan 8 Program Nyata Prabowo – Hatta

prabowo_hatta.jpg
Prabowo – Hatta deklarasikan pencalonannya (sumber: inilah.com)

Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, Selasa sore ini.  Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan KPU di laman www.kpu.go.id, pasangan yang disingkat Prahara ini memaparkan visi dan misi mereka.

Berikut visi misi Prabowo – Hatta:

Visi:

“Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta bermartabat”

Misi:

1. Mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang aman dan stabil, sejahtera, demokratis dan berdaulat, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, serta konsisten melaksanakan Pancasila dan UUD 1945.
2. Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan mandiri,
3. Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial dengan sumber daya manusia yang berakhlak, berbudaya luhur, berkualitas tinggi: sehat, cerdas, kreatif, dan terampil.

Visi Misi ini dilengkapi 8 Agenda dan Program Nyata untuk Menyelamatkan Indonesia:

1.Membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur
2.Melaksanakan ekonomi kerakyatan
3.Membangun kembali kedaulatan pangan,energi, dan sumber daya alam
4.Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan
5.Meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama,  budaya, dan olahraga
6.Mempercepat pembangunan infrastruktur
7.Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
8.Melayani pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas korupsi, dan efektif melayani.

*globalindonesianvoices.com

Senin, 19 Mei 2014

Anis Matta: Apakah saudara merasakan getaran Indonesia Raya?


Anis Matta: Apakah saudara merasakan getaran Indonesia Raya?


Jakarta - Para ketua umum partai politik pendukung duet capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa mendapat kesempatan berpidato pada acara deklarasi di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta, Senin (19/5). Dalam orasinya, Presiden PKS Anis Matta menyambut baik kedatangan utusan Partai Golkar.

"Saya ingin menyatakan dukungan penuh PKS kepada Prabowo-Hatta untuk menjadi presiden RI 2014-2019. Saya merasa tidak perlu menjelaskan alasannya tapi saya ingin masyarakat semua melihat wajah pasangan yang kita dukung. Apakah saudara merasakan getaran Indonesia Raya? Apakah saudara merasakan pasangan kita ini bisa membawa amanah untuk menyatukan seluruh pelosok nusantara," ujar Anis Matta.

"Kalau jawabannya iya, akhirnya saya mengerti mengapa saudara kita di Partai Golkar ikut bergabung," imbuh Anis Matta.

Sebelumnya, jatah berbicara pertama kali diberikan kepada Wakil Ketua Umum DPP PAN Dradjad Wibowo. "Seluruh jajaran dan konstituen PAN secara bulat menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta menuju Presiden 2014-2019. Dengan niat untuk menjadikan Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil makmur, bermartabat, melindungi segenap tumpah darah Indonesia," demikian Dradjad Wibowo. 

Kamis, 24 April 2014

Majelis Syuro PKS Segera Susun Strategi Hadapi Pilpres

Majelis Syuro PKS segera susun strategi hadapi pilpres
Ilustrasi (Dok. Koran Sindo)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak lama lagi akan menentukan strategi politik untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Juli mendatang.

Strategi politik itu akan ditentukan dalam rapat Majelis Syuro PKS yang rencananya digelar pada Minggu 27 April 2014 mendatang. 

"Dalam rapat itu akan dibahas tentang hasil pemilu legislatif, juga pencapresan," ujar Anggota Majelis Syuro PKS Almuzammil Yusuf kepada Sindonews, Rabu 23 April 2014 malam.

Menurut dia, hingga kini PKS belum menentukan parpol yang akan diajak untuk berkoalisi. Begitu juga dengan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan resmi diusung pada pilpres mendatang.

Muzammil mengakui PKS juga akan membahas tiga nama bakal calon presiden internal partainya hasil Pemilihan Raya (Pemira) PKS beberapa waktu lalu. 

"Rapat Majelis Syuro nanti akan membahas berbagai hal tentang isu nasional. Seluruh anggota akan mengungkapkan pendapatnya.Selanjutnya ditampung untuk didiskusikan," ujar Muzammil.

Sekadar mengingatkan, Pemira PKS yang digelar akhir tahun 2013 menghasilkan tiga kader PKS yang dianggap layak diajukan sebagai capres. Ketiganya ialah Sekjen DPP PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, kader PKS yang menjabat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Selasa, 22 April 2014

Ini kriteria figur capres parpol Islam menurut Almuzammil, Anggota Majelis Syuro PKS

Ini kriteria figur capres parpol Islam menurut Almuzammil
Almuzammil Yusuf (istimewa)
JAKARTA - Para partai politik (parpol) Islam bisa mengusung calon presiden dan wakil presiden dari kader parpol atau nonparpol. Langkah itu dilakukan jika parpol Islam jadi berkoalisi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Program utama capres dan cawapres koalisi partai Islam menurut saya tidak usah muluk-muluk, cukup berfokus pada 3 program utama yang diisyaratkan dalam Alquran, Surat Quraisy. Tiga pesan tersebut akan mudah diingat publik. Yakni. Keteladanan relijius, Ketahanan Pangan dan Keamanan Publik,” tutur Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan sejahtera (PKS) Almuzzamil Yusuf melalui siaran pers kepada Sindonews, Selasa 22 April 2014.

Program pertama tentang keteladanan relijius, kata Muzzammil, capres dan cawapres koalisi partai Islam harus orang yang mampu melaksanakan syiar minimal Islam kepada publik.

“Minimal capres/cawapres itu jelas salat 5 waktunya tepat waktu di masjid/musala berjamaah bersama para menteri-menterinya di sela-sela sidang kabinet. Itu adalah syiar minimal keseharian kepala negara di negara mayoritas Muslim. Sehingga rakyat akan meniru,” Kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Selain itu, kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini,  akidah capres dan cawapres dari koalisi partai Islam harus bersih dan akhlak minimalnya tidak melakukan hal-hal tercela.

“Jika tiang agama kokoh, maka tiang negara akan kokoh. Insya Allah pemimpin negara yang seperti ini akan mendatangkan keberkahan bagi rakyatnya,” papar Muzammil.
 
Program kedua capres dan cawapres koalisi partai Islam, kata dia, adalah pembebasan masyarakat dari haus dan lapar melalui program ketahanan pangan.

"Dalam bahasa Alqurannya ath'amahum min ju'.  Program ini  kemudian bisa diperluas dengan pemenuhan 4 kebutuhan pokok lainnya: sandang, papan, pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Program ketiga, lanjut dia,  memberikan jaminan  Keamanankepada publik, melalui penghormatan hak asasi manusia (HAM) dan penegakan hukum dan keadilan.

“Maka capres koalisi partai Islam harus memiliki komitmen untuk melakukan reformasi dan penguatan TNI, Polri, dan aparatur penegak hukum lainnya,” tuturnya.

Rasa keamanan dan keadilan tersebut, menurut Muzzammil, akan mudah dihadirkan saat seleksi aparatur negara, sipil maupun militer, dilakukan secara jujur, transparan, berkualitas, dan tidak ada suap.

"Sehingga para aparatur negara yang melayani publik benar-benar putra-putri terbaik pelayan masyarakat. Nantinya sektor pelayanan publik akan prima dan menerapkan anti diskriminasi terhadap warganegara. Itulah ciri Islam yang merahmati semua golongan". Tuturnya. 

Menurut Muzzammil, inilah tiga syarat dasar kelahiran masyarakat Madani yang ideal yang belum hadir dari lebih 15 tahun perjalanan reformasi.

"Tentu dari situ bisa dikembangkan berbagai program unggulan lainnya, sesuai RPJP yang sudah ada di undang-undang kita." Katanya.

Baik koalisi partai Islam murni atau kombinasi dengan partai nasionalis, imbuh Muzzammil, harus merealisisasikan 3 program tersebut. 

“Agar negara adil makmur dengan keridhaan Allah SWT yang kita cita-citakan sejak proklamasi terwujud,” katanya. 

Kamis, 27 Maret 2014

PKS Targetkan Masuk Tiga Besar

ARMIN ABDUL JABBAR/"PRLM"
Calon Presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Heryawan (tengah) menyapa ribuan simpatisan saat kampanye terbuka di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Selasa (25/3/2014). Pada Pemilu 2014 PKS menargetkan masuk dalam jajaran tiga besar partai politik pemenang ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut (pikiran-rakyat.com)


Senin, 11 November 2013

Walikota Depok Dapat Dukungan Jadi Kandidat Capres 2014




Depok - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menjadi salah satu nama yang muncul jadi isu calon Presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2014.
 
Saat ditanya soal sosok dan akuntabilitas serta kredibilitas Nur Mahmudi, Ketua MPW PKS Jawa Barat Prihandoko mengatakan secara internal PKS belum membahas Capres, masih fokus menghadapi Pemilu Legeslatif (Pileg).

“Di internal partai belum membahas Capres, pembahasan ini baru akan dilakukan setelah usai pemilu 2014, lembaga yang berwenang pun itu adalah Majlis Syuro yang membahas prihal itu, kita hanya menunggu arahan dari Majlis Syuro tersebut,” ungkapnya kepada depoknew.com, Minggu (10/11/13).

Menanggapi keinginan dari sebagian masyarakat Depok untuk mengajukan mantan Menteri Kehutanan era presiden Gusdur itu menjadi Capres, Prihandoko yang juga Wakil Ketua DPRD kota Depok saat ini mengatakan tidak bisa melarang kebebasan masyarakat dalam berpendapat.

“Masyarakat punya kebebasan untuk menyuarakan keinginannya, kita tidak bisa melarang atau mencegahnya,” pungkasnya.

Selasa, 17 September 2013

Digadang Jadi Capres 2014, Heryawan: Saya Mengalir Saja

 
 
BOGOR - Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan enggan menanggapi banyak seputar penyebutan dirinya sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Menurutnya itu hanyalah dinamika normal dalam kehidupan politik tanah air. Hal itu diungkapkannya saat menjawab cecaran belasan awak media dengan pertanyaan seputar pencapresan namanya.
 
Lebih lanjut Gubernur yang akrab disapa Kang Aher itu menyatakan, bahwa dirinya sekarang fokus memikirkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Gubernur. "Belum memikirkan itu. Sekarang kan masih Gubernur Jabar," ujarnya saat berkunjung ke Kota Bogor, Jumat (13/9) sore.
 
Heryawan menambahkan, PKS belum membahas khusus soal tersebut. Partai bernomor pilih '3' ini, katanya, fokus pada upaya meraih suara semaksimal mungkin di ajang Pemilihan Legislatif (Pileg). "Saya memang mendengar kalkulasi dipasangkan dengan beberapa nama calon yang selama ini sudah ramai dibicarakan. Saya mengalir saja," tukasnya.
 
Dijelaskan lebih lanjut, kalkulasi yang dimaksud adalah penyandingan dirinya dengan sejumlah nama, antara lain; Jokowi. Selain itu, bersama Soekarwo (Gubernur Jawa Timur) dan tokoh Partai Demokrat berlatarbelakang militer Pramono Edhie Wibowo, serta dengan Dahlan Iskan (Menteri BUMN).
 
Dalam pemberitaan sebelumnya, Aher ramai disebut beberapa kalangan --khususnya di Jabar-- karena PKS belum memiliki sosok kuat. Selain itu, Jabar yang penduduknya terbesar Nasional dan sebagian besar beretnis Sunda, dipandang pantas mewakili di  pentas kepemimpinan Nasional.
 
Bahkan sejumlah elemen seperti; Paguyuban Pasundan dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar, misalnya, berpendapat bahwa Gubernur Heryawan yang kini memimpin Jabar periode kedua pantas ke pentas Pilpres 2014 karena sukses sebagai birokrat. Banyak  meraih penghargaan tingkat nasional dan internasional.
 
"Kita lihat saja. Saya pribadi mengalir saja, sama seperti ketika pertama kali ikut pemilihan gubernur. Waktu itu ya... mengalir saja," jawab Aher lagi ketika didesak wartawan,menjawab  apakah dirinya siap bila benar-benar diusung ikut Pilpres 2014.
 

Selasa, 19 Maret 2013

Hidayat: Kata Siapa Capres Partai Islam Kalah Bersaing?

hidayat gamis2 SmallJAKARTA - Hingga saat ini, partai-partai politik Islam belum menyepakati satupun nama calon presiden untuk diusung bersama dalam Pilpres 2014. Anehnya, lembaga survei justru sudah memposisikan capres partai Islam kalah bersaing dengan capres partai nasionalis.

Ungkapan rasa heran ini disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menanggapi hasil survei dari Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Dalam survei terakhirnya, LSI menyebutkan, tokoh Islam kalah bersaing dengan tokoh nasionalis dalam Pilpres 2014.

Hidayat menyebut kesimpulan survei tersebut terlalu prematur dan tidak mendidik masyarakat. Sebabnya, saat ini belum satu pun parpol Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres untuk diusung bersama.

“Kalah bersaing dengan siapa? Wong partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?” kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Hidayat menambahkan, saat ini sejumlah parpol nasionalis sudah menggembar-gemborkan capresnya. Sementara parpol Islam belum satupun yang melakukan hal tersebut.

"Karena itu, terlalu prematur menyebut capres partai Islam kalah bersaing. Selain itu, survei juga selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Padahal, pemilu masih tahun depan," tandasnya.

Hidayat juga mencontohkan, pada pertengahan tahun 2003 survei-survei tidak menyebut-nyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpotensi sebagai capres.

"Kenyataannya, pada tahun 2004 malah nama SBY yang berkibar," kata Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Bagi Hidayat, nasib partai Islam tidak ditentukan oleh hasil survei. Namun, sebagai komunikasi berdemokrasi dan menyampaikan hasil kajian, sah-sah saja melakukan survei.
Bagi PKS sendiri, lanjutnya, hasil survei itu adalah cambuk untuk bekerja lebih baik.

"PKS tidak pernah merasa khawatir dengan hasil survei," tegasnya.

Ini Dia 3 Capres PKS!


3 Capres PKS: Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, Sohibul Iman
Mardani Ali Sera (foto: pks-kotatangerang.or.id)
 
Jakarta - Menjelang Pemilihan Presiden 2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai gencar mempersiapkan para kadernya untuk berlaga di perebutan kursi RI 1 itu. Tapi PKS juga tak memungkiri ada tokoh lain yang lebih layak diusung menjadi calon presiden.

Menurut juru bicara PKS Mardani Ali Sera, partainya akan menyiapkan setidaknya 3 kandidat unggulan. Namun, tetap tidak menutup kemungkinan adanya kandidat dari pihak luar untuk dicalonkan.

"Ada Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR dari PKS Sohibul Iman, ada juga yang dari luar," ujar Mardani dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Namun, Mardani enggan menyebutkan siapa yang paling berpeluang untuk maju dalam perebutan kursi orang nomor satu di Indonesia itu. Menurutnya, PKS sedang menggodok siapa yang terbaik dari ketiga nama itu untuk menjadi figur yang paling cocok menjadi calon presiden RI.

"Fokusnya, figur yang punya kapasitas dan kemandirian bangsa," ujarnya.

Kemudian, tambah Mardani, hal itu belum dirapatkan dalam internal PKS secara khusus. Karena sampai saat ini PKS masih menunggu hasil survei tentang ketiga calon itu. Oleh sebab itulah, PKS terus saat ini sedang menggenjot elektabilitas mereka.

"Belum ada keputusan dari internal, kita masih tunggu survei. Yang jelas kita terus tingkatkan elektabilitasnya," tegasnya.
 

Jumat, 19 Oktober 2012

Nur Mahmudi ingin nyapres?


Muttaqin
Muttaqin, Ketua FPKS kota Depok

PKS Tapos, Depok - Isu Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail membidik pertarungan Pemilihan Presiden 2014 sudah mulai bergaung.

"Nur Mahmudi layak jadi kandidat capres. Hanya saja belum ada survei terkait pencalonan Nur Mahmudi menjadi capres 2014 mendatang," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Depok, Muttaqin Safi'i, kemarin.

Muttaqin mengatakan, mekanisme pencalonan dalam PKS bukan mencalonkan diri, melainkan dicalonkan oleh kader. Bila Nur Mahmudi ngotot ingin tetap mencalonkan diri menjadi capres, takutnya terlihat memiliki obsesi.

"Orang yang memiliki obsesi biasanya tidak dipilih. Makanya, kita berharap Pak Nur bekerja saja dengan penuh keiklasan. Memberikan pelayanan kepada masyarakat. Biarkan para kader yang melihat keberhasilan beliau," katanya.

Menurut Muttaqin, untuk mencapai ke tujuan tersebut, Nur Mahmudi harus melakukan beberapa koreksi terhadap kinerjanya selama ini.

Sebab, ujar dia, masyarakat masih melihat Nur Mahmudi lamban merespons keluhan masyarakat terkait pelayanan publik.

Dia menyarankan Nur Mahmudi meniru keberhasilan Gubernur Jakarta Joko Widodo saat memimpin Solo. Dimana Jokowi memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakatnya.

Dengan berhasil memimpin Depok, maka dengan sendirinya akan mengantarkan Nur Mahmudi menjadi capres," ucapnya.

Muttaqin  berharap program ODNR dan ODNC mampu mengantarkan walikota menuju pilpres 2014 mendatang. Namun, ia lebih meyakini jika program yang dilahirkan wali kota bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Berharap boleh dong," imbuhnya.

*monitordepok.co.id

Rabu, 05 September 2012

Saat PKS bermimpi punya capres sendiri


Saat PKS bermimpi punya capres sendiri

Pertarungan di pemilihan presiden 2014 bakal semakin ramai jika niat PKS mencalonkan kadernya betul-betul dilaksanakan. Sejumlah nama sudah mulai diwacanakan di kalangan internal partai dakwah itu. Tiga kali berpengalaman ikut pemilu, saatnya PKS meretas jalannya menuju puncak kekuasaan.

Nama Luthfi Hasan Ishaaq yang kini menjadi presiden PKS serta nama Sekjen PKS Anis Matta adalah dua kandidat yang kabarnya mulai dibahas di tingkat Majelis Syuro DPP PKS. Secara popularitas, jika dibandingkan dengan nama-nama capres lain seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Jusuf Kalla dan sejumlah nama lain yang kerap disurvei, Luthfi dan Anis jauh populer. Bahkan nama mereka tidak masuk dalam daftar nama yang diperhitungkan.

Meski begitu, wacana mengusung kader sendiri sebagai capres oleh internal PKS merupakan langkah positif. Artinya, PKS yang selama ini kurang percaya diri, mulai menunjukkan keberaniannya.

"Sementara kader terbaik kami ya presiden PKS. Hanya yang menentukan Majelis Syuro, karena bukan wilayahnya orang per orang, tapi untuk sementara capres kita ya presiden PKS karena itu kader terbaik kita," ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu-Pemilukada (BP3) DPP PKS, Syahfan Badri Sampurno, saat mendaftarkan PKS sebagai parpol peserta pemilu di kantor KPU, Jakarta, Senin (3/9) lalu.

Menurutnya, memang ada nama yang lainnya untuk dicalonkan sebagai presiden dari PKS. Namun, saat ini Luthfi Hasan yang akan 'dijual' ke masyarakat. Dengan dukungan Majelis Syuro, Syahfan yakin, seluruh kader PKS akan mendukung pencapresan Luthfi.

Menanggapi rencana pencalonan Luthfi sebagai capres ini, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyatakan hal itu sebagai kejujuran politik dan keberanian merebut kekuasaan.

"Pencapresan Presiden PKS menarik karena merupakan manifestasi keberanian berpolitik PKS, di samping berangkat atas kejujuran sikapnya yang selama ini dikenal ambigu antara mengutamakan tokoh sendiri atau dari luar terhadap agenda kepemimpinan bangsa," katanya.

Meski ketokohan Luthfi yang belum menjual, Syahganda berharap pencalonan itu akan membangun dinamika politik baru dalam menghadirkan sosok ke pentas nasional. Tujuannya tentu saja memberikan pilihan politik yang beragam kepada masyarakat untuk mengukur tingkat kapabalitas, kepantasan, dan elektabilitas calon presiden.

"Implikasinya dapat mendorong kehadiran figur-figur muda. Luthfi bisa saja mewakili orang muda dengan usianya yang memasuki 51 tahun," imbuh Syahganda.

Namun, dia mengingatkan, jika PKS benar-benar berkomitmen menampilkan Luthfi sebagai capres alternatif, hal itu akan membutuhkan perjuangan ekstra keras. Tantangan pertama adalah memenuhi ambang batas perolehan suara nasional di parlemen (parliamentary threshold) sebesar 3,5 persen, untuk mendudukkan wakil-wakilnya di DPR RI sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang No 8/2012 tentang Pemilihan Umum.

Tantangan berikutnya adalah syarat pengajuan calon presiden juga tidak mudah untuk diatasi PKS, karena berdasarkan UU No 42/2008 tentang Pilpres 2009 yang masih belum direvisi DPR, suatu partai politik atau gabungan partai politik baru berhak mengajukan pasangan capres/cawapres apabila mencapai ambang batas perolehan suara hasil Pemilu Legislatif minimal 20 persen, sebagai patokan presidential threshold.

"Inilah hakikat perjuangan berat PKS ke depan bila ingin mencalonkan kadernya menjadi presiden," katanya.

Yang paling penting saat ini, lanjut Syahganda, PKS harus mempersiapkan diri tampil pada Pemilu Legislatif agar mendapat dukungan suara yang besar selain mengupayakan segala cara untuk bersama mitra koalisi menyepakati pencalonan kader PKS ke pertarungan Pilpres 2014.

"Jadi memerlukan konsolidasi luar biasa apalagi ditambah upaya membangun kelayakan dari calon PKS yang terbilang figur baru," katanya.

Soal figur baru itu, sudah sepatutnya menciptakan daya juang lebih besar akibat figur lama PKS yang tergolong populer seperti Hidayat Nur Wahid tidak realistis lagi dimajukan ke pertarungan Pilpres 2014 mengingat kekalahannya pada Pemilukada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Selasa, 31 Juli 2012

PKS: Kami Tidak Bakal Kehabisan Stok Capres





PKS Tapos - Perekrutan calon legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah berjalan alamiah seiring agenda pengkaderan di pusat maupun daerah.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS, Aboe Bakar Al Habsyi kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 31/7).

Selain pencalegan, PKS juga telah menimbang-nimbang sejumlah nama untuk menjadi calon presiden mendatang. Dan dia mengklaim PKS tidak pernah dan tidak akan kehabisan stok kader.

"PKS tidak akan kehabisan kader. Tapi, pembahasan matang pencapresan setelah pemilu legislatif. Banyak hal yang masih mungkin terjadi," kata anggota Komisi III DPR ini tanpa mau menyebut nama-nama bakal calon yang masuk daftar.

*rakyat merdeka on line

Jumat, 25 Mei 2012

Capres Ikhwanul Muslimin Unggul di Mesir


Para pendukung Mohamed Mursi, Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany )


PKSTapos__VIVAnews , Calon presiden Mesir dari partai besutan Ikhwanul Muslimin (IM), Partai Kebebasan dan Keadilan, unggul dalam penghitungan suara awal pasca pemilihan langsung dua hari terakhir. Jika calon IM menang, maka Mesir menjadi satu lagi negara di Timur Tengah yang dipimpin kelompok Islamis setelah revolusi.

IM mengumumkan pada Jumat, 25 Mei 2012, bahwa calonnya, Mohamed Mursi, unggul dalam penghitungan awal tersebut. Diberitakan Reuters, Mursi masih harus mengalahkan 12 kandidat lainnya, di antaranya yang terkuat adalah mantan menteri era Hosni Mubarak, Amr Moussa dan Ahmed Shafiq, yang sekuler.

Diperkirakan, tidak akan ada calon presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen sehingga perlu dilakukan putaran kedua pada 16-17 Juni. Jika Mursi menang dalam pemilihan putaran kedua, maka Mesir akan menjadi satu lagi negara Timur Tengah yang dipimpin kelompok Islam, setelah Maroko, Tunisia dan Libya.

"Kami sangat yakin presiden Mesir berikutnya adalah Mohamed Mursi," kata Essam el-Erian, salah satu anggota parlemen dari Partai Kebebasan dan Keadilan.

Popularitas IM meningkat pasca tergulingnya Mubarak setelah revolusi berdarah Februari tahun lalu. IM melalui Partai Kebebasan dan Keadilan telah menguasai blok terbesar di parlemen pada pemilihan Januari lalu.
Siapapun yang memerintah Mesir nanti akan menghadapi tugas yang mahaberat. Ekonomi di negara itu tengah anjlok dan militer kemungkinan besar tetap memiliki pengaruh kuat di panggung politik hingga beberapa tahun ke depan.

Pemilu presiden selama dua hari terakhir adalah pemilihan langsung pertama yang digelar secara bebas sejak Mubarak memimpin selama lebih dari 30 tahun. Pada pemilu tersebut, sebanyak 50 juta warga Mesir hadir untuk memilih calon mereka.


*vivanews.com 25/05/2012

 

Rabu, 23 Mei 2012

Bidik posisi tiga besar, PKS rahasiakan capres

dok.Okezone

PKSTapos__ Sindonews.com - Hingga kini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih merahasiakan nama-nama yang dipertimbangkan untuk diusung sebagai bakal calon presiden (capres) 2014.

Menurut Sekretaris Jenderal DPP PKS Anis Matta, pihaknya baru akan menentukan capres setelah dipastikan mencapai target pemenangan, yakni menduduki posisi tiga besar dalam pemilu legislatif.

”Kami masih fokus berupaya mencapai target itu. Begitu target tercapai, capresnya kami umumkan. Kalau saat ini, masih rahasia dan belum bisa dibuka ke publik,” kata Anis di Jakarta kemarin.

Menurut dia, dari nama-nama yang sudah dicermati, PKS juga belum mau menyebutkan siapa di antaranya yang merupakan tokoh eksternal. Pihaknya masih melihat perkembangan dinamika pencapresan yang ada. ”Pokoknya istilahnya masih dipingit seperti pengantin yang mau nikah,”  tandas Wakil Ketua DPR ini.

Ketua Fraksi PKS DPR Mustafa Kamal mengatakan, PKS sebenarnya memiliki banyak kader yang berpotensi untuk diusung sebagai capres. Namun, masih terlalu dini bagi PKS untuk menentukan capres saat ini.

Masih banyak pekerjaan yang mendesak yang perlu diselesaikan seperti persoalan dengan koalisi pendukung pemerintah, kaderisasi di berbagai daerah. ”Prioritas kerja politik kami sekarang adalah pemilu legislatif.Masih terlalu pagi untuk capres,” ujar Mustafa. Dia menyatakan, pada saatnya nanti Majelis Syura PKS menentukan figur yang akan diusung sebagai capres dan calon wakil presiden (cawapres).

Anggota Komisi VI DPR itu melanjutkan, PKS perlu menyosialisasikan materi Undang- Undang (UU) Pemilu yang baru kepada seluruh kader di daerah. Dengan pemahaman kader yang mumpuni terhadap regulasi, PKS berharap perolehan suara tetap terjaga, bahkan meningkat sehingga mampu mempertahankan keberadaannya di parlemen.

”Kami juga sedang memperkuat kaderisasi di seluruh daerah. Akseptabilitas dan elektabilitas juga penting dijaga dan terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro berpandangan, PKS harus sudah menentukan capres dari sekarang. Terlebih, mantan Presiden PKS yang kini menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dinilai cukup pantas menjadi capres.

Menurut dia,Tifatul memiliki pengalaman di pemerintahan, masih muda,dan memiliki integritas. ”PKS harus persiapkan capres dari sekarang.Jangan terulang kejadian dalam Pilkada DKI Jakarta di mana calon gubernur dari PKS berubah sebelum Hidayat Nur Wahid ditetapkan,” ujar Siti.

Siti menilai, selain Tifatul, PKS juga bisa memilih capres eksternal seperti Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

*okezone.com 23/05/2012