Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2014

3 Kesombongan Ahok Tentang Banjir Jakarta yang Langsung Dibalas Allah

 
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sebagai pejabat yang ceplas-ceplos. Tidak sedikit kata-katanya yang memancing kontroversi. Bahkan, terkesan sombong.
 
Berikut ini catatan beritapopuler yang berisi tiga ‘kesombongan’ Ahok. Uniknya, kesombongan tersebut langsung dibalas oleh Allah:
 
Ahok Sombong Saat Modifikasi Cuaca
 
Pada pertengahan Januari, Ahok mengisyaratkan bahwa dengan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) banjir bisa dicegah. Alasannya, TMC akan mendorong hujan jatuh ke laut, tidak di daratan yang mengakibatkan banjirnya ibukota.
"Kita enggak mau ambil resiko lah. Lebih baik buang Rp20 miliar daripada banjir Rp20 triliun rugi. Enggak mau resiko lah kita," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, 15 Januari 2014.
 
Apa yang terjadi kemudian? Angin menerbangkan garam yang dijatuhkan di atas laut sehingga bergerak ke arah kota Jakarta. Akibatnya, hujan pun terstimulus turun lebih deras di kota, bukan di laut. Sudah buang Rp20 miliar, hilang pula Rp20 tiliun.
 
Ahok Menyalahkan Kota Lain
 
Ahok bersikeras bahwa Jakarta banjir akibat banjir kiriman dari Bogor dan Depok. Sebagian warga Jakarta juga meyakini bahwa jika Jakarta banjir, seringkali pikiran langsung tertuju pada hujan di Bogor.
 
Namun alam segera bicara lain. Misalnya kemarin pagi, Rabu 5 Februari 2014. Di Bogor dan Depok, matahari bersinar terang. Memang masih ada mendung tipis, tapi langit cukup bersih. Sedangkan di pinggiran Jakarta Selatan seperti Lenteng Agung dan Tanjung Barat, cuaca sangat berbeda. Matahari tertutup mendung. Semakin ke utara atau arah Jakarta Pusat dan Utara, suasana makin gelap. Hujan deras mengguyur.
 
Ahok Janji Atasi Banjir dan Sebut Banjir Mudah Ditangani
 
Dalam kampanyenya, Jokowi-Ahok berjanji akan mengatasi masalah banjir. Setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur, Ahok juga menyebut banjir mudah ditangani.
 
Faktanya, banjir 2014 tidak bisa diatasi. Banyak pihak menuding hal itu karena pemda DKI tidak sigap menghadapi banjir yang rutin mengepung Jakarta. Namun, Jokowi-Ahok berdalih bahwa banjir parah tahun ini karena curah hujan yang lebih tinggi. Pernyataan terakhir ini langsung dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan data, bahwa Curah hujan di kawasan Ibu Kota pada 2014 lebih rendah dibanding 2013.

Senin, 20 Januari 2014

PKS Terjunkan Relawan Bantu Korban Banjir

 
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkoordinir ribuan kadernya untuk menjadi relawan di 60 titik banjir di Jakarta. Sukarelawan dan bantuan akan terus dilakukan, mengingat kemungkinan banjir akan terus terjadi hingga Februari 2014.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin, Minggu (19/1/2014).

"Kita bahu membahu untuk saling melengkapi pemberian dari organisasi lain, partai politik, bahkan pemerintah yang telah sebelumnya memberikan dengan sesuatu yang sama," kata pria yang akrab disapa Didin ini.

Menurut dia, relawan PKS tengah mendata langsung bantuan warga yang saat ini mengungsi di basement salah satu rumah sakit swasta, khususnya di wilayah RW 01 Kampung Melayu.

"Mudah-mudahan dengan kerja seperti ini, masyarakat akan tetap percaya kepada PKS, percaya kepada kader-kadernya yang selalu hadir saat bencana terjadi," imbuh pria yang juga Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta itu.

Sementara Presiden PKS Anis Matta saat Apel Siaga Relawan PKS se-Jakarta beberapa waktu lalu menegaskan, dengan ditingkatkannya tradisi pelayanan ini membuktikan PKS mencintai semua warga.

"PKS bekerja untuk mereka dan kita menginginkan hidup mereka lebih baik dari sebelumnya, jelasnya.

Anis menambahkan karena motif kita adalah cinta, kader harus melayani mereka tanpa harus membeda-bedakan agama, jenis kelamin, etnis dan juga partainya,

"PKS melayani masyarakat tanpa terkecuali, dan ketika mereka tidak memilih PKS pada saat pemilihan nanti, kita tidak boleh kecewa apalagi marah, karena tujuan pelayanan kita ini semata-mata ibadah karena Allah SWT," tegas Anis.

Dalam apel siaga yang diiringi hujan deras ini, terlihat anggota DPR RI Ahmad Zainuddin, calon anggota DPR RI Achmad Rilyadi, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana dan Ketua DPD Jakarta Timur Dite Abimanyu. Mereka turut memberikan bantuan kepada warga korban banjir di tempat pengungsian setelah apel siaga relawan selesai.
 

Wagub Jawa Barat Santuni Korban Banjir Bekasi



BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar kunjungi dan serahkan bantuan kepada korban banjir di Perumahan Dosen IKIP, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Minggu (19/1). 

Kawasan Perumahan Dosen IKIP dan sekitarnya adalah salah satu spot banjir yang ketinggiannya di atas satu meter. Ketinggian banjir hari ini mencapai sekitar satu meter, setelah dalam beberapa hari sebelumnya mencapai dua meter.

Bantuan Pemprov Jawa Barat yang disalurkan Wagub untuk korban banjir Jatikramat ini berupa sandang-pangan, tenda gulung, dan perlengkapan ibu hamil dan anak senilai Rp 92.296.900. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Kota Bekasi Agus Darma.
Deddy mengatakan bantuan korban banjir bukan sebatas ini. Bantuan lanjutan akan diberikan dinas terkait sesuai kondisi. 

Bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan utama korban banjir, menurut Deddy, bukan baru kali ini disalurkan. Langkah tanggap darurat melalui Badan Penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Jawa Barat telah berjalan sejak hari pertama bencana, pekan lalu.

Saat menemui korban banjir, Deddy menyampaikan keprihatinanya dan mengimbau agar bersabar atas bencana ini.

Selain itu, Wagub menambahkan, seluruh komponen masyarakat introspeksi atas bencana banjir. Bencana, kata Deddy, umumnya disebabkan oleh ulah manusia.

"Saya harap masyarakat bersabar. Juga harus intropeksi, apakah banjir ini karena ulah kita atau bukan," tutur Wagub.

Salah satu upaya untuk mencegah banjir berulang di masa depan, ulas Deddy, warga diimbau agar tidak membangun atau merusak lumbung-lumbung air.

Selain Kelurahan Jatikramat, Wagub Deddy Mizwar juga bersilaturahim kepada korban banjir di Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Turut mendampingi Wakil Walikota Ahmad Syaikhu.

Banjir di Kecamatan Jatiasih dipicu meluapnya Kali Cikeas dan Kali Cilengsi setelah hujan mendera Kota Bekasi dan sekitarnya, sepekan terakhir. Di Jatiasih, mengacu data pihak kecamatan, korban banjir mendekati angka 1.000 kepala keluarga (KK).

Di Katulampa, BKSP-PU Sepakat Atasi Banjir Jakarta



BOGOR - Forum Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) menapak langkah bersejarah dalam menangani bencana banjir di Ibukota Negara, DKI Jakarta.
Senin (20/1) siang di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Forum BKSP Jabodetabekpunjur dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan duduk bersama.

Ketua Forum BKSP Jabodetabekpunjur Ahmad Heryawan --yang juga Gubernur Jawa Barat-- menjelaskan, Kementerian PU akan menandatangani kesepakatan untuk menggelar langkah nyata menanggulangi persoalan banjir tahunan di Jakarta, khususnya.

"InsyaAllah, saya dengan Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo) dan dari Provinsi Banten akan menandatangani kesepahaman dengan Kementerian PU. Mudah-mudahan langsung oleh Menteri PU atau minimal Dirjen (Direktur Jenderal) Pengairan," papar Heryawan di Bendung Katulampa, Senin pagi ini.

Diutarakan, langkah konkret penanganan banjir Jakarta harus dimulai dari hulu dan ruas tengah sungai-sungai di Jawa Barat, hingga kawasan hilir di Jakarta.
Di hulu, Heryawan menjelaskan, berupa penggalakan penghijauan dan normalisasi sungai terus menerus.

Langkah besar yang segera dilaksanakan, jelas Heryawan, yakni pembangunan waduk raksasa di Ciawi, Kabupaten Bogor. Satu waduk yang lain belum ditentukan lokasinya, namun diperkirakan di titik yang mengarah ke hilir.
Waduk yang dimaksud, papar Heryawan, akan menampung aliran air yang selama ini penuh masuk ke Jakarta.

"Pembangunan waduk sudah lama diwacanakan, namun tak kunjung dilaksanakan. Mudah-mudahan kesepakatan hari ini berjalan lancar. Tahun depan pembebasan lahan dapat dilaksanakan," harapnya.

Heryawan menandaskan, persoalan banjir Ibukota Negara dan provinsi tetangganya harus ditangani secara intensif. Masalah ini tidak akan terselesaikan secara tuntas bila upaya yang dilakukan bersifat parsial.

"Saya berharap, hari ini adalah hari terakhir kita bicara banjir hanya pada saat banjir datang. Kita harus menyelesaikannya secara intensif beberapa tahun ke depan," ungkapnya.

Agenda penandatanganan Kementerian PU dengan Forum BKSP Jabodetabekpunjur di Bendung Katulampa menjadi tontonan warga sekitar. Mereka berbondong-bondong berkumpul di sekitar Bendung Katulampa, meski hujan rintik sejak pagi hari.

Sabtu, 26 Mei 2012

Hidayat Bahas Solusi Banjir dan Macet dengan Walikota Depok


 

PKSTapos__ JAKARTA, Calon gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menemui Walikota Depok Nurmahmudi Ismail di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (25/5/2012).

Dalam pertemuan tersebut kedua tokoh PKS itu membicarakan peluang kerjasama antardaerah bertetangga ini dalam menyelesaikan berbagai persoalan bersama.
Di antara masalah yang dibicarakan kedua tokoh ini adalah solusi untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta.

"Untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi yang berasal dari Depok, mungkinkah ada busway yang rutenya sampai ke Depok," ujar Hidayat dalam pertemuan itu.

Menanggapi kemungkinan masuknya bus Transjakarta ke Depok, Nurmahmudi menyatakan infrastruktur jalan di Depok belum memadai.

"Jalan-jalan di Depok tidak siap untuk dilewati busway," kata Nurmahmudi yang juga mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan.

Untuk mengurangi kemacetan dengan menekan jumlah mobil yang masuk ke Jakarta, menurut Nurmahmudi, kebijakan yang memungkinkan adalah mengoptimalkan operasional kereta rel listrik (KRL).

Sedangkan untuk mengurangi banjir di Jakarta, hal yang bisa dilakukan kedua daerah bertetangga ini adalah memanfaatkan situ-situ,terutama yang ada di Depok.

"Situ-situ itu bisa menampung air agar tidak langsung masuk ke sungai," kata Said Kholik, Asisten Tata Praja Depok saat mendampingi Walikota Depok.

Said menambahkan, Sungai Ciliwung letaknya rendah sehingga tidak bisa dialirkan ke tempat lain. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah mengurangi volume air yang masuk ke Sungai Ciliwung.
Hidayat menambahkan, situ-situ yang ada bisa dimanfaatkan untuk rekreasi sehingga menambah nilai guna situ.

"Situ-situ tersebut juga bisa digunakan untuk rekreasi, untuk pemancingan misalnya," pungkas Hidayat.