Jumat, 03 Agustus 2012

PKS Kaji Ulang Peluang Misbakhun Kembali ke DPR


Misbakhun (Foto: Dok. Okezone)


PKS Tapos, JAKARTA - PKS terus mengkaji putusan Pengajuan Kembali (PK) yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus Misbakhun.

PKS juga mengaku belum bisa memastikan apakah Misbakhun bisa kembali menjadi anggota DPR sebagaimana yang dimaksud UU pascadikabulkannya Peninjauan Ulang (PK) terhadap kasusnya.

"Sampai hari ini DPP PKS dan fraksi masih mlakukan kajian terhadap amar putusan PK, kami dengar ada perintah untuk merehabilitasi terhdap kedudukan semula, yang dimaksud kedudukan semula ini apa," ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq di Jakarta, Kamis (2/8/2012).

Sebab kata Mahfudz PKS telah melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Misbakhun lantaran ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan pencairan letter of credit. Tapi, PAW itu bukan sebagai pemberhentian tetap kepada Misbakhun.

Oleh sebab itu, jika Misbakhun mengajukan surat permohonan untuk kembali lagi sebagai anggota DPR, maka peluang untuk Misbakhun kembali ke DPR sangat besar.

"Prosesnya PAW bukan pemberhentian maka kalau ada pengembalian posisi ini memang  kasus baru tentu saja akan di tindak lanjuti DPP dan fraksi  kalau ada pengajuan dari yang bersngkutan," tambah dia.

Sementara kata Mahfudz, hingga saat ini pasca pengabulan PK itu, Misbakhun belum mengajukan surat  apapun kepada DPP maupun Fraksi PKS.

"Secara resmi belum ada pengajuan. kalau ngbrol sudah ada, karena itu bagian dari upaya beliau bagian dari hak-hak yang direhabilitir kalau sudah ajuan resmi, DPP akan mengkaji," pungkasnya.

*news.okezone.com

Jelang Pemilukada, PKS Muaraenim Gelar Uji Elektabilitas


PKS Tapos, MUARAENIM - Menghadapi Pemilukada Muaraenim 2012 mendatang, PKS akan melakukan uji elektabilitas para kader PKS.

"Kita akan lakukan uji elektabilitas kader dahulu, sejauhmana penerimaan kader di masyarakat dan kemampuan kader dengan percaturan politik yang sedang berkembang," ujar anggota Komisi III DPR RI Buchori Yusuf Lc MA, dari fraksi PKS, Jumat (3/8/2012).

Menurut Buchori yang didampingi Ketua DPD PKS Kabupaten Muaraenim Kuyung Rizal, DPP PKS dalam perkembangan pilkada akan melihat perkembangan yang ada di masing masing daerah, apakah akan mendukung kader sendiri atau mendukung calon dari luar partai.

Untuk di Muaraenim, lanjut Buchori, PKS merupakan partai  pemenang nomor empat sehingga PKS sangat strategis. Bisa saja PKS mengusung kader internal dan bergabung dengan yang lain.

Untuk pengajuan nama-nama ada proses, yang penting meningkatkan elektabilitas atau penerimaan kader di masyarakat dan kemampuan kader dengan percaturan yang ada. PKS punya peluang untuk maju ataupun berkoalisi. Namun yang pasti, PKS tetap mengedepankan aspirasi dari Bootom Up dan Top Down.

"Kita tidak akan beli kucing dalam karung. Kita akan benar-benar memperhatikan kader dilapangan dan fakta dilapangan," tukasnya.

*palembang.tribunnews.com

Rabu, 01 Agustus 2012

Pembantaian Muslim Rohingya: FPKS Akan ke Rohingya


Drs. H. Mahfudz Siddiq, M.Si
Mahfudz Siddik ( foto: mahfudzsiddik.blogspot.com )


PKS Tapos, Jakarta: Presiden Parlemen Perempuan Dunia Nurhayati Ali Assegaf meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak menyepelekan pembantaian warga Muslim Rohingya di Arkana, Myanmar. Sebab, hal itu sudah termasuk pelanggaran hak asasi manusia berat.

"PBB jangan anggap ringan kasus Rohingya. PBB jangan menganggap masalah tersebut hanya sebatas kejadian di Myanmar karena kasus itu pelanggaran HAM berat," kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/8).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu meminta PBB untuk melihat kasus tersebut secara utuh. Jangan hanya dari sisi agamannya saja. Karena itu akan menimbulkan masalah baru di kawasan ASEAN.

"Jangan sampai masalah Rohingya jadi konflik di kawasan ASEAN karena mayoritas negara-negara di ASEAN adalah Islam. Ini bisa menimbulkan pertikaian sesama negara ASEAN," kata anggota Komisi I DPR RI itu.

Sebagai Presiden Parlemen Perempuan Dunia, Nurhayati akan membawa agenda Rohingya ke sidang extra-ordinary meeting atau sidang luar biasa dari Eksekutif Committee IPU yang, di Jenewa, Swiss, 28-31 Agustus nanti.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengatakan, fraksinya akan berkunjung ke Rohingya dan bertemu dengan tokoh-tokoh Islam dan pemerintahan Myanmar.

Fraksi PKS berkunjung ke Rohingya pada 2-4 Agustus 2012. Kunjungan ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap kasus tersebut. "Namun, sampai saat ini belum ditentukan nama-nama yang akan berangkat. Sementara Komisi I DPR RI akan ke Rohingya sekitar bulan September mendatang," kata Mahfudz.

*metrotvnews.com