Senin, 20 Januari 2014

Tak Hanya Memantau, Walikota Depok Hujan-Hujanan Ikut Mengaspal Jalan Rusak



Akses UI - Jalan di jembatan Akses UI kembali diperbaiki. Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il Kamis siang (16/1) memantau langsung perbaikan tersebut. Tak hanya memantau, walau turun hujan beliau juga turut ikut mengaspal jalan tersebut dengan menyebarkan aspal Hotmix bersama pekerja lainnya. 

“Kami sudah memantau kerusakan jalan ini, selain itu ada masukan dari petugas dan masyarakat terkait rusaknya jalan ini, maka Pemkot Depok melalui Bimasda segera melakukan perbaikan,” ujar Nur Mahmudi.

Nur menganggap bahwa jalan ini merupakan jalan strategis karena menghubungkan transportasi antara Depok dengan Jakarta. Terlebih jalan yang rusak ini tepatnya berada di tengah-tengah jembatan dan menyebabkan rawan kecelakaan.

“Perbaikan ini dilakukan demi kelancaran proses lajunya kendaraan, agar warga merasa nyaman dan aman melewati akses jalan ini,” ujar Nur.

Meski jalan ini merupakan jalan nasional, namun karena masuk ke  wilayah Depok maka Pemkot Depok inisiatif untuk cepat memperbaikinya.

“Jalan ini termasuk jalan nasional, namun karena merupakan perbatasan kami sigap untuk memperbaikinya. Mengenai dana, kami menggunakan dana rehab pemeliharaan jalan,” tutup Nur. (Diskominfo/Rysko)

Wagub Jawa Barat Santuni Korban Banjir Bekasi



BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kunjungi dan serahkan bantuan kepada korban banjir di Perumahan Dosen IKIP, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Minggu (19/1). 

Kawasan Perumahan Dosen IKIP dan sekitarnya adalah salah satu spot banjir yang ketinggiannya di atas satu meter. Ketinggian banjir hari ini mencapai sekitar satu meter, setelah dalam beberapa hari sebelumnya mencapai dua meter.

Bantuan Pemprov Jawa Barat yang disalurkan Wagub untuk korban banjir Jatikramat ini berupa sandang-pangan, tenda gulung, dan perlengkapan ibu hamil dan anak senilai Rp 92.296.900. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Kota Bekasi Agus Darma.
Deddy mengatakan bantuan korban banjir bukan sebatas ini. Bantuan lanjutan akan diberikan dinas terkait sesuai kondisi. 

Bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan utama korban banjir, menurut Deddy, bukan baru kali ini disalurkan. Langkah tanggap darurat melalui Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Jawa Barat telah berjalan sejak hari pertama bencana, pekan lalu.

Saat menemui korban banjir, Deddy menyampaikan keprihatinanya dan mengimbau agar bersabar atas bencana ini.

Selain itu, Wagub menambahkan, seluruh komponen masyarakat introspeksi atas bencana banjir. Bencana, kata Deddy, umumnya disebabkan oleh ulah manusia.

"Saya harap masyarakat bersabar. Juga harus intropeksi, apakah banjir ini karena ulah kita atau bukan," tutur Wagub.

Salah satu upaya untuk mencegah banjir berulang di masa depan, ulas Deddy, warga diimbau agar tidak membangun atau merusak lumbung-lumbung air.

Selain Kelurahan Jatikramat, Wagub Deddy Mizwar juga bersilaturahim kepada korban banjir di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Turut mendampingi Wakil Walikota Ahmad Syaikhu.

Banjir di Kecamatan Jatiasih dipicu meluapnya Kali Cikeas dan Kali Cilengsi setelah hujan mendera Kota Bekasi dan sekitarnya, sepekan terakhir. Di Jatiasih, mengacu data pihak kecamatan, korban banjir mendekati angka 1.000 kepala keluarga (KK).

Di Katulampa, BKSP-PU Sepakat Atasi Banjir Jakarta



BOGOR - Forum Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) menapak langkah bersejarah dalam menangani bencana banjir di Ibukota Negara, DKI Jakarta.
Senin (20/1) siang di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Forum BKSP Jabodetabekpunjur dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan duduk bersama.

Ketua Forum BKSP Jabodetabekpunjur Ahmad Heryawan --yang juga Gubernur Jawa Barat-- menjelaskan, Kementerian PU akan menandatangani kesepakatan untuk menggelar langkah nyata menanggulangi persoalan banjir tahunan di Jakarta, khususnya.

"InsyaAllah, saya dengan Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo) dan dari Provinsi Banten akan menandatangani kesepahaman dengan Kementerian PU. Mudah-mudahan langsung oleh Menteri PU atau minimal Dirjen (Direktur Jenderal) Pengairan," papar Heryawan di Bendung Katulampa, Senin pagi ini.

Diutarakan, langkah konkret penanganan banjir Jakarta harus dimulai dari hulu dan ruas tengah sungai-sungai di Jawa Barat, hingga kawasan hilir di Jakarta.
Di hulu, Heryawan menjelaskan, berupa penggalakan penghijauan dan normalisasi sungai terus menerus.

Langkah besar yang segera dilaksanakan, jelas Heryawan, yakni pembangunan waduk raksasa di Ciawi, Kabupaten Bogor. Satu waduk yang lain belum ditentukan lokasinya, namun diperkirakan di titik yang mengarah ke hilir.
Waduk yang dimaksud, papar Heryawan, akan menampung aliran air yang selama ini penuh masuk ke Jakarta.

"Pembangunan waduk sudah lama diwacanakan, namun tak kunjung dilaksanakan. Mudah-mudahan kesepakatan hari ini berjalan lancar. Tahun depan pembebasan lahan dapat dilaksanakan," harapnya.

Heryawan menandaskan, persoalan banjir Ibukota Negara dan provinsi tetangganya harus ditangani secara intensif. Masalah ini tidak akan terselesaikan secara tuntas bila upaya yang dilakukan bersifat parsial.

"Saya berharap, hari ini adalah hari terakhir kita bicara banjir hanya pada saat banjir datang. Kita harus menyelesaikannya secara intensif beberapa tahun ke depan," ungkapnya.

Agenda penandatanganan Kementerian PU dengan Forum BKSP Jabodetabekpunjur di Bendung Katulampa menjadi tontonan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong berkumpul di sekitar Bendung Katulampa, meski hujan rintik sejak pagi hari.