Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2014

PKS Optimistis Menang di Malaysia



Kuala Lumpur (4/4) - Pemilihan Umum 2014 Indonesia mulai dilaksanakan di negeri jiran, Malaysia. Salah satu tempat pemilihan suara di Pabrik Western Digital, Petaling Jaya sejak pukul 8 pagi waktu setempat, Kamis (3/4/2014) telah dipenuhi oleh para pemilih WNI.


Para pekerja yang telah memenuhi aula pabrik tersebut mulai berdatangan dan berbaris 2 line untuk menunggu giliran mencoblos.

Hari ini merupakan hari ke-2 pencoblosan. Hari pertama dilakukan pada Senin (30/3/2014) dan diikuti oleh 580 pencoblos sejak pagi.

Diperkirakan sekitar 1.100 peserta pemilu yang semuanya perempuan berpartisipasi dalam pesta 5 tahunan tersebut.

Berdasarkan saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berada di lapangan. Bisa dipastikan banyak yang memilih partai berlambang bulan sabit kembar tersebut. Loyalis PKS yang terdiri dari para pekerja pabrik tersebut telah bekerja keras turun ke lapangan untuk memperkenalkan PKS di wilayah tersebut.

Hari pertama berjalan cukup alot karena ketidaksiapan PPLN dalam menyelenggarakan proses pemilihan. Tidak tersedianya kertas segel pada hari pertama menjadi catatan tersendiri karena waktu pelaksanaannya dimulai pagi hari. Namun pada akhirnya proses berjalan dengan lancar.

Jumat, 14 Maret 2014

PKS Partai Favorit Warga Jakarta

JAKARTA - Koran Warta Berita, salah satu koran ibukota, hari ini (Jumat, 14/3/2014) merilis hasil Poling yang dilakukan koran itu tentang partai favorit pilihan warga Jakarta.

"Ada 12 partai politik yang akan bertarung memperebutkan 186 juta suara pemilih pada Pemilu 2014. Parpol nomor berapa pilhan Anda? Kirim SMS ke 08159999963" demikian isi Poling dari koran Warta Berita.

Dan hasilnya, Partai bernomor 3, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai favorit yang paling dipilih dengan perolehan 46 %.

Berikut hasil lengkap: 

1. PKS 46 %
2. PDIP 30,2 %
3. PPP 9 %
4. Gerindra 4 %
5. PBB 2,3 %
6. Nasdem 1,9 %
7. Hanura 1,5 %
8. Golkar 1,4 %
9. Demokrat 1,2 %
10. PAN 0,9 %
11. PKB 0,9 %
12. PKPI 0,7 %

Jumat, 07 Februari 2014

Aher Ajak Masyarakat Tidak Golput

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8205.jpg

BANDUNG - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menghimbau masyarakat Jawa Barat agar tidak Golput pada Pemilu Legeslatif, pada tanggal 9 April mendatang. 

Hal demikian dikemukakan Gubernur Heryawan ketika ditanya para wartawan di Lapangan Gasibu usai pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Pemilu 2014, Kamis (6/2).

"Pada Pemilu 2014, saya menghimbau warga Jawa Barat untuk tidak golput", pilih yang terbaik diantara caleg partai yang ada", ujarnya.

Gubernur sebagai Penanggung Jawab Pemilu di Jawa Barat melakukan koordinasi dan bersatu padu dengan jajaran Polda Jabar, KPU dan Bawaslu untuk pengamanan dan penyelenggaraan Pemilu dan berharap Pemilu 9 April nanti terlaksana dengan jujur, bebas dan adil, jelas gubernur.

Sekali lagi, lanjut gubernur,  

" mulai dari gubernur hingga jajaran di tingkat RT/RW untuk terus menghimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. "Masyarakat Jawa Barat sudah sangat cerdas, dan pasti akan memilih atau tidak golput". 

Pilihlah caleg atau partai yang akan nantinya, demikian gubernur.

Senin, 08 April 2013

KPU Depok Sosialisasikan Pemilu 2014 Dengan Jalan Santai



Depok - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok lakukan  jalan santai dikuti oleh seluruh PPS dan PPK se-Kota Depok dalam rangka Sosialisasi Pemilu Legeslati (Pileg) 2014.

Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail di halaman kantor Kecamatan Pancoran Mas, Minggu (07 /04/2013).

Dalam sambutannya Wali Kota Depok mengucapkan selamat bekerja kepada  KPUD serta jajarannya sampai tingkat PPK dan PPS.

Dia juga berpesan KPUD haruslah bekerja dengan baik junjunglah sikap Jurdil yaitu Jujur dan Adil agar Pemilu di Kota Depok aman dan Sukses.

Menurut Ketua KPUD Kota Depok Salamun mengatakan kegiatan jalan santai ini bagian dari agenda sosialisasi KPU untuk menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan dilakukan pada tahun 2014 nanti.

“Selain silahturahim kepada PPS dan PPK se-Kota Depok, kegiatan jalan santai ini bagian dari agenda sosialisasi KPU untuk menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan dilakukan pada tahun 2014 nanti”, katanya.

Gerak jalan santai ini dihadiri Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan beberapa Partai Politik dari 12 Parpol yang diundang serta seluruh PPS dan PPK sekota Depok.

Rabu, 13 Maret 2013

PKS Senang PBB Lolos Ikut Pemilu 2014

pks senang pbb jadi partai peserta pemilu
 
Partai Bulan Bintang (PBB) telah dinyatakan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) layak menjadi peserta Pemilu 2014. KPU memang belum mengambil sikap, namun jika PBB akhirnya dinyatakan lolos ke Pemilu 2014, dua parpol Senayan, PAN dan PKS, tak keberatan. 

"Dari sisi advokasi keummatan, kami turut senang PBB lolos ikut pemilu," kata Ketua DPP PKS, Yudi Widiana Adia, saat berbincang, Rabu (13/3/2013).
Yudi mengatakan PBB memiliki visi yang sama dengan PKS. Oleh karenanya dia senang jika PBB bisa lolos ke Pemilu
2014. 
 "PBB memiliki banyak visi yang sama dengan PKS dalam konteks keummatan," ujarnya.

PAN juga tak jauh berbeda dengan PKS. Partai berlambang matahari ini malah menyarankan agar KPU tak mengajukan kasasi atas putusan PT TUN.

"Alangkah eloknya bila keputusan PT TUN tersebut segera dijalankan. Karena bila tetap dilakukan banding, maka akan ada konsekuensi tahapan pemilu yang tidak adil bagi peserta pemilu," kata Wasekjen PAN, Teguh Juwarno.

Teguh mengatakan KPU tak perlu malu untuk menjalankan keputusan PT TUN meloloskan PBB. "PAN menyambut baik bila PBB memang telah lolos verifikasi untuk bersaing dengan sehat dalam pileg 2014," tuturnya.

Keputusan PT TUN yang memenangkan PBB dan menyatakan partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu layak menjadi peserta pemilu memang mengejutkan banyak pihak. KPU sendiri belum mengambil langkah untuk menyikapi putusan tersebut. Namun ada dorongan dari PPP agar KPU mengajukan kasasi ke MA.

*suaranews.com

Jumat, 10 Agustus 2012

PENDAFTARAN PARPOL PEMILU 2014

Pendaftaran Parpol Pemilu 2014

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik (tengah) bersama Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ferry Kurnia Riskiyansyah (kanan) dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman (kiri) saat akan memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPU, Jakarta, Kamis (9/8). KPU telah membuka tahap pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014, yang berlangsung mulai tanggal 10 Agustus hingga 7 September 2012. (foto : inilah.com )

Jumat, 25 Mei 2012

Capres Ikhwanul Muslimin Unggul di Mesir


Para pendukung Mohamed Mursi, Capres Mesir dari Ikhwanul Muslimin (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany )


PKSTapos__VIVAnews , Calon presiden Mesir dari partai besutan Ikhwanul Muslimin (IM), Partai Kebebasan dan Keadilan, unggul dalam penghitungan suara awal pasca pemilihan langsung dua hari terakhir. Jika calon IM menang, maka Mesir menjadi satu lagi negara di Timur Tengah yang dipimpin kelompok Islamis setelah revolusi.

IM mengumumkan pada Jumat, 25 Mei 2012, bahwa calonnya, Mohamed Mursi, unggul dalam penghitungan awal tersebut. Diberitakan Reuters, Mursi masih harus mengalahkan 12 kandidat lainnya, di antaranya yang terkuat adalah mantan menteri era Hosni Mubarak, Amr Moussa dan Ahmed Shafiq, yang sekuler.

Diperkirakan, tidak akan ada calon presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen sehingga perlu dilakukan putaran kedua pada 16-17 Juni. Jika Mursi menang dalam pemilihan putaran kedua, maka Mesir akan menjadi satu lagi negara Timur Tengah yang dipimpin kelompok Islam, setelah Maroko, Tunisia dan Libya.

"Kami sangat yakin presiden Mesir berikutnya adalah Mohamed Mursi," kata Essam el-Erian, salah satu anggota parlemen dari Partai Kebebasan dan Keadilan.

Popularitas IM meningkat pasca tergulingnya Mubarak setelah revolusi berdarah Februari tahun lalu. IM melalui Partai Kebebasan dan Keadilan telah menguasai blok terbesar di parlemen pada pemilihan Januari lalu.
Siapapun yang memerintah Mesir nanti akan menghadapi tugas yang mahaberat. Ekonomi di negara itu tengah anjlok dan militer kemungkinan besar tetap memiliki pengaruh kuat di panggung politik hingga beberapa tahun ke depan.

Pemilu presiden selama dua hari terakhir adalah pemilihan langsung pertama yang digelar secara bebas sejak Mubarak memimpin selama lebih dari 30 tahun. Pada pemilu tersebut, sebanyak 50 juta warga Mesir hadir untuk memilih calon mereka.


*vivanews.com 25/05/2012

 

Selasa, 22 Mei 2012

PKS Targetkan Raih Tiga Besar pada Pemilu 2014

 PKS Targetkan Raih Tiga Besar pada Pemilu 2014
DPW PKS Sumut menggelar Refleksi Milad 14 dan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Minggu, (20/5) dengan nara sumber antara lain Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq Lc MA dan Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. (Analisa/istimewa) 

PKSTapos__Medan, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq Lc MA mengatakan, tidak menetapkan target persentase perolehan suara pada pemilihan umum (Pemilu) mendatang. Karena untuk persentase, kondisinya saat ini dan ke depan, masih sangat dinamis.
"Hanya saja, PKS telah menetapkan target, harus mampu memperoleh tiga besar pada Pemilu 2014. Dan menjadi tiga besar, tidak harus nomor tiga," ujar Luthfi Hasan, Minggu (20/5) di sela acara Refleksi Milad PKS ke 14 dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Medan.

Namun mengenai tokoh yang akanakan diusung sebagai Presiden RI ke depan Luthfi mengakui, hingga milad ke 14, partai yang dipimpinnya, masih belum memiliki tokoh-tokoh terkenal maupun tokoh nasional yang menonjol seperti partai-partai lain di tanah air.

"Hingga saat ini, tumbuhnya PKS masih tidak dibarengi dengan munculnya tokoh-tokoh besar dan tokoh nasional. Dia berdiri dengan soliditas kadernya dan kinerja strukturnya. Di PKS, kebangkitan kolektif terjadi di seluruh kalangan masyarakat bersama kader-kader di seluruh Indonesia. Ini tentu berbeda dengan partai-parta lain," ujarnya.

Soliditas kader

Kondisi dan soliditas kader saat ini menurut Luthfi, merupakan keunggulan yang harus terus dijaga. Sebab, pengalaman menunjukkan, banyak partai yang terjebak oleh ketokohan, sehingga sulit untuk menggantikan dan kemudian menjadi hambatan bagi partainya.

Sementara PKS, sambung Luthfi, tidak ingin ada plafon yang menghambat pertumbuhan kader-kadernya. Karena pada dasarnya, siapapun bisa ditokohkan oleh PKS, namun mesin partai terus berjalan untuk menggapai kemenangan di 2014.

Luthfi Hasan menegaskan, tidak akan mengumumkan sekarang sampai keluar hasil Pemilu 2014. "Kita umumkan setelah kita mendapatkan hasil. Mesin dulu kita pastikan. Baru kemudian tokoh kita munculkan," tandasnya.

PKS menurut Luthfi Hasan juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mencalonkan tokoh dari partai lain untuk memimpin negeri ini. Karena hal tersebut berkaitan dengan kepentingan nasional.

"Untuk menjadi tokoh nasional, siapa saja yang memenuhi kualifikasi PKS kemudian, PKS siap mengusung. Sebab banyak orang-orang baik di negeri kita yang siap bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Di PKS ada, di luar PKS pun banyak yang bisa kita jaring. Kita tidak ego sentries," katanya.

Dalam acara yang dihadiri oleh 1500 kader PKS Sumatera Utara tersebut, Luthfi Hasan juga mengatakan, usia PKS yang telah mencapai 14 tahun saat ini, mengibaratkan kondisi manusia yang berusia muda dan dinamis dan energik. Biasanya, sambung Luthfi, kondisi dan usia seperti ini bisa mengarungi dan menguasai seluruh lapangan. Sehingga cukup lincah dalam berkompetisi melawan partai–partai lain.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, kebangkitan nasional harus menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik oleh setiap orang sesuai dengan kemampuan dan bidangnya. Sehingga, cita-cita Indonesia bangkit bisa terwujud dan memberi dampa positif yang lebih luas bagi seluruh masayarak Indonesia. "Banyak hal yang bisa dipelajari dari moment-moment perjuangan para pejuang bangsa dari segala sektor untuk meraih kemerdekaan yang kemudian membangitkan semangat ke-Indonesiaan. Bagaimana menggali ini, itulah yang harus dijadikan motivasi dalam setiap peringatan hari kebangkitan nasional," katanya.

Minggu, 20 Mei 2012

PKS Dapat Dukungan Suara Petani


foto

PKSTapos__, Madiun - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berusaha terus menambah basis massa pemilih. Segmen basis massa pemilih PKS, yang selama ini lebih menyasar kalangan muda dan profesional, kini diklaim semakin variatif. Antara lain segmen buruh, petani, dan nelayan.

“PKS sekarang punya suara dari poktan (kelompok tani) dan terus berkembang,” kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur Hamy Wahjunianto seusai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Jawa Timur Zona 4 di Kota Madiun, Ahad, 20 Mei 2012.

Menurut dia, di Jawa Timur, basis massa kelompok tani banyak terdapat di kabupaten/kota wilayah Mataraman, yang termasuk dalam daerah pemilihan (dapil) VI, VII, dan VIII. “Pada Pemilu 2004, suara poktan hampir tidak ada, dan dalam Pemilu 2009 ada, tapi tidak banyak,” katanya.

Dengan tambahan suara dari kelompok tani ini diharapkan akan meningkatkan suara PKS dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2014 maupun pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (pilkada) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Hamy menambahkan, PKS memiliki sebelas bidang pendekatan yang dibagi dalam beberapa segmen. Salah satunya bidang generasi muda dan profesi atau yang disebut dengan GM Pro. “Sasarannya adalah pelajar, mahasiswa, dan profesi,” kata dia. Komunitas bidang garapan GM Pro juga sering kali diistilahkan dengan singkatan PKS, kepanjangan dari pesantren, kampus, dan sekolah.

Para pelajar, mahasiswa, dan kalangan profesi tersebut sudah lama jadi sasaran PKS, terutama di kota-kota besar. “Mereka ini pemilih pemula yang banyak berada di kota-kota besar,” katanya. Sejumlah kota di Jawa Timur yang dianggap banyak terdapat komunitas pelajar, mahasiswa, dan kalangan profesi di antaranya Kota Surabaya, Malang, Madiun, dan Jember.

Dalam Pemilu 2014 nanti, PKS menargetkan menembus tiga besar dalam perolehan suara secara nasional. “Target di Jawa Timur juga tembus tiga besar,” ujar Hamy. Saat Pemilu 2009 lalu, suara PKS di sejumlah kota dan kabupaten masih berada di peringkat lima hingga tujuh.

Presiden PKS Minta Kadernya Perkuat Konsolidasi


 

PKSTapos__Bandung, Komitmen kuat dan jiwa militansi kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) merupakan modal utama dan dapat diandalkan dalam menghadapi pertarungan Pilgub (Pemilihan Gubernur) DKI Jakarta maupun Pilgub Jawa Barat.

Untuk itu, PKS tetap optimis jika di dua Pilgub nantinya akan mampu meraih kemenangan.
“Untuk memenangkan Pilgub, saya berharap seluruh kader dimanapun berada agar bisa berkoordinasi dan konsolidasi dengan masyarakat,” kata Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada wartawan saat ditemui di sela-sela Milad PKS ke 14 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Sabtu (19/5/2012).

Menurutnya, para kader PKS punya komitmen kuat demi memajukan partainya. Sehingga, mereka akan berbuat maksimal dan bergerak aktif, minimal lewat doa dalam upaya pemenangan Pilgub.
Lutfhi menegaskan, Pilgub DKI dan Pilgub Jabar harus mampu diraih dan harus menjadi milik PKS. Dengan begitu, PKS akan makin mudah melakukan berbagai perubahan dan perbaikan. “Kursi gubernur harus jatuh ke PKS,” tandasnya.

Sedangkan, untuk Pilgub Jabar dia mengaku, bukan perkara mudah untuk mempertahankan. Pasalnya, semua kader PKS juga sama-sama berjuang agar Heryawan kembali memimpin Jabar. “Untuk itu, kepada seluruh kader PKs untuk terus bekerja keras demi memenangkan Pilgub Jabar dan menghantarkan kembali Ahmad Heryawan sebagai Gubernur 2013-2018,” jelasnya.

Luthfi mengatakan, Milad PKS ke 14 menandakan bahwa PKS kini sudah mulai remaja. Artinya, diusia remaja biasanya godaan PKS semakin banyak.
“Diusia PKS ke 14 tahun ini, tantangan seberat apapun tidak akan membuat kita lesu. Kader PKS senang menghadapi tantangan dan kerja keras untuk masa depan, partai dan kita semua,” paparnya.
Sementara, Ketua DPW PKS Jabar Tate Qomaruddin mengatakan, PKS Jabar kini sudah menggandeng Partai Hanura untuk koalisi menghadapi Pilgub Jabar 2013.

Dengan koalisi itu, PKS sudah bisa maju dalam bursa Pilgub. Sebab, raihan kursi di DPRD Jabar sudah mencukupi jika ingin mencalonkan pasangan gubernur dan wagub setelah berkoalisi dengan Hanura.
Namun, meskipun sudah layak maju dalam bursa Pilgub, PKS masih menjajaki koalisi dengan partai lain. Itu demi memperbesar peluang PKS kembali menempati posisi Jabar 1. 
 
 
*lensaindonesia.com 20/5/2012

Apel Siaga Pemenangan Pilgub dan Pemilu Jawa Barat




Sebelum berangkat ke acara Apel Siaga Pemenangan Pilgub dan Pemilu Jabar di Sabuga Bandung (19/5/2012), para ketua Dpra DPC se-Depok memanjatkan do`a terlebih dahulu. Ust Bajuri dari DPC Cimanggis didaulat untuk memimpin do`a. Tidak kurang 11 DPC yang membawa 63 ketua Dpra di kota Depok ikut serta dalam acara yang juga mensyi`arkan Milad ke-14 PKS.





Tampak dalam gambar para ketua Dpra DPC se-Jawa Barat hadir memenuhi Gedung Sabuga Bandung dalam acara Apel Siaga Pemenangan Pilgub dan Pemilu Jabar. Mereka yang tidak mendapatkan tempat duduk akhirnya lesehan di floor sisi kanan dan sisi kiri panggung. Sebanyak 5905 Dpra yang ada di Jawa Barat antusias mengikuti kegiatan yang diprakarsai oleh DPW Jawa Barat.






 Apel Siaga Pemenangan Pilgub dan Pemilu Jawa Barat ini dimaksudkan untuk memantapkan langkah dan meningkatkan kerja-kerja dakwah dalam tubuh PKS, sehingga kemenangan partai dakwah di Jawa Barat akan terwujud saat pemilihan gubernur 2013 dan pemilu 2014. Demikian sambutan yang disampaikan Ketua DPW Jawa Barat Ust. tate Qomaruddin.






Hadir pula di acara apel siaga tersebut Ketua Dewan Syuro Ust. Hilmi Aminuddin, Gubernur Ust. Ahmad Heryawan, kemudian datang Presiden PKS Ust. Luthfi Hasan dan para Qiyadah lainnya. Dalam kesempatan itu Ust. Ahmad Heryawan, Ust. Hilmi lalu Ust. Luthfi memberikan kabar, arahan dan taujih kepada para ketua Dpra, DPC dan kader PKS se-Jawa Barat.


*admin

Selasa, 08 Mei 2012

LSI : Keterbukaan PKS Tantangan Pemilu 2014

PKSTapos__ Direktur Komunikasi Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai, posisi Partai Keadilan Sejahtera sebagai partai terbuka menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi Pemilihan Umum 2014.

"PKS harus mampu membuktikan bahwa mereka benar-benar partai terbuka melalui berbagai hal yang bisa dilihat publik," kata Burhanuddin pada bedah buku "Dilema PKS, Antara Suara dan Syariah" di Semarang, Sabtu.(5/52012)

Menurut dia, jika PKS gagal membuktikan keberadaannya sebagai partai terbuka, para pemilih akan menjadi tidak yakin terhadap partai ini. Sejak PKS mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka, kata dia, telah muncul gejolak yang terjadi di dalam tubuh organisasi tersebut.

Gejolak tersebut, lanjut dia, juga berdampak terhadap perolehan suara PKS pada Pemilu 2009.

"Strategi keterbukaan PKS telah mendongkrak perolehan suara PKS di sejumlah wilayah yang sebelumnya bukan menjadi basis partai tersebut. Tetapi, pada sejumlah daerah yang justru jadi basis PKS, perolehan suaranya turun," katanya.

*kedaulatanrakyat online 5/5/2012

Kamis, 19 April 2012

Catatan FPKS Tentang Sistem Pemilu Proporsional Tertutup


 

Catatan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Tentang Sistem Pemilu Proporsional Tertutup dalam
RUU Tentang Penggantian atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008
Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD

Disampaikan oleh. Almuzzammil Yusuf (A-56)
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Pimpinan dan anggota DPR RI yang kami hormati
Pada kesempatan ini perkenanlah kami menyampaikan Catatan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Tentang Sistem Pemilu Proporsional Tertutup dalam Pengambilan Keputusan RUU Tentang Penggantian atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera tetap pada pendiriannya mengusulkan sistem proporsional tertutup sebagai sistem terbaik dalam pelaksanaan pemilihan umum ke depan. Pilihan itu kami ambil dengan landasan sebagai berikut :

Pertama, sistem proporsional tertutup menjamin penguatan partai politik sebagai satu-satunya organisasi peserta pemilu yang syah menurut Konstitusi Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan Pasal 22E Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa “Peserta Pemilihan Umum untuk memilih Anggota Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah adalah Partai Politik”, bukan individu. Partai politik yang kuat akan menentukan sistem pemerintahan yang kuat pula. Oleh karena itu, rancangan undang-undang ini menentukan kapasitas dan kualitas kepemimpinan bangsa  dan implementasi demokrasi di Indonesia ke depan.

Kedua,  sistem ini mendorong proses kaderisasi yang sehat dalam partai politik sebagaimana amanat Undang-Undang Partai Politik No.2 Tahun 2011 Pasal 34 Ayat 3b yang mengamanahkan pengkaderan anggota Partai Politik secara berjenjang dan berkelanjutan. Sehingga hanya kader-kader terbaik partai politik yang telah bekerja dan berkontribusi membangun basis partai yang akan masuk dalam lembaga legislatif baik di pusat dan di daerah.

Ketiga, melalui sistem ini pula memungkinkan biaya pemilu yang lebih murah bagi negara, partai politik, dan calon anggota legislatif. Pemilih hanya mencoblos gambar partai politik di kertas suara, sedangkan gambar calon legislatif dapat ditempelken di bilik TPS. Sistem pemilihan umum ini memungkinkan kertas suara kecil yang berdampak pada biaya pemilihan umum yang lebih murah sehingga dapat menghemat pengeluaran APBN.

Keempat, sistem ini kompatibel dengan mekanisme pengambilan keputusan di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang ditentukan oleh fraksi, bukan individu. Fraksi merupakan wujud dari kekuasaan partai politik di lembaga legislatif. Untuk itu yang dibutuhkan oleh partai politik adalah orang-orang yang memiliki komitmen dalam berorganisasi, menjiwai ideologi dan program kerja partai politik, dan membangun basis masa partai politik, bukan basis individu.

Kelima, sistem ini memberikan kemudahan kepada publik untuk mengevaluasi kinerja partai yang mereka pilih. Dengan sistem ini pemilih memiliki kesempatan untuk menghukum partai yang tidak menjalankan amanah yang pernah mereka pilih pada Pemilu sebelumnya.

Keenam,  sistem ini meminimalisir dampak negatif dari sistem proforsional terbuka diantaranya : a). hilangnya rasa kebersamaan dan kerjasama diantara para calon legislatif dalam satu partai politik. b). lahirnya konflik internal kader partai d). Tindak pidana korupsi semakin tinggi pasca pemilu karena calon peserta pemilu harus mengembalikan dana kampanye yang besar.

Ketujuh, sistem ini memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pemilu bagi pemilih maupun penyelenggara Pemilu. Kesulitan yang terjadi dalam sistem proporsional terbuka telah mengakibatkan banyaknya fakta kecurangan dan tindak penyuapan yang dilakukan peserta kepada penyelenggara pemilu.
Kedelapan, berdasarkan data perolehan suara Pemilu 2009 menunjukan 83% anggota DPR yang terpilih menempati posisi nomor urut jadi/kecil yaitu, 1,2,3 dan seterusnya. Artinya meskipun saat itu sistem terbuka digunakan namun faktanya nomor urut tetap yang dipilih oleh pemilih.

Demikian catatan Fraksi PKS ini kami sampaikan sebagai minderheit nota (nota keberatan) dalam pengambilan keputusan RUU ini. Atas perhatian dan kerjasama semua pihak, kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Drs. Al Muzzammil Yusuf
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI
Anggota Pansus RUU Pemilu

* CyberSabili 12//4/2012