Tampilkan postingan dengan label netty prasetyani heryawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label netty prasetyani heryawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

Netty: Budayakan Hidup Sehat Melalui Cuci Tangan

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_10010.jpg
BANDUNG - Ketua TP PKK Prov. Jawa Barat Netty Heryawan membuka secara resmi peringatan Hari Cuci Tangan pakai Sabun Se Dunia Tingkat Prov. Jawa Barat Tahun 2014 di TK Al-Muhajirin Bandung, Selasa (28/10). Didampingi oleh Wakil Ketua I TP PKK Prov. Jawa Barat Giselawati Mizwar, Wakil Ketua I TP PKK Kota Bandung dan jajaran Yayasan Al-Muhajirin.

Netty mengingatkan, peringatan Hari Cuci Tangan pakai sabun yang disosialisakan oleh WHO dan diselenggarakan setiap tanggal 15 Oktober ini jangan sekedar seremoni saja tetapi harus dilakukan setiap hari.

“Karena kebersihan sebagian dari iman maka dengan melakukan hidup bersih dapat membuat jasmani dan rohani kita sehat,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Ketua IV TP PKK Teti bahwa dengan peringatan ini dapat mengajak masyarakat pentingnya hidup sehat. Maka harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak mengenai kebersihan demi kesehatan.

Netty menegaskan, bahwa dengan kita hidup bersih maka akan memangkas anggaran kesehatan negara yang berarti masyarakat dapat hidup sehat. Mengajarkan mencuci tangan sedini mungkin akan mengurangi penularan penyakit karena tangan menjadi sentral setiap aktifitas yang kita lakukan.

“Semoga apa yang dilakukan oleh TK Al-Muhajirin dapat menjadi contoh bagi anak-anak lain untuk hidup sehat dengan mencuci tangan. Dan dengan sehat dan terdidik maka anak-anak bangsa akan unggul dan mampu bersaing dengan bangsa lain,” pungkasnya.

Rabu, 03 September 2014

Gubernur Jabar @aheryawan Gegerkan Twitter Lewat Ide "Peradaban Pertanian"

Membahas #PeradabanPertanian sambil menikmati hasil pertanian. @aheryawan dan @netty_heryawan .. romantisnya

Mungkin Ahmad Heryawan satu-satunya Gubernur di Indonesia yang rajin memaparkan ide-ide nya dan berdiskusi di twitter. Lewat akun @aheryawan yang sampai saat ini memiliki 200 ribu lebih followers, Kang Aher (begitu sapaan akrab beliau) rajin menyapa para pengguna twitter dan hampir setiap pekan (setiap Selasa malam) memaparkan ide dan berdiskusi lewat tagline #AherInterActweet.

Selasa pekan ini (2/9/2014), gubernur dengan segudang prestasi dan ratusan penghargaan ini gegerkan twitterland lewat pembahasan "Peradaban Pertanian". Apa dan bagaimana? Mari kita simak:

Assalamualaikum taruit, kumaha daramang? kita diskusi lagi ya
Hari ini (Selasa malam, 2/9/2014) kita bahas tentang #PeradabanPertanian

Pertanian akan tumbuh dan berkembang manakala kita memandang pertanian ini penting #PeradabanPertanian

Faktanya memang penting karena tidak mungkin ada kehidupan tanpa pertanian

Krisis yang paling kita khawatirkan itu yang pertama adalah krisis air, dan yang kedua adalah krisis pangan.

Kalau suatu saat bumi ini krisis air, krisis pangan, bahaya! Efeknya kematian

Pangan dan Air adalah 2 hal yang langsung masuk kedalam tubuh manusia

Maka, air dan pangan harus diselamatkan. pangan akan lancar kalau air pun lancar

Keduanya, air maupun pangan, berkaitan langsung dengan kehidupan.

Kalau logam, emas, perak memiliki nilai, tapi tidak langsung berhubungan dengan kehidupan kita sehari2.

Sedangkan pangan langsung berhubungan dengan kehidupan

Untuk menjamin kehidupan kita mari selamatkan masa depan pangan dan air kita

Mari kita hadirkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya

Kemandirian pangan adalah kemampuan memiliki dan memanfaatkan sumberdaya pangan secara mandiri

Kedaulatan pangan adalah ketersediaan, kesinambungan, dan ketidaktergantungan thd produksi pangan global dan harga pasar

Singkat kata, kita harus merdeka dan berdikari dalam urusan pangan

Ketahanan pangan bergantung pada ketahanan pertanian, sementara ketahanan pertanian bergantung pd ketahanan para petani

Ketahanan pertanian akan terjadi jika kesejahteraan petani sebanding dengan bidang2 yang lain

Jika para petani tidak terjamin kesejahteraanya, jangan harap akan lahir petani2 baru di negeri ini

Beberapa hal yang bisa meningkatkan kesejahteraan para petani: 1. subsidi yg memadai, 2. luas lahan yg memadai

Tidak ada satu negarapun di dunia yg tidak mensubsidi para petani

Para petani Indonesia, khususnya petani padi adalah petani yang handal

Terbukti dengan, produksi dan produktifitas padi Indonesia lebih tinggi dibandingkan Thailand, Vietnam dan India

Khususnya produktivitas petani Jabar bs mencapai 6,004 ton per hektar th 2012, lbh tinggi dr Thailand, Vietnam dan India

Kekurangan kita ada pd luas lahan, petani di Thailand rata2 memiliki 3 hektar per orang, kita hanya 0,3 hektar per orang

Rasio jumlah lahan dan penduduk Thailand lebih besar dibandingkan rasio jumlah lahan dan penduduk Indonesia

Meski produksi & produktivitas kita lebih tinggi dibanding Thailand, tapi kita msh hrs impor

Oleh karenanya kedepan kita hrs merancang swasembada pangan dengan 2 pendekatan, intensifikasi dan ekstensifikasi lahan

Intensifikasi dg pendekatan teknologi, guna meningkatkan produktifitas, ekstensifikasi dg membuka lahan pertanian baru

Kita dukung Ide 5 juta sawah baru di Indonesia #PeradabanPertanian

jika 5 juta hektar dibagi 2 hektar per orang, maka ada 2,5 juta keluarga petani baru #PeradabanPertanian

Jika setiap keluarga beranggota 4 orang, maka program ini menghidupi 10 juta penduduk Indonesia #PeradabanPertanian

Jk ada 10 juta ha hutan produksi baru, 10 juta ha perkebunan baru, betapa banyak tercipta lapangan pekerjaan baru #PeradabanPertanian

Menyelesaikan masalah petani & nelayan berarti kita telah menyelesaikan 40% penduduk Indonesia #PeradabanPertanian

Menyelesaikan masalah petani & nelayan berarti kita telah menyelesaikan 80% kemiskinan di Indonesia

Inilah cara pandang industri berbasis lahan. #PeradabanPertanian

Jika lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan bisa menyediakan lapangan kerja, maka lahan sdh berfungsi sbg industri

Membahas #PeradabanPertanian ternyata menarik dan panjang ya, nanti kita sambung lagi

Berfikir besar, untuk prestasi besar, Indonesia pasti Bisa

Sekarang sdh dijaga dg perda tata ruang RT @AlQossam3: gmn caranya agar lahan2 pertanian khususnya di jabar diberdayakan ?

Ya, kita usulkan subsidi pupuk dinaikkan RT @muktiwan: Pertanyaannya pak kenapa pupuk langka dipasaran dan sekalipun ada harganya tinggi

Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf tidak bisa membalas semua tweet rekan rekan, kita jumpa di #AherInterActweet pekan depan.

Jumat, 20 Juni 2014

Pola Asuh Optimal Ciptakan Anak Berkualitas

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9103.jpg

BANDUNG - Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan bahwa Ibu dan anak seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ini disampaikannya dalam Seminar Kesehatan Bayi dan Anak di Hotel Sukajadi Bandung, Kamis (19/6).

"Seorang Ibu adalah center of life dalam keluarga sedangkan seorang anak sebagai generasi penerus penjamin masa depan bangsa," jelasnya pada seminar yang bertema "Melalui Pemberian Asi, Gizi Yang Seimbang, dan Pola Asuh Yang Optimal Kita Wujudkan Bayi dan Anak Jawa Barat Yang Sehat dan Berkualitas"

Tantangan yang dihadapi anak-anak di masa depan, menurut Netty, yaitu adanya arus globalisasi, pola masyarakat yang konsumtif, kemajuan teknologi dan informasi serta pergeseran tata nilai.

Netty menuturkan ada banyak cara mengoptimalkan potensi anak dari segi pendidikan, keimanan, kararter, fisik, sosial, pendidikan kejenisan dan kewirausahaan.

Lanjutnya, dengan menggunakan metode mendidik anak adalah memberikan keteladanan, pembiasaan pengawasan/kontrol, nasihat dan sanksi.

Netty mengharapkan dengan adanya seminar ini dapat meningkatkan kapamengoptimalkan dan kesadaran orang tua. Selain itu, dengan mengoptimal jaringan dalam sentra kegiatan yang ada di lingkungan seperti halnya PKK. Sehingga ruang-ruang kosong atau pengetahuan yang kurang dapat diisi oleh para orang tua.

Seminar dihadiri oleh perwakilan Kepala BKKBN Prov. Jawa Barat Siti Fathonah, Ikatan Bidan Jawa Barat, Organisasi Perempuan, Pos KB dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Senin, 05 Mei 2014

Netty Heryawan, Tinjau Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di Kota Sukabumi.

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8796.jpg

SUKABUMIKOTA - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar Hj.Netty Prasetiyani Heryawan bersama tim, Minggu, (4/5),  meninjau langsung dan berkoordinasi  dengan P2TP2A Kota Sukabumi, Polres  dan pemerintah Kota Sukabumi terkait dengan kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di bawah umur yang terjadi di Kota Sukabumi.

Netty Prasetiyani “ingin menyatakan keprihatinan terhadap kasus kekerasan seksual  yang menimpa anak-anak di Sukabumi. "Fenomena kekerasan seksual ini, menunjukkan betapa dunia yang aman bagi anak semakin sempit dan sulit kita temukan” paparnya.

Selain itu, “saya sebagai ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, ingin memberikan support bagi teman-teman P2TP2A Kota Sukabumi dalam menangani kasus tersebut, sekaligus mengidentifikasi hal-hal apa yang perlu dikoordinasikan antara peran provinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi terkait kasus tersebut”. Tegasnya.

Terkait kasus ini, maka  P2TP2A Jabar akan bertemu pihak-pihak terkait seperti Polres Sukabumi dan Rumah Sakit Syamsudin dan memastikan bahwa penanganan kasus sudah memperhatikan aspek perlindungan anak baik ucapan, sikap dan tindakan, para penyidik, tim medis dan psikolog. Tentu saja kami akan menyepakati langkah apa saja yang harus diambil sebagai pijakan memformulasikan program antisipatif terhadap kejahatan seksual seperti ini, lanjut Netty.

Oleh karena itu, Ketua P2TP2A berharap  seluruh pihak dan elemen masyarakat mengambil peran-perannya  masing-masing untuk menyatakan perang terhadap kejahatan seksual yang memporakporandakan  rasa kemanusiaan dan bangunan peradaban kita.

Kamis, 23 Januari 2014

Netty Heryawan Deklarasikan Perempuan Anti Korupsi

(Netty Heryawan. foto: disparbud.jabarprov)


BANDUNG - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menyebutkan ada hal yang dapat dilakukan dalam pencegahan tindakan korupsi yang diawali dalam sebuah keluarga yaitu menanamkan kejujuran kepada anak-anak untuk percaya pada kemampuan sendiri. 

Ajarkan hidup kesederhanaan, hidup adalah perjuangan serta hidup adalah pilihan pada kebenaran dan kebaikan. Hal ini disampaikannya pada Seminar Tentang Peranan Perempuan Dalam Pencegahan Korupsi Di Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (22/1).

Pada acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Wawan Ridwan ini Netty menegaskan hal tersebut dipandang sederhana tetapi dampaknya akan luar biasa diterapkan bagi keluarga dan dalam sebuah pekerjaan. Sehingga tindakan korupsi dapat berkurang bahkan dicegah di Provinsi Jawa Barat bahkan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Netty Heryawan beserta Ketua Candra Kirana Daerah III Siliwangi, Ketua IKIAD Prov. Jawa Barat dan Ketua Dharma Wanita Prov. Jawa Barat membacakan Deklarasi Perempuan Anti Korupsi yang berisikan bahwa antara lain : 1. Sebagai individu, istri, ibu, politisi, penyelenggara pemerintahan dan anggota masyarakat kami perempuan Jawa Barat akan mengambil peran besar dalam mencegah dan memberantas korupsi. 2. Kami perempuan Jawa Barat akan menjadi benteng dan garda terdepan dalam menyiapkan generasi tanpa korupsi melalui penanaman nilai kejujuran dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. 3. Kami perempuan Jawa Barat akan selalu mengatakan tidak pada korupsi dalam bentuk dan ruang apapun demi Jawa Barat yang maju, makmur dan sejahtera untuk semua.

Sekda Prov. Jawa Barat Wawan Ridwan mengatakan sekarang ini Indonesia telah dilanda badai korupsi yang meresahkan. Korupsi sebagai tindakan yang membahayakan bukan saja bagi organisasi atau institusi tetapi bagi negara. Hal tersebut berakibat pada ketidak stabilan ekonomi di masyarakat, terjadi kemiskinan dan penyimpangan hak asasi manusia.

Seminar ini dihadiri oleh Fungsional Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK Aida Ratna Zulaeha, Guru Besar Hukum Pidana Unpad Prof. Dr. Hj. Komariah E. Supradjaya, SH, Kepala Biro Hukum Dan HAM Setda Prov. Jawa Barat Yessi Esmeralda, perwakilan para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Prov. Jawa Barat, para Kepala OPD Prov. Jawa Barat, perwakilan Perguruan Tinggi (BEM) Unpad, ITB, UPI, Unpas, Unpar, dan perwakilan Ormas.